5 Cara Mudah Merapikan Kategori Blog Milik Kamu

5 Cara Mudah Merapikan Kategori Blog Milik Kamu – Kadang suka mikir nggak sih apa kategori dalam blog milik kamu itu kebanyakan? Atau malah kurang banyak? Sudah benar belum dalam melabeli tulisan dengan kategori? Memudahkan bagi pembaca atau belum? Kalau saya sih sering kepikiran kalau penyakit detail oriented saya lagi kumat.

Sepenting Apa Sih Kategori Blog dibuat Rapi?

Kalau dipikirkan, sepertinya tiap detail dalam blog itu nggak ada yang nggak penting. Semuanya penting. Kategori yang rapi juga penting, bukan hanya konten. Karena akan memudahkan pengalaman menjelajah blog bagi pembaca kamu. *Emang enak jadi bloger? :p

Baca juga : 7 Cara Memikat Pembaca dengan Paragraf Pembuka pada Blog.

Percuma dong tulisan bagus-bagus tapi susah dicari? Kalau yang tulisannya belum banyak seperti saya mungkin masih mudah ngurusnya. Nah, kalau yang tulisannya sudah ratusan bahkan ribuan gimana? Apalagi kalau blog yang dibuat temanya gado-gado atau istilah kerennya lifestyle. Wajib banget tuh merapikan kategori.

Buat yang tulisannya belum banyak. Cara ini bisa digunakan supaya nantinya blog kamu lebih terstruktur. Karena nantinya jika blog yang kamu miliki sudah cukup konten, membuat halaman daftar isi akan jauh lebih mudah.

Nah, berdasarkan pengalaman saya sejauh ini setidaknya ada 5 cara mudah merapikan kategori dalam blog. Begini caranya.

  1. Jangan Membuat Kategori Lebih dari Sepuluh

Tidak ada acuan angka pasti. Semua relatif. Tapi, saya membatasinya dengan angka sepuluh. Kenapa?

Kalau banyak nanti malah ruwet. Skripsi yang tebal saja BABnya nggak sampe sepuluh kok. Ya kan?

Jadi, kalau kategori dalam blog kamu masih banyak. Coba rampingkan kembali, adakah celah untuk menggabungkan beberapa kategori. Misalnya ada kategori tentang lipstik, liptin, lipcream, lipbalm dalam kategori yang berbeda. Satukan saja jadi Makeup Bibir. *Emang enak jadi cewek :p

  1. Beri Nama Kategori yang Bersifat Umum

Saya pernah sok-sokan membuat kategori yang judulnya “Tali Jiwo”. Bagi yang pernah membaca tulisan Sujiwo Tejo pasti “ngeh” kalau itu adalah tentang puisi. Tapi nggak semua tahu kan istilah tali jiwo yang dipupulerkan Mbah Tejo?

Daripada membuat pembaca bertanya-tanya. Langsung saja tulis kategori puisi. Saya memang layak untuk ditoyor pembaca : )))

Kenapa sih harus yang bersifat umum segala? Kan bagus gitu ada filosofi? Makna tidak selesai begitu saja di permukaan? *eh

Alasan pertama tentu saja karena mudah dicintai mesin pencari. : ))) Nggak usah deh bikin kategori “Resep Kriuk-Kriuk Manja Ala Momo”, buat saja kategori “Resep Kue Kering”. Ingat keyword yahh, ingat. Camkan itu. Kategori yang kamu buat bisa jadi kata kunci ampuh.

Alasan kedua adalah karena untuk memudahkan orang lain memahami. Seperti kasus “Tali Jiwo” tadi. Niat hati ingin memilih kategori tulisan eh malah dibuat bertanya-tanya.

Jadi, untuk pemberian nama kategori haruslah meminimalisir drama. Kagak usah lebay.

  1. Beri Kategori khusus untuk Tulisan OOT/Random

Setelah melihat kumpulan tulisan yang sudah dipublikasikan. Adakah yang terasa bahwa atmosfernya sangat-sangat curhat? Bahkan bisa jadi melenceng dari niche itu sendiri. Tidak apa-apa, pisahkan tulisan-tulisan tersebut dalam kategori khusus.

Saya yakin, seniche-niche suatu blog. Tetep aja ada satu dua tulisan yang bernada curhat. Itu manusiawi :p

Kalau bukan urusan curhat bisa jadi ada tulisan untuk lomba atau tulisan berbayar yang melenceng topik. Nggak apa-apa, rezeki jangan ditolak kan? Seperti sebuah pengakuan.

  1. Lihat Kembali Seberapa Besar Persentase Tulisan dalam Satu Kategori

Cek lagi dan cek lagi. Misalnya ada satu kategori yang memuat hanya 2-3 tulisan dan jumlah keseluruhan tulisan kamu ada 100. Nah, kategori tersebut bisa dimasukkan dalam kategori lain yang sekiranya nyambung.

Misal lagi nih. Kamu punya 5 karegori dan ternyata ada 1 buah kategori yang memuat 50% tulisan kamu. Ada baiknya kamu pecah lagi kategori tersebut.

Kenapa sih mesti cek seberapa besar persentase dalam satu kategori?

Karena, menyediakan konten yang berimbang itu penting banget. Itu menandakan kamu konsisten terhadap kategori yang sudah kamu buat, dengan begitu blog kamu akan terlihat mumpuni dan kece di mata pembaca atau mesin pencari.

  1. Jangan Paksakan tapi Selalu Evaluasi

Kalau blog yang kamu bangun adalah niche blog. Memisahkan tulisan berdasarkan kategori akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan blog gado-gado/lifesyle. Pada kasus blog saya ini misalnya, walaupun masih merangkak, saya sudah tahu kerangka besar dalam kategorinya akan dibuat seperti apa. Tulisan lama mana yang akan saya buang satu demi satu dan mana yang akan saya perbaiki.

Gimana nasibnya blog gado-gado yang sudah terlanjur banyak tulisan?

Jawabannya adalah seperti judul poin kelima ini ; Jangan paksakan tapi selalu evaluasi.

Saya punya satu buah blog gado-gado. Segala macam cara untuk merampingkan kategori sudah saya lakukan. Tapi, tetap saja lebar, tetap gendut, kategorinya lebih dari sepuluh, kurang dari limabelas. Kalau dirampingkan ke kategori lain bisa-bisa saja tapi bakalan nggak nyambung.

Jika saya hapus tulisannya, itu sayang banget karena ada aja yang baca, wqwq. Jadi saya biarkan begitu adanya. Kebanyakan topik sih. Blog gado-gado sih maklum yha.

Hanya saja, saya evaluasi yang akhirnya membuat blog gado-gado saya tetap ada di koridor beberapa kategori. Tidak nambah-nambah lagi. Diet ketat guys.

5 Cara Mudah Merapikan Kategori Blog Milik Kamu Kadang suka mikir nggak sih apa kategori dalam blog milik kamu itu kebanyakan? Atau malah kurang banyak? Sudah benar belum dalam melabeli tulisan dengan kategori? Memudahkan bagi pembaca atau belum? Kalau saya sih sering kepikiran kalau penyakit detail oriented saya lagi kumat. Sepenting Apa Sih Kategori Blog dibuat Rapi? Kalau dipikirkan, sepertinya tiap detail dalam blog itu nggak ada yang nggak penting. Semuanya penting. Kategori yang rapi juga penting, bukan hanya konten. Karena akan memudahkan pengalaman menjelajah blog bagi pembaca kamu. *Emang enak jadi bloger? :p Percuma dong tulisan bagus-bagus tapi susah dicari? Kalau yang tulisannya belum banyak seperti saya mungkin masih mudah ngurusnya. Nah, kalau yang tulisannya sudah ratusan bahkan ribuan gimana? Apalagi kalau blog yang dibuat temanya gado-gado atau istilah kerennya lifestyle. Wajib banget tuh merapikan kategori. Buat yang tulisannya belum banyak. Cara ini bisa digunakan supaya nantinya blog kamu lebih terstruktur. Karena nantinya jika blog yang kamu miliki sudah cukup konten, membuat halaman daftar isi akan jauh lebih mudah. Nah, berdasarkan pengalaman saya sejauh ini setidaknya ada 5 cara mudah merapikan kategori dalam blog. Begini caranya. 1. Jangan Membuat Kategori Lebih dari Sepuluh Tidak ada acuan angka pasti. Semua relatif. Tapi, saya membatasinya dengan angka sepuluh. Kenapa? Kalau banyak nanti malah ruwet. Skripsi yang tebal saja BABnya nggak sampe sepuluh kok. Ya kan? Jadi, kalau kategori dalam blog kamu masih banyak. Coba rampingkan kembali, adakah celah untuk menggabungkan beberapa kategori. Misalnya ada kategori tentang lipstik, liptin, lipcream, lipbalm dalam kategori yang berbeda. Satukan saja jadi Makeup Bibir. *Emang enak jadi cewek :p 2. Beri Nama Kategori yang Bersifat Umum Saya pernah sok-sokan membuat kategori yang judulnya “Tali Jiwo”. Bagi yang pernah membaca tulisan Sujiwo Tejo pasti “ngeh” kalau itu adalah tentang puisi. Tapi nggak semua tahu kan istilah tali jiwo yang dipupulerkan Mbah Tejo? Daripada membuat pembaca bertanya-tanya. Langsung saja tulis kategori puisi. Saya memang layak untuk ditoyor pembaca : ))) Kenapa sih harus yang bersifat umum segala? Kan bagus gitu ada filosofi? Makna tidak selesai begitu saja di permukaan? *eh Alasan pertama tentu saja karena mudah dicintai mesin pencari. : ))) Nggak usah deh bikin kategori “Resep Kriuk-Kriuk Manja Ala Momo”, buat saja kategori “Resep Kue Kering”. Ingat keyword yahh, ingat. Camkan itu. Kategori yang kamu buat bisa jadi kata kunci ampuh. Alasan kedua adalah karena untuk memudahkan orang lain memahami. Seperti kasus “Tali Jiwo” tadi. Niat hati ingin memilih kategori tulisan eh malah dibuat bertanya-tanya. Jadi, untuk pemberian nama kategori haruslah meminimalisir drama. Kagak usah lebay. 3. Beri Kategori khusus untuk Tulisan OOT/Random Setelah melihat kumpulan tulisan yang sudah dipublikasikan. Adakah yang terasa bahwa atmosfernya sangat-sangat curhat? Bahkan bisa jadi melenceng dari niche itu sendiri. Tidak apa-apa, pisahkan tulisan-tulisan tersebut dalam kategori khusus. Saya yakin, seniche-niche suatu blog. Tetep aja ada satu dua tulisan yang bernada curhat. Itu manusiawi :p Kalau bukan urusan curhat bisa jadi ada tulisan untuk lomba atau tulisan berbayar yang melenceng topik. Nggak apa-apa, rezeki jangan ditolak kan? Seperti sebuah pengakuan. 4. Lihat Kembali Seberapa Besar Persentase Tulisan dalam Satu Kategori Cek lagi dan cek lagi. Misalnya ada satu kategori yang memuat hanya 2-3 tulisan dan jumlah keseluruhan tulisan kamu ada 100. Nah, kategori tersebut bisa dimasukkan dalam kategori lain yang sekiranya nyambung. Misal lagi nih. Kamu punya 5 karegori dan ternyata ada 1 buah kategori yang memuat 50% tulisan kamu. Ada baiknya kamu pecah lagi kategori tersebut. Kenapa sih mesti cek seberapa besar persentase dalam satu kategori? Karena, menyediakan konten yang berimbang itu penting banget. Itu menandakan kamu konsisten terhadap kategori yang sudah kamu buat, dengan begitu blog kamu akan terlihat mumpuni dan kece di mata pembaca atau mesin pencari. 5. Jangan Paksakan tapi Selalu Evaluasi Kalau blog yang kamu bangun adalah niche blog. Memisahkan tulisan berdasarkan kategori akan jauh lebih mudah dibandingkan dengan blog gado-gado/lifesyle. Pada kasus blog saya ini misalnya, walaupun masih merangkak, saya sudah tahu kerangka besar dalam kategorinya akan dibuat seperti apa. Tulisan lama mana yang akan saya buang satu demi satu dan mana yang akan saya perbaiki. Gimana nasibnya blog gado-gado yang sudah terlanjur banyak tulisan? Jawabannya adalah seperti judul poin kelima ini ; Jangan paksakan tapi selalu evaluasi. Saya punya satu buah blog gado-gado. Segala macam cara untuk merampingkan kategori sudah saya lakukan. Tapi, tetap saja lebar, tetap gendut, kategorinya lebih dari sepuluh, kurang dari limabelas. Jika saya hapus beberapa kategori, itu sayang banget karena ada aja yang baca, wqwq. Jadi saya biarkan begitu adanya. Hanya saja, saya evaluasi yang akhirnya membuat blog gado-gado saya tetap ada di koridor beberapa kategori. Tidak nambah-nambah lagi. Diet ketat guys. Kesimpulannya apa dong? Jadi, kesimpulan dari 5 Cara Mudah Merapikan Kategori Blog Milik Kamu adalah ternyata nggak mudah-mudah banget. *ditoyor pembaca. *ketawa jahat. Oleh karenanya ketika kamu membangun dan tumbuh bersama blog. Selalu lakukan evaluasi. Buat irama yang pas kapan kamu isi kategori ini dan anu. Jangan pilih kasih. Coba untuk komitmen atas apa yang sudah kamu mulai.*sok banget kan saya? *biarin :p Navigasi yang baik pada sebuah blog sudah menjadi keharusan. Suatu blog punya kategori yang rapi juga suatu keharusan. Selamat berbenah... *dadah dadah

Kesimpulannya apa dong?

Jadi, kesimpulan dari 5 Cara Mudah Merapikan Kategori Blog Milik Kamu adalah ternyata nggak mudah-mudah banget.

*ditoyor pembaca.

*ketawa jahat.

Oleh karenanya ketika kamu membangun dan tumbuh bersama blog. Selalu lakukan evaluasi. Buat irama yang pas kapan kamu isi kategori ini dan anu. Jangan pilih kasih. Coba untuk komitmen atas apa yang sudah kamu mulai.*sok banget kan saya? *biarin :p

Navigasi yang baik pada sebuah blog sudah menjadi keharusan. Suatu blog punya kategori yang rapi juga suatu keharusan.

Selamat berbenah…

karena kategori itu masalah hierarki.

*dadah dadah

17 thoughts on “5 Cara Mudah Merapikan Kategori Blog Milik Kamu

  1. Sebenarnya kategory bisa di delete kok,
    caranya dengan memindahkan atau edit ulang artikel yang berkategory mau di delete ke kategory lain.
    kemudian setelah semua postingan selesai di edit, barulah di delete.
    biar tidak terjadi artikel tidak berkategori saja

  2. Makasih tulisannya mbak Momo, jadi tahu bahwa kategori jg penting untuk dirapikan
    blog ku termasuk yg tdk berimbang isi antara kategori satu dengan yg lain. kayaknya lebih gemuk yang curhat, InsyaAllah kapan2 sy mau rapikan deh, kalau lg gak malas he he

  3. Mbak Mo telah membuka pikiranku. Hahaha. Meski blog curhat sepertinya aku perlu merapikannyaa.
    Terima kasih (lagi)

    *kasih es krim ke Mbak Mo

  4. Jadi nambah ilmu lagi membaca ini.
    Blog saya belum punya daftar isi, kategorinya juga minta dirapikan lagi.
    Kategori dibawah 15 masih bisa ditoleransi dengar2nya 😀

  5. Wah.. kayaknya perlu ngerapiin kategori lagi. Kayaknya gak mudah-mudah amat yaa ngerapiin kategori. :”
    Tapi kayaknya kategoriku kebanyakan dalam satu wadah deh, yaitu ‘omong coro’. :”

    1. 😂😂😂😂

      Ngakak akutu baca komenmu suc.
      Saya juga punya banyak nih stok omongan coro 😂😂😂😂😂

Tinggalkan Balasan