Membicarakan Mantan yang Paling Hakiki

Hai people zaman now.

Semoga kalian selalu diberi kelancaran dan ketuntasan dalam BAB, karena jika tidak demikian niscaya kalian akan merasakan kebencian pada dunia ketika sudah tidak BAB dalam waktu setidaknya dua hari.

Bilang aamiin kek apa gitu!

Kali ini saya mau ngomongin mantan. Ya. M-A-N-T-A-N.

Eh ternyata Momo punya mantan juga yha?

Ya… begini-begini sebagai manusia saya punya mantan. Emangnya wit kates nggak punya mantan, HAH?

Screenshot_20170928-054951_1

sumber : tirto.id

Sebagai manusia dalam sistem sosial dengan variabel-variabel yang berlipat-lipat, tentunya kita punya mantan. Halah bahasanya. Dari mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan mentri, mantan anggota DPR/DPRD, mantan ketua kelas, mantan wakil ketua kelas, mantan istri, mantan suami, mantan teman, mantan pacar, mantan gebetan, mantan yang tak dianggap atau juga mantan hewan peliharaan dll.

Dan dari sederatan para mantan itu yang paling hakiki adalah membicarakan mantan hewan peliharaan. Kenapa demikian? Yha suka-suka saya saja. Abis kalau ngomongin mantan presiden/pejabat yang berbau politik kok kayaknya berat, kalau ngomongin mantan yang sangkut pautnya sama hati bin perasaan kok yaaa berat bangett… *eh.

Jadi mari saya perkenalkan satu-satu.

  1. Noci

Nama lengkapnya Teh Noci (terinspirasi nama produk teh), dari namanya jelas bahwa dia adalah betina dan bersuku sunda. Eh bukan-bukan sukunya kucing itu Felidae. Eh nggak usah bahas tingkatan takson juga kali ya?

Noci adalah satu-satunya mantan kucing yang tidak punya jejak dokumentasi seperti foto. Namun layaknya seorang mantan, ia telah memberikan kenangan-kenangan. #halahhh, Maklum saja Noci dipelihara sejak saya SD kelas 6 sampai SMP kelas 3, zaman segitu saya belum punya hape kaya kids zaman now yang punya hp sejak zaman embrio.

Seingat saya, Noci matanya beda-beda, kiri biru kanan hijau, bulu badannya putih, buntutnya coklat dan kepalanya ada hitam-hitamnya. Pokoke cantiklah. Sebab karena kecantikannya ini, dia bisa mengencani kucing jantan 3 sekaligus. Kalau diibaratkan manusia, Noci ini sangat mandiri, tidak bergantung pada pemiliknya yang masih ingusan. Noci kebanyakan makan dengan berburu (baca: nyolong ayam panggang milik tetangga yang membuat pemiliknya dengki bukan main).

Sebagai betina yang laku keras, Noci tentunya sering dihamili nggak jelas. Maklumlah pemiliknya memberikan kebebasan penuh, TERSERAH POKOKNYA. Tapi kebanyakan anaknya mati dengan tragis, kalau nggak begitu ya diadopsi orang.

Saya berpisah dengan Noci karena dipisahkan tetangga *halah. Jadi, ceritanya tetangga saya membuang Noci di pasar dan saya baru tahu setelah beberapa bulan. Tadinya saya mengira bahwa Noci ikut suaminya yang dinas di luar kota.

Kesimpulan : Hubungan kami dipisahkan oleh pihak ketiga.

  1. Pop

Nama lengkapnya Pop Mie, terinspirasi dari… ah kalian pasti tahulah. Pop berjenis kelamin jantan dan dipelihara sejak kecil. Awal mula dia adalah anak kucing liar. Jadi, butuh beberapa hari untuk menaklukannya (baca: pdkt) supaya nggak galak. Ahh seandainya menaklukan hati manusia cukup beberapa hari saja dan cuma berbekal ikan asin, niscaya tidak ada jomlo di dunia yang fana ini. *halahhh.

Pop hanya mampu bertahan sekitar 1 tahun setengah sebelum ditabrak motor sama kids zaman now yang buru-buru berangkat sekolah dan meninggal di TKP. Pop dipelihara pas saya masih kuliah dulu benget.

Pop itu kucing yang cukup klimis berwana coklat dan putih (dicari-cari fotonya nggak ketemu L). Sebelum hengkang dari muka bumi dia sempat mengencani beberapa kucing betina dan tempat favorit kencannya adalah di atas genteng *kaya adegan film korea *romantis abis. Mungkin kalau ada masalah dalam hubungan mereka tinggal jorokin aja gitu kali yha? *sadis abis.

Kesimpualan : hubungan kami dipisahkan oleh kematian.

  1. Gembel/Mbel

Nama panggilannya adalah Gembel, atau mau lebih akrab lagi panggil saja Mbel, asal jangan dipanggil Mbeb saja. Namun nama sesungguhnya adalah Raden Mas Slamet Ngabei Putro Condro Tikto Edi Pranoto Joyo Sentiko Mangun Dirjokusumo A.K.A Gembel.

Kenapa jadi Gembel? Karena hobi banget main-main di tempat sampah. Padahal layaknya kucing ningrat, semua sudah tersedia, nggak usah lah sok-sok kaya kucing susah gitu. Bikin repot saja kan? Hal ini menyebabkan frekuensi mandi besarnya cukup sering (baca: sampoan). Kan kalau mandi kecil mah jilatin bulu sendiri.

Gembel sempat menjalin kasih dengan kucing buntung (salah satu kaki bagian belakangnya tidak ada, jadi Si Buntung cuma jalan dengan tiga kaki dan Buntung terlihat jauh lebih tua dari Gembel). Namun layaknya kisah asmara pada umumnya yang berjalan tidak mulus *halah, hubungan Gembel dan Buntung tidak direstui oleh Ibu saya. Kalau saya sih oke-oke saja, selagi mereka berdua saling menerima kekurangan masing-masing *halah lagi…

Ibu saya beranggapan bahwa Gembel ini seganteng Rafi Ahmad. Saya masih ingat betul bagaimana Ibu saya menasehati Gembel. Begini ; “Kamu kan ganteng kaya Rafi Ahmad, coba dipikirin lagi, kalau cari perempuan yang lebih tua ya kaya Yuni Sara itu, bukannya Si Buntung.” Pokoke zaman itu lagi musim gosip Rafi Ahmad pacaran sama Yuni Sara.

Tapi emang dasarnya cinta itu buntung, eh maksudnya buta. Gembel masih menjalin hubungan dengan Si Buntung. Mereka berdua diam-diam kencan tanpa sepengetahuan Ibu saya. Dehhh kalau Ibuk tahu, langsung belio ini teriak “MBEL KAMU BALIKKKK”. Dan dengan nurutnya Gembel lari ke Ibu saya.

Setelah berlangsungnya waktu. Mungkin layaknya sel-sel yang terus berkembang dengan pesat, cinta Gembel pada Buntung tambah besar. Rindunya pun tambah besar *halahhh…

Diam-diam Gembel minggat dari rumah dan tidak kembali lagi. Tidak jauh beda dengan Pop, umur kebersamaan kami hanya satu tahuan.

Emm… mungkin itu drama sekali. Tapi, itu benar-bener terjadi, entah kenapa Gembel ngilang. Ada yang bilang katanya kalau kucing sakit, dia akan pergi menjauh dan mati diam-diam tanpa pemiliknya tahu.

Masih misteri. Kenapa Gembel hilang.

Kesimpulan : Kami berpisah karena tak ada alasan yang jelas. Itu lebih menyakitkan dari dipisahkan pihak ketiga atau oleh kematian sekalipun. *halah.

Photo0280

bersembunyi di balik jemuran

  1. Ai

Ai adalah mantan terakhir saya dan sepertinya akan menjadi yang terakhir selamanya *halah. Dia lahir bulan agustus 2016 dan meninggal bulan januari 2017. Ai berzodiak leo kaya saya *oke ini nggak penting. Berbeda dengan para pendahulunya, saya mengurus Ai yang masih berbentuk kaya tikus got hingga kucing yang sedikit lebih gantengan.

Namanya Ai karena ponakan saya nggak bisa ngomong kucing waktu itu, jauh banget emang kucing sama Ai, tapi dipikir-pikir nama Ai ternyata lucu juga. Jadi, kalau ada gosip bertebaran di luaran sana yang mengatakan bahwa Ai bernama lengkap Ainun Najib, itu hanya gosip belaka.

Setelah ditelusuri, nama Ai ini bisa berarti sayang dalam bahasa jepang, atau berarti rindu dalam bahasa aceh. Ai pernah saya ceritakan di blog lama saya dulu, kalau kalian ingat.

ai

Pokoknya kelakuan Ai ini lucu sekali, Sule kayaknya kalah sama Ai. Dan ketika seseorang sudah membuatmu tertawa, maka dengan mudah kita memberikan hati kita (entah saya baca di mana).

Tidak ada kisah asmara dalam hidup Ai, wong dia masih bocah kok. Bahkan kelelakiannya pun sempat diragukan karena enggak gede-gede anunya. Sempat diduga dia betina. Ah manusia memang tempatnya duga menduga yha…

Ai ditabrak pengguna motor yang ugal-ugalan di depan rumah. Dia meninggal dan dibawa yang nabrak. Saya pun nangis, hehe.

Kesimpulan : Kami berpisah karena Ai diurus oleh Tuhan.

Sekian.

You may also like...

18 Responses

  1. Maraza says:

    Aku pernah punya kucig yang kayak Noci. Matanya sebelah biru sebelah ijo. Buluny jug putih dominan kombi krem tapi. Namanya Caca. Pas beranak dia unyaanakkayak dia tak Kasih nama Cici. Caca mati di rumah yang adopsi dengan sebab masih misteri, Cici kabur dari rumah yang adopsi karena gandrung sama kucing tetangga.

    Setelah caca dan cici aku punya bejo yang kemudian kabur entah ke mana

    • momo taro says:

      kok pada kabur gitu yha…
      kadang saya mikir kalau kucing kabur itu ada kemungkinan diculik, hehe

      apalagi kalau punya kucingnya tjakep.

      • Maraza says:

        mungkin kucing2 saya ini pengecualian. berhubung si empunya kagak kece mereka kabur cari pemilik baru yang mukanya kayak Song Hye Kyo atau minimal Jo Boa lah…

        • momo taro says:

          Akupun tak kece… ahhh jangan2 demikan juga mantan kucingku, nyari yg lbh kece😌😌😌

  2. Nur S Ahmadi says:

    Tersenyum, geli, kasihan, pokoke campur2 deh membaca tulisan ini.
    Mbak Momo…ternyata selain suka drakor juga suka kucing ya ….kaya bungsuku, tapi bedanya bungsuku tdk suka drakor, yang suka ibunya, tapi dulu..he he he

    • momo taro says:

      iya Bu Nur, saya memang suka drakor juga suka kucing.
      Pokoknya ena…
      Salam buat bungsunya, bolehlah diajak main ke blogku, hehe

  3. Yos Adya says:

    Kirain mantan yang mana. Ngomong-ngomong, saya juga suka kucing Mbak. Rasanya gatel kalo liat kucing di depan rumah tetangga.

  4. Kutilaer says:

    Suamiku juga pernah cerita kalo dia diam2 memperhatikan…kucingmu yang belang matanya itu…ternyata namanya noci 😂😂.

    Rasanya saya bs gambarin ekspresi emakmu pas teriak2 manggil gembel hahaha

  5. ONETHEFULL says:

    Jadi sekarang nggak mau pelihara kucing lagi? Hehe.. besok besok boleh dong post soal mantan pacar :)) – salam kenal~

  6. ice_tea says:

    hahaha, kupikir cerita tentang mantan beneran mba Moo.. ish ternyata mantan kucing 😀 😀

  7. Arung Wahyu says:

    Ampunkan baim ya ALLAH…..

  1. 06/11/2017

    […] Para mantanlah… siapa lagi dong. Bisa dibaca lengkap di sini. […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: