13 Cara Ampuh Menekan Bounce Rate

13 Cara Ampuh Menekan Bounce Rate

13 Cara Ampuh Menekan Bounce Rate – Sudah tahu apa bounce rate itu apa? itu lho rasio pentalan yang ada di google analytics. Jadi, bounce ini bukan ngomongin game bola yang mantul-mantul zaman dulu itu. Bounce rate di sini secara sederhana adalah presentase yang menggambarkan bagaimana blog kamu bisa membuat pengunjung betah berlama-lama. Alias dalam satu kali kunjungan, para pengunjung tak segan-segan membaca tulisan kamu lainnya.

Makin gede presentasi bounce rate, itu adalah kabar buruk. Makin kecil presentasenya maka makin baik. Banyak bloger yang bilang idealnya 20-30% itu sudah bagus. Artinya blog kamu sering dikunjungi oleh pengunjung yang memang benar-benar loyal.

Kalau kita ngulik google analytics, emang lebih asyik. Di dalamnya ada keterangan seberapa lama pengunjung mendekam di blog kamu (penjara kalik mendekam), pakai provider apa, pakai browser apa, berapa orang yang online dll. Kita juga bisa lebih tahu seberapa banyak pengunjung organik, langsung, dari sosmed dll. Lengkap pokoknya.

Kembali ke bounce rate. Jadi, gimana sih caranya bikin bounce rate jadi ramping? Bikin pengunjung tak segan-segan membaca tulisan kita yang lainnya. Nggak main kabur gitu aja setelah baca satu tulisan? Yha semacam ilmu pepet terus nggak pakai kendor gitu deh.

13 Cara Ampuh Menekan Bounce Rate

Ini dia 13 cara ampuh menekan bounce rate.

  1. Kecepatan blog yang baik

Pe er banget emang. Secara singkat kalau blog kamu pengen punya kecepatan yang baik adalah bijaksana menggunakan plugin. Kalau blog kamu masih berat, lola alias loading lama, segera perbaiki. Pilih hosting yang baik juga penting tuh (kalau kamu pakai self hosted). Pernah lho saya pakai hosting yang dikit-dikit down padahal secara harga nggak murah. Yha udah, saya baibai sama doi.

Zaman sekarang, orang lebih banyak nggak sabaran. Lambat sedikit main tinggal aja. Apa nggak inget gitu zaman dulu pakai hape jawa, masih pakai gprs, kuota mahal. Yha tapi kenyatannya emang begitu. lambat = selamat tinggal.

Jadi, kamu pernah ditinggal gitu aja? Kamu lamban sih. Lamban memahami hatinya.

  1. Tampilan blog usahakan minimalis

Segala perkakas yang ada di blog kamu harus tepat guna juga nggak ribet.

Tidak ada aturan baku tentang peletakan widget. Tapi gunakanlah widget yang emang berguna dan menunjang blog kamu. Nggak usah ada kalender, musik, bahkan tampilan medsos juga menurut saya nggak penting. Mau pamer kondisi twitter kamu di blog? Mending nggak usah, mau lihat twitter ya langsung ke twitter aja gitu.

Masalah ukuran huruf dan warna juga penting tuh. Jangan sampai pembaca belum membaca tulisan kamu eh udah minggat duluan.

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? kamu ribet sih orangnya.

  1. Tampilan iklan yang tidak mengganggu

Wah males nih buka blognya Momo. Ada iklannya soalnya.

Kemudian saya pengen nangis : ( masa kayak gitu aja kamu ninggalin saya? Hahaha…

Buat kamu yang blognya sudah ditebar iklan. Usahakan tahu diri aja. Jangan sampai mengganggu. Ingat memberikan kenyamanan pada pembaca itu nomor satu.

Semoga sih iklan di blog saya nggak ganggu. Saya pasang iklan otomatis lho. Jadi, iklan yang kalian lihat memang menyesuaian dengan theme yang saya pakai.

Saya juga selalu mengupayakan memblok iklan yang ena-ena itu. Biasanya bertuliskan “suamiku …. sekian jam”. Dan kata suamiku ini “i” biasanya diganti “l”. Adsense masih ada aja yang kayak ginian. Diblok hari ini, beberapa hari kemudian ada lagi yang baru. Penasaran sih itu iklan apaan. Tapi kan saya nggak boleh klik iklan sendiri.

Kadang sedih sih pas buka akun adsense cuma untuk blokir kata “suamiku”. Apa nggak sedih coba? ketika suamiku yang dalam wujud kata aja sudah diblokir dari hidup saya?

*tisu mana tisu.

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? kamu mengganggu sih orangnya.

  1. Buat judul artikel yang menarik

Menarik tanpa menciderai pengunjung yang bersangkutan. Pernah saya kupas habis di tulisan yang ini. sila baca buat yang belum.

Buat pengunjung tertarik lewat judul emang nggak mudah sih. Semua butuh latihan.

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? kamu nggak menarik sih.

  1. Ngeblog dengan niche

Tenang, jangan insecure dulu ya…

Tapi gini lho, kenyatannya memang blog dengan niche lebih memiliki pembaca setia. Karena semuanya jelas. Misal nih, kamu oke banget kalau ngomongoin cinta-cintaan. Dalam hati pembaca begini “wah penulisnya kece nih, ini ceritanya saya banget. Cari tulisan serupa lainnya ahhh.”

Kemudian yang ada di kategori/daftar isi blog kamu berkata lain… isinya adalah tentang beternak lele yang baik dan benar menurut UUD.

Pembaca itu butuh kejelasan sebenarnya. Ketika itu tidak didapatkan dari blog kamu, kemudian mereka lupa kalau pernah merasa tercerahkan oleh artikel cinta-cintaan yang pernah kamu buat.

Gimana mau menekan bounce rate kalau begini? Pembaca pergi.

Dadah dahah…

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? mungkin kamu mirip sama lele. Eh nggak ding, kamu nggak jelas sih orangnya.

  1. Pikat pembaca dengan paragraf pertama

Kalau judul sudah oke.

Maka langkah selanjutnya adalah pikat pembaca dengan paragraf pertama. Katakanlah 100 kata pertama.

Saya pernah ngomongin hal ini lengkap di tulisan yang ini. Sila baca….

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? mungkin kamu nggak bisa memikat sejak pandangan pertama.

  1. Buat tulisan yang tidak pendek

Sebenarnya panjang pendek itu tergantung bagaimana tujuan tulisan itu dibuat. Kalau tulisan pendek 300-500 kata sudah bisa mewakili maksud dan pesan, maka itu sudah cukup.

Tapi biasanya tulisan yang mudah terindeks google memang yang panjang. Di sini tugas kita sebagai penulis harus bisa menyajikan tulisan yang lengkap.

Tujuannya sih jelas, karena tulisan kamu panjang. Pembaca jadi butuh waktu ekstra untuk membaca tulisan kamu. Tapi lagi-lagi, membuat pembaca fokus denga tulisan kita hingga akhir itu nggak gampang.

Cobadeh latihan buat nulis lebih dari 800 kata. Nanti kamu akan terbiasa menulis lebih dari itu. Tahu-tahu bisa deh kamu bikin buku.

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? mungkin karena punyamu nggak panjang.

Nggak panjang kesabarannya : )))

  1. Tautan ke tulisan kamu sebelumnya

Mungkin ini adalah enaknya menulis dengan tema yang spesifik. Satu tulisan dengan tulisan yang lain seolah memiliki keterkaitan satu sama lain. Saling mendukung satu sama lain.

Ngerti kan maksudnya? Buat tulisan kamu mengarah pada “link dalam”.

Jangan dianggurin tuh tulisan lama kamu. Ikut sertakan dalam tulisan baru kamu. Tapi harus tetap relevan ya.

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? kamu nggak pernah cerita masa lalu kamu sih :p

  1. Blog kamu ramah kalau diakses pakai hape

Zaman sekarang orang lebih suka mengakses sesuatu dengan ponsel pintar. Kalau menengok google analytics yang saya punya. Persentase berselancar menggunakan hape jauh lebih tinggi dibandingkan komputer, biasanya sekitar 80% : 20%.

Nah gunakan theme atau templete yang memang mobile frendly gitu. Pinter-pinter milih ya…

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? kamu susah diakses pakai hape sih. Hapenya buat ganjelan meja ya? :p

  1. Buat kontern yang memang berkualitas

Lagi-lagi tentang konten yang berkualitas.

Tapi memang begitulah adanyaaaaa….

Buat sesuatu yang memang sulit untuk diingkari keunikannya.

Bikin puisi? Boleh kok, tapi yang bagus. Bikin cerpern? Yang bagus. Bounce rate bisa ditekan dengan sangat ampuh dengan konten yang memang bagus. Jadi, kamu jangan asal-asalan setor nulis aja. pikirkan baik-baik yaaaa.

Buat isi blog kamu dengan sesuatu yang berkualitas. Apapun yang kamu tulis. *sumpah saya sok iya banget di bagian ini.

Saya sih masih banyak belajar untuk buat konten yang berkualitas. heuheu…

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? mungkin karena kamu kurang berkualitas.

  1. Pasang Related post

Berhubungan sama widget nih. Biasanya nanti muncul di bagian bawah ya. Ah kamu-kamu sih udah pada pinter kalau masalah teknis deh ya?

Pokoknya sambung menyambung. Saling terkait dan dikait. Nah kalau kamu lumyan males memasukkan link yang relevan dengan tulisan kamu. Related post ini bisa sangat membantu.

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? Mungkin kamu nggak ngasih kesempatan dia untuk mempelajari kamu lebih dalam :p

13 Cara Ampuh Menekan Bounce Rate

  1. Navigasi blog harus jelas

Kategori di mana? Sudah rapi belum? Coba cek tulisan saya tentang merapikan kategori di sini.

Di dalam blog kamu ada kolom pencarian? Sudah ada? kalau belum segeralah pasang.

Nah ada lagi nih tentang daftar isi yang bisa memudahkan mencari tulisan. Kalau saya pakai cara yang gampang banget untuk membuat halaman daftar isi.

Kamu hanya perlu membuat halaman baru dengan judul “daftar isi”. Kemudian isi dengan [    archives   ]. Otomatis deh semua jejak post akan jadi daftar isi.

13 Cara Ampuh Menekan Bounce Rate

Sudah dicoba? Dicoba dong.

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? kamu nggak jelas sih : (

  1. Ada yang berbeda dari tiap tulisan yang kamu buat

Berat.

Tapi pembaca akan sadar akan berbedanya kamu. Pembaca akan jadi penilai yang paling jujur.

Mungkin karena yang menulisnya itu unik.

Jadi, kamu pernah ditinggalin gitu aja? Kamu sama aja kayak yang lain, nggak ada beda :p

Kesimpulan dari 13 cara ampuh menekan bounce rate?

Kalau blog kamu masih baru dan belum banyak tulisan. Saya pikir sih wajar saja bounce ratenya tinggi. Tapi akan jadi lain perkara kalau blog kamu sudah lama dan punya banyak tulisan tapi bounce rate kamu tinggi.

Jadi bloger emang berat. Membuat pembaca betah pada satu tulisan kita saja sudah berat. Apalagi harus bisa membuat pembaca penasaran dan mau membaca tulisan kita yang lain.

Jadi berapa bounce rate kamu? eh sudah pasang belum google analytics nya?

Intinya persentase pada bounce rate bisa menjadi tolak ukur apakah kamu sukses membuat pembaca betah dengan blog kamu atau tidak… bounce rate mengukur presentase pengunjung yang datang membaca satu tulisan kamu dan pergi begitu saja. Makin besar, makin nggak bagus.

Sekian 13 cara ampuh menekan bounce rate.

Salam, pepet terus nggak pakai kendor.

Selamat kamis. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya. Salam buat Ibu Bapak :p

20 thoughts on “13 Cara Ampuh Menekan Bounce Rate

Tinggalkan Balasan