Peliknya Mengurus Kasus Penipuan Toko Online

Peliknya Mengurus Kasus Penipuan Toko Online Sampai-Sampai Cuma Bisa Ngelus Dada Doang.  Judul yang mau dibuat sebetulnya demikian. Sepelik apakah?

Sebelum ke kronologi kejadian. Jujur saja untuk urusan hukum dan asmara saya ini bisa dibilang sangat awam. Buktinya saya nggak habis pikir kenapa Setnov bisa lolos dari hukum kemaren, sakti memang blio ini. Eh jangan ngomongin Setnov yhaa, nanti besok saya tercyduk gimana? Dan bukti lainnya betapa saya awam tentang urusan hukum ada pada percakapan berikut.

Abang : di mana?

Saya : *mikir keras. Emmmm… di daerah Senayan.

Abang : Saya masih di Grogol, ada kasus 170.

Saya : Ada orang tingginya 170 cm dibunuh di Grogol? *dengan polosnya saya menjawab

Abang : KUHP 170. Bukan ada orang tingginya 170 yang dibunuh. Priben sih?

Saya : *ingin mengutuk diri saya sendiri yang begitu polosnya mengartikan cinta  KUHP dengan tinggi badan.

Mungkin kalau nama saya masih satu KK sama Abang. Bisa-bisa besok saya dicoret dari KK. Huh… Malamnya, pada hari yang sama setelah percakapan embuh di atas,  saya diwasap oleh sebut saja Via Valen (bukan nama sebenarnya dan bukan penyanyi dangdut sebenarnya) yang bilang “Saya kena musibah”. Dan seperti seorang dukun profesional saya menjawab “kenapa? Ditipu online ya? Beli kamera ya?” Kemudian dibalas “YA”.

Yup, postingan kali berdasarkan pengalaman Via Valen yang ditipu saat pembelian kamera fujifilm AX3 pada hari minggu 22 oktober 2017. Via menemukan kamera idamannya dijual di Carousell. Akun penjual tersebut adalah @susilawatiii dan berdomisili di Indramayu. Menimbang letaknya yang tidak jauh dari Cirebon (tempat Via Valen tinggal). Janjian untuk COD pun segera diagendakan. Pun Via diyakinkan oleh penipu yang mengirimkan lokasi (via wasap), foto KTP, dan foto kamera fujifilm XA3 yang aduhai. Via Valen emang keong racun, baru kenal udah ngajak ketemuan. Eh beda penyanyi ya?

Peliknya Mengurus Kasus Penipuan Toko Online

Akun Carousell milik penipu, setelah berhasil menipu masih sempat upload foto malam harinya sebelum di banned oleh pihak Carousell

Peliknya Mengurus Kasus Penipuan Toko Online

Nego-negoan sama penipu

Dengan riang gembira Via Valen menuju Haurgelis Indramayu bersama Pak Kusir (baca: suaminya). Namun di tengah perjalanan tepatnya di Kertasmaya Indramayu, dia ditelpon terus oleh penipu yang minta tolong agar uang ditransfer setengahnya karena sedang ditunggu oleh penagih hutang. Karena terlalu baik risih ditelpon terus akhirnya Via mentranser uang sebesar 2 juta rupiah ke Rek. BRI 705401009164530 atas nama ASMARA. Selepas mentransfer dan mengirimkan bukti transfer Via melanjutkan perjalanan. Namun, si penipu malah meminta agar Via Valen mentransfer sisa uangnya saat itu juga.

Peliknya Mengurus Kasus Penipuan Toko Online

Buktri transfer ke Rek Asmara. Katanya sih suaminya Susi

Sadarlah Via Valen ini kalau dia sudah ditipu, mencak-mencaklah blio ditelpon ke penipu. Marah-marahnya gimana? Ah nggak baiklah nanti tulisan di blog saya jadi begini : @#$TY^U^^%#%^$%^$!%^#^^$.

Sadar pulalah saya, kenapa saya nggak bikin risih  Via Valen dengan menelponnya terus menerus biar ditransfer duit. Lumayan kan sekali bikin risih aja dapet 2 juta. Kemudian saya ditabok.

Btw, Via Valen ini bukan yang awam diurusan jual beli online. Saya pikir dia juga orang yang cukup hati-hati tiap bertransaksi. Emang hari itu lagi hari apesnya aja.

Setelah sampai di rumah Pak RT yang sesuai dengan alamat KTP penipu, ternyata itu hanya fiktif belaka. Alamat palsu cuy ternyata… Bahkan Pak RT setempat bilang kalau sudah banyak yang tertipu datang mencari alamat yang bersangkutan dengan nama yang berbeda dan kasusnya selalu barang elekronik.

Peliknya Mengurus Kasus Penipuan Toko Online

KTP Penipu sesuai dengan nama rek bank. tapi cetakan hurufnya besar-besar, punyaku kecil-kecil lho

Gigih sekali Via Valen ini. Sadar ditipu di jalan tapi masih melanjutkan menelusuri alamat yang bersangkutan. Hajarrr Mak hajar ajaa…

Via Valen Mencari Keadilan

Senin 23 oktober 2017. Via datang ke kantor Bank Mandiri dengan harapan memberikan solusi terbaik atas apa yang menimpanya. Namun, dikarenakan rek. tujuan transfer bukan Mandiri melainkan BRI. Mbak CS jutek hanya bilang “MAAF KAMI TIDAK BISA BANTU.” Saat diceritakan, saya cuma bisa mbatin, ada nggak sih BANK yang menemani dalam suka dan duka. Kok pada mau ena-ena nya doang”.

Pada hari yang sama, Via menelpon pusat pengaduan Bank BRI untuk memberikan solusi. Pihak BRI bersedia membantu dengan persyaratan surat keterangan dari polisi yang ditunggu 3 X 24 jam beserta bukti-bukti lainnya. Apabila persyaratan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu yang diberikan Bank BRI, maka kasus ditutup. BRI tidak akan menbantu dan memblokir rekening si penipu.

Polisi ohhhhh… Polisi…

Via melapor pada kantor polisi terdekat (di Cirebon). Namun dari pihak kepolisian menolak membantu penyelesaiaan kasus karena masalah wilayah. Yup, ditolak gara-gara proses transfer terjadi di Kertasmaya Indramayu, bukan di Cirebon.

Selasa 24 oktober 2017 Via mendatangi kantor polisi di Kertasmaya Indramayu. Namun, lagi-lagi pihak polisi tidak bisa membantu (bahkan hanya memberikan surat keterangan) dikarenakan kasus pencurian di bawah 2.5 juta tidak bisa ditahan, yang dalam kalimat lain tidak bisa diproses. Yaaa mosok penipunya ditansfer 500rb lagi biar diproses polisi? Jadi, di kantor polisi Via Valen hanya sekedar mengisi buku tamu dan curhat saja. Polisi baru akan menindaklanjuti jika ada pengaduan lain atas nama pelaku yang sama dengan kerugian minimal 2.5 juta, barulah kasus Via Valen ini ikut dimunculkan.

Baca saja laman detikcom tentang putusan MA mengenai pencurian di bawah 2.5 juta di sini. Tapi saran saya sih nggak usah, haha.

Bapak Polisi yang terhormat hanya menyarankan menggunakan pihak ketiga dalam melakukan transaksi jual beli online, curhat tentang jual beli burung, dan malah tanya-tanya tentang kamera soalnya Pak Polisi mau beli juga.

Kalian tahu? Polisi bagian cyber crime-nya saja nggak tahu lho Carousell itu apa.

Polisi ohhhhh… Polisi… (2)

Ada hal yang lucu juga di sini, tapi saya nggak ketawa. Saat Via Valen mengadu di kantor polisi di Cirebon. Ceritanya polisi yang menerima pengaduan itu adalah teman satu SMA dulu. Dan blio ini dengan entengnya bilang “tujuan untuk lapor itu apa? Sampe bela-belain begitu? Kalau mau uangnya balik mending ikhlaskan saja.”

Aneh yaaa… Tujuan Via Valen ribet urus sana sini hanya ingin minimal rek penipu diblokir pihak bank, setidaknya si penipu harus tahu bahwa korbannya tidak tinggal diam dan semoga tidak ada korban berikutnya dimasa depan. Urusan uang bisa balik lagi apa nggak itu adalah harapan terakhir.

Tapi kok pelik sekali?

Akhirnya no rekening penipu boro-boro terblokir. Penipu masih bebas berjualan di Carousell dengan akun baru (karena akun lamanya diblokir atas pengaduan Via Valen).

Untuk kalian berhati-hatilah, ada aja para penipu mencari celah.

(Enak ya jadi penipu di negara kita? – Via Valen).

Tentang Hukum yang Berlaku

Disamping keawanan saya mengenai hukum yang berlaku di negara kita tercinta ini. Ada satu hal yang saya percaya bahwa hukum yang berlaku itu masih berposisi paling bawah. Saya atau Anda tidak akan dihukum polisi jika membiarkan tetangga kita mati kelaparan. Kita tidak akan dihukum apabila membiarkan kayu melintang di jalan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kecelakaan. Pada kacamata hukum, kita tidak bersalah.

Setelah tahu ada kasus seperti ini, sudah jelas salah tapi tidak diproses secara hukum membuat pandangan saya terhadap hukum yang berlaku menjadi :

 ahhh sudahlah 🙁

Sepertinya hidup di Bikini Bottom jauh lebih damai ya?

 

You may also like...

8 Responses

  1. amijasmine says:

    Itu ada kalimat’tujuan untuk lappor apa’ Kalo aku jadi via valen rasanya pengen gampar pake sendal. Kekantor polisi mau bikin laporan pak,masa mau pesen nasi goreng??

    • momo taro says:

      Wqwq… ini emang pas cerita sambil kesel kok…
      Saya juga ikut kesel.
      🙄
      😫

  2. Tarjiem says:

    Terus terang, kalau saya gak berani kalau mau belanja online di atas 1 jt. Lah belanja online di atas 100 ribu saja masih mikir.

    Oh ya Mbak terima kasih sudah mengikuti saya di WordPress .com. Tapi yang diikuti blognya saya, blog saya tarjiem.com. Nuhun…

  3. rizzaumami says:

    emang untuk urusan birokrasi kriminal bla bla bla melelahkan … ujung-ujungnya ilmu ikhlas yang dipake..

  4. mfadel says:

    Asmara, begitu panggilannya~
    Asmara, kadang suka, kadang duka
    Asmaraaa, bisa membuat semua orang… tergila-gila~

    Semoga ada polisi atau pembuat kebijakan lain yang mendengar suara-suara ini dan merevisi hukum terkait penipuan ini hingga menjadi lebih baik

    (notes: mau komen di sini agak susah ya. kadang ngesubmit komentar aja gagal. buka hatimu mbak. ikhlaskan)

  5. momo taro says:

    beda ja kalau yang lagi kasmaran sih….
    bedaaaa…..
    selamat… selamattt…. *jabat erat

    halahhh, hatiku selalu terbuka kok.
    terima kasih sudah berkomentar diblog saya yang tidak ramah komen ini… wqwq

Leave a Reply

%d bloggers like this: