Memulai (kembali) Sebuah Blog

*diposting ulang karena kendala teknis dan lagi miskin ide

Hai para pembaca yang budiman.

Eh tunggu-tunggu. Saya nggak yakin nih sama kalimat barusan. Nggak cukup yakin karena apakah blog ini punya pembaca (kan baru sekaleeee) dan jika punya pun, kok saya ragu yaaa kalian itu budiman.

Haruskah dimulai dari perkenalan?

Kok yaaa mainstream banget gitu???

Si Momo Taro itu siapa?

Begini-begini…

Begitu kamu mengerti ketiadaanmu, maka kau akan bertemu kesejatian.

*kok yha

 

Meninggalkan wordpress (yang gratisan lho yha)

Jadi, ceritanya saya menghapus blog lama di wordpress.com. Tapi kata meninggalkan kayaknya kurang pas, karena blog baru ini masih menggunakan nama momotaro. Judulnya juga masih sama yaitu cerita momo.

Mungkin karena momotaro diam-diam telah menjadi bagian dari saya. Jadi nggak mungkin kan saya meninggalkan diri saya sendiri? Hehe. Kan rasanya ditinggalin itu nggak enak.

Barangkali yang berbeda adalah ini khusus blog tentang rasa di dada dan pikiran di kepala serta duit di celangan… Jadi, saya nggak akan ngomongin So Ji Sub ataupun Gong Yoo di sini. *dadah-dadah sama mereka berdua.

Jadi, untuk yang membutuhkan asupan oppa-oppa Korea, nanti saya bisikkin bisa memenuhi asupannya dimana 😀

Tujuan ngeblog itu sendiri?

Kalau ngomong soal tujuan berasa kaya lagi baca buku-buku motivasi yang selalu bilang TUJUAN ITU PENTING!!! PENTING SYEKALI MACAM PAKAI PAKAI CELANA DALAM YANG NYAMAN.

Yha, begitulah saya yang lebih banyak baca katalog daripada buku motivasi.

Tujuan ngeblog di sini adalah sesederhana karena ingin menulis. Itu saja. Urusan ke depan mau ada yang baca apa nggak saya serahkan semuanya pada Gusti Pangeran. Tapi, saya selalu percaya bahwa tulisan akan menemukan pembacanya sendiri. Semacam jodoh gitu. Tiba-tiba syedih.

Tapi, untuk apapun itu. Bagi saya pena yang buruk sekalipun masih jauh lebih baik daripada ingatan yang cemerlang. Oleh karenanya saya tetap menulis.

Jadi, mau dibawa kemana simomotaro.com ini?

Mau dibawa ke KUA yaa kan nggak bisa???

Mau dibawa sebagai agunan juga nggak bisa??? lho ngomongin utang

Dibawa ke Kecamatan untuk distempel??? yha jelas nggak bisa.

Apalagi mau dibuat bungkus gorengan, yaa jelas nggak bisa.

YHA! KURANG BERFAEDAH SEKALI YA?

EMANG!!!

Saya tidak bisa menjanjikan apapun untuk postingan selanjutnya. Apalagi menjanjikan bahwa tulisan saya bisa mencerahkan layaknya vitamin C dan arbutin. Pun saya juga tidak bisa menjanjikan bahwa tulisan saya semacam oase bagi para pembaca yang budiman (sekali lagi saya nggak yakin saya punya pembaca, dan apabila ada yang bacapun saya lebih nggak yakin bahwa ia budiman).

Saya cuma bisa bilang kalau saya nggak akan berhenti nulis. Itu saja. Saya menulis dalam rangka menulis itu sendiri.

Ucapan Terima Kasih

Pada postingan pertama ini saya ucapkan terima kasih pada seluruh WOTA dimanapun Anda berada, kalian sungguh loyal dan militan. Aku pada kalian. KALIAN LUARRRRR BIASAKKKK!!!

*eh

*itu cuma cek soundsystem aja, macem di mimbar 17 agustusan.

*cek cek…

Lhaa.

Ucapan terima kasih pada Tuhan yang telah memberi saya hidup dengan cerita-ceritanya yang sungguh tak terduga itu. Tak terduga seperti postingan-postingan saya yang akan datang.

Terima kasih aku ucapkan pada keluarga cemara yang ada saya di dalamnya (TENTU SAJA YANG JADI OPAKNYA). Kalimat ini mengandung jebakan umur.

Terima kasih untuk sahabat-sahabat saya yang jumlahnya kaya personil punakawan itu. Sekaligus saya juga minta maaf karena SUKA NGGAK PEKA!!! EGOIS DAN SERING MENUMPAHKAN AIR DALAM GELAS DI KARPET.

Terima kasih untuk yang selalu hadir maupun sekedar mampir dalam hidup saya.

Matur nuwun sanget.

Pada akhirnya…

Semoga saya adalah orang yang menghidupi kehidupan dengan tuntas menjalaninya, merenunginya, menangisinya, menghayatinya, dan menertawakannya.

Salam rindu,

(momotaro, 17 tahun…)

 

You may also like...

17 Responses

  1. Ikha says:

    haiii mbaak Momo, akhirnya aku bisa komeen :))

  2. Azizatoen says:

    17 tahun
    Yha
    Yha
    Yha
    Iyain aja.
    Bhay

  3. Gadung Giri says:

    jad ingat kalo beli bensin kendaraan, statistiknya dibilang begini. di mulai dari nol ya.mas …

  4. Kenapa sebut-sebut nama saya terus momotaro :3

  5. Ardyan Satya says:

    Kocak hahaha.. dari celana dalem sampe wota.. ini apa sih? wkwkw

  6. dikdik04 says:

    Sedikit menohok ketika baca wp gratisan kurang pas.. Soalnya dulu blog yang dipake aku ini, berbayar, cuma karena gada yang baca aku pindah ke yang gratisan… Aku merasa gada apa-apanya.. #curhat

    Btw kenapa gak import aja tulisan lama ke sini, kan bisa.. Sayang lho tulisan lamanya…

    Akhir kata semoga ada keluarga cemara reborn, dan mudah2an naik pangkat jadi pemeran becak abah… Amiiinnn

    • momo taro says:

      Yhaaa… gpp dik. Curhat aja 😆😆
      Saya malah selalu merasa nggak ada apa~apanya *curhat di atas curhat

      Nggak, karena emang mau buka lembaran baru.
      Tumbuh baru. Sesederhana itu.

  7. BigBangJoe says:

    “… TUJUAN ITU PENTING!!! PENTING SYEKALI MACAM PAKAI PAKAI CELANA DALAM YANG NYAMAN…”

    Statement terpenting!!!

    • momo taro says:

      Wkwkw… ampun bang 😆😆😆

      • BigBangJoe says:

        ah, mengapa harus minta ampun? aku bukanlah penegak hukum…. hanya suka melihat banyak kolor yang terbuang di atas loteng, katanya untuk menghalau hujan…

        • momo taro says:

          kok bisa ya bang? yang namanya hujan kan emang keroyokan. mana mempan sama sehelai celana dalam yang lunglai dan kusuh di atas genting 😀

          • BigBangJoe says:

            konon, celana dalam itu suka disandingkan dengan dunia.
            “dunia itu tak seluas celana kolor”… demikian ujar-ujar yang sering dikumandangkan oleh para pendahulu kita.
            nah, hujan itu kan terjadi hanya di dalam dunia, jadi bisalah mengatasi hujan yg keroyokan… #logikamaksa #logikakepanjangan

Leave a Reply

%d bloggers like this: