6 Cara Membuat Judul Artikel yang Melibatkan Pembaca

6 Cara Membuat Judul Artikel yang Melibatkan Pembaca

6 Cara Membuat Judul Artikel yang Melibatkan Pembaca – Ada yang aneh nggak dari judul saya? Apa judul saya biasa banget? Eh kok melibatkan pembaca? Kenapa tidak mengesankan atau menarik perhatian pembaca saja? Karena bagi saya mengesankan atau menarik itu belum tentu melibatkan pembaca itu sendiri. Eh gimana? Gimana? Nggak mudeng?

Gini lho maksud saya.

Judul dalam artikel sepertinya sering sekali digunakan untuk menipu pembaca. Ya nggak? Membaca judul artikel zaman now yang begitu bombastis rasa-rasanya udah bikin males buat baca. Terlalu memaksaan dan murahan. Dan itulah yang terjadi di website-website besar. Ada juga yang tulisannya dipecah. Sangat memaksakan pembaca untuk klik-klik berkali-kali. Padahal tulisannya nggak mutu-mutu banget.

Sebegitunyakah nyari duit ya?

Judul memang unsur yang penting dalam tulisan. Judul ibaratnya mata dari sebuah tulisan. Sebuah jendela di mana pembaca bisa mengintip apa yang penulis tuliskan.

Nah Bagaimana Membuat Judul Artikel yang Melibatkan Pembaca?

Sebelum membahas masalah cara-cara. Saya punya pegangan begini ; bahwa hal yang paling utama membuat tulisan (apapun itu) adalah mencoba memahami jiwa manusia. *eh agak berat nggak sih?

Ada apa dengan memahami jiwa manusia?

Coba saja kamu baca cerita, mungkin ada tokoh benda mati di dalamnya, hewan, pohon, robot, bintang, matahari, bulan, kota dll. Dongeng Kancil yang Cerdik misalnya, hakikatnya adalah manusia bukan? Kancil dibuat berpikir dan merasa seperti manusia. Oleh penulisnya diberi jiwa manusia.

Setuju nggak kalau menulis adalah mencoba memahami jiwa manusia? Kalau nggak, tinggalkan saya sendiri. kamu nggak usah hubungi saya lagi : ( hahaha.

Dari sini saya berpikir bahwa menulis judul pun harus sudah “mencoba memahami jiwa manusia”. Judul haruslah melibatkan pembacanya. Bukan malah bikin kok kzl yha.

Setelah saya coba riset dan tentunya sotoy, berikut adalah cara membuat judul artikel yang melibatkan pembaca. Simak baik-baik.

  1. Langsung Sapa Pembaca di Judul

Ada dua jenis, bisa pakai yang umum atau sangat tertarget. Ini penting lho, penulis itu harus tahu target pembacanya siapa. Kepada siapakah tulisan kamu dipersembahkan *tshaaahhh.

Sapaan Umum : Bisa pakai kamu atau Anda. Kalau saya sih lebih suka kamu ((( iyaaaaa kamuuuuu ))). Kalau pakai Anda itu ribet soalnya harus pakai A kapital. *alesan macam apa ini? Kalau pakai Anda juga boleh kok, mungkin tulisan kamu cukup serius. Jadi Anda sudah makan belum? *eh *kan kurang ena.

Sapaan Tertarget : Siapa target bidikan pembaca kamu? Buat sangat spesifik. Kamu bisa menggunakan golongan jenis kelamin, status, pekerjaan, bahkan kecenderungan tertentu. Paham nggak? Gini contohnya…

Kamu yang Sedang Patah Hati, Lakukan 1001 hal berikut Agar Cepat Move On. (tertarget bukan? Bukan tulisan untuk orang yang sedang melamar pekerjaan? Ini adalah tulisan untuk yang sedang patah hati).

Pertimbangakan 10 Hal Berikut untuk Melanjutkan S2 di Luar Negri. (Tertarget. Bukan untuk anak SMA).

  1. Gunakan Angka

Kenapa angka? Apakah karena judul dengan menggunakan angka memang sedang populer? Nggak juga sih. Buat saya angka itu menggambarkan hal yang jelas. Dan pembaca butuh kejelasan, bukan cuma perempuan saja yang butuh kejelasan. 3 cara, 10 langkah, 11 tips dll, sangat jelas bukan pembaca akan digiring ke mana. Akan disuguhkan apa.

Lho wong jin dalam botol pas keluar aja memberikan 3 permintaan pada manusia yang membebaskannya. Masa kamu nggak bisa memberi kejelasan berupa angka :p

1 Cara Ini Membuat Sang Gebetan Mantap Memilih Kamu Menjadi Pasangan. (1 cara lho, mantep kan Mblo? : )))

  1. Manusia dalam Waktu

Kata orang bijak, waktu adalah kehidupan. Waktu begitu menjadi penting dalam gegap gempitanya kehidupan manusia. Betapa manusia mendambakan hal-hal yang begitu cepat. Tapi anehnya sering mengeluhkan tak punya waktu *eh. Begini contohnya.

12 Tips Bagaimana Cara Menguasai Bahasa Korea Hanya dalam Waktu 6 Bulan. (tertaget pada pembaca, pakai kejelasan angka dan ada waktu).

Gimana? Mudah bukan?

  1. Beri Pertanyaan

Manusia adalah jiwa-jiwa yang bertanya *halah. Bahkan diri sendirinya saja ia pertanyakan berulangkali. Begitulah manusia yang terus mencari. Sesekali buatlah judul berupa pertanyaan, namun jangan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya seperti ya atau tidak.

Contoh judul pertanyaan yang kurang baik adalah tulisan saya ini “Kamu Tipe Spontan atau Terstruktur dalam Menulis?” kenapa kurang baik? Karena jawaban sudah jelas pada judul, seperti ya atau tidak.

Tapi saya punya alasan mengapa saya buat judul demikian. Karena tulisan saya yang itu adalah semacam kesimpulan dari dua tulisan sebelumnya. Hahaha paragraf alesan sekaligus promosi terdeteksi.

Contohnya begini : “Blog Kamu Masih Sepi Seperti Kuburan? Mungkin Karena 101 Kesalahan ini pernah Kamu Lakukan.” (manusia memang penuh dengan kesalahan ya cuy?)

Tapi ingat ya. Jangan gunakan judul dengan pertanyaan secara terus menerus. Nanti kamu dikira karyawan baru soalnya nanya melulu.

  1. Pahami Kegelisahan

Segala sesuatu yang tidak jelas muncul sebagai kegelisahan. Sementara orang-orang adalah pencari. Dan zaman sekarang mereka mencari banyak hal di internet. Mereka banyak mencari tentang anu dan anu. Sebagai pembuat konten, kita selayaknya harus memahami kegelisahan orang lain, ikut bisa merasa lebih dahulu.

Tahu iklan bukan? Misalkan ada iklan di TV, wajah-wajah lesu yang sambil kepanasan. Tiba-tiba datang minuman dingin yang mereka minum. Kemudian wajah lesu tadi seketika berubah menjadi gembira dan mangap-mangap.

Begitulah para kreatif di dunia iklan mengasosiasikan kesedihan dan kegembiraan dalam iklan mereka. Bloger sama saja. Lewat sebuah judul, kita bisa langsung menyentuh kegelisahan kemudian menawarkan solusi.

Contohnya : 10 Panduan Menulis Esai Ilmiah yang Baik Beserta dengan Contohnya. (Menyentuh pada kegelisahan seseorang saat menulis esai ilmiah. Solusinya adalah berupa panduan dengan contohnya).

  1. Gunakan Perasaan (lainnya)

Jangan baper dulu, wqwq.

Intinya membangkitkan perasaan manusia, bisa terkejut, penasaran, yakin bahkan empati.

Nah ini juga sih yang dilakukan banyak web besar itu, mempermainkan perasaan manusia dengan judul.  Tapi jatuhnya jadi berlebihan bukan? Bahkan sama sekali nggak nyambung dari isi.

Tugas kita di sini, membangkitkan perasaan manusia lewat judul namun tetap elegen dan tidak memaksa. Senatural mungkin dan tidak berlebihan.

Tidak mudah memang.

Memahami perasaan sendiri aja sudah apalagi memahami perasaan orang.

Yha.

6 Cara Membuat Judul Artikel yang Melibatkan Pembaca

Kesimpulan dari 6 Cara Membuat Judul Artikel yang Melibatkan Pembaca

Apa yang saya tuliskan hanya sebuah “pendekatan” atau sebuah usaha. Mungkin bisa gagal, mungkin juga berhasil.

Judul dalam artikel pada kenyatannya mengalami sebuah tren. Adakalanya judul juga dipengaruhi tren lainnya yang ada.

Lagi musim AADC 2 misalnya. Ada kalimat Cinta pada Rangga : Rangga Apa yang Kamu Lakukan Terhadap Saya Itu Jahat.  Naah bukan tren meme saja. Saat itu ada saja yang menggunakan pola kalimat di atas sebagai judul seperti ; “Wahai Calon Pembeli Apa yang Kamu Lakukan Terhadap Saya itu Jahat”, yang buat biasanya pemilik olshop.

Tren film Dilan belakangan juga demikian, beberapa judul di web besar/blog ada yang mengikuti tren. Bisa saja dong saya nulis judul “Jangan Jadi Tukang Ketik. Ini berat. Kau Tak Akan Kuat. Biar Momo Saja.” Eaaa…

Saya akui lagi. 6 poin yang saya buat di atas juga mengikuti tren judul sekarang yang panjang-panjang itu. Bedanya saya menekankan pada sisi melibatkan pembaca dan mencoba tidak menciderai pembaca. Yha, barangkali juga keenam poin di atas juga masih cetek banget.

Lagi. Saya harus banyak belajar.

Tapi, apapun yang menjadi tren. Saya akan tetap berpegang teguh bahwa hal yang paling utama membuat tulisan (apapun itu) adalah mencoba memahami jiwa manusia.

Bahkan nih membuat outline dengan bantuan rumus 5W 1H juga adalah sebuah usaha menjawab pertanyaan dasar manusia. Sila baca kalau yang belum baca. *sempet-sempetnya promo di penutup. Wqwq…

Sekian. Barangkali ada yang mau menambahkan juga boleh. Mohon bimbingannya : )

5 thoughts on “6 Cara Membuat Judul Artikel yang Melibatkan Pembaca

  1. Sebagai korban clickbait, saya juga kesel sih dengan judul berita media sekarang ini. Ngeselin pokoknya. Hhii

    Saya gak bisa nambahin aih, mba. Karena saya nulis juga make judul sedanya, alias frontal banget. Wkwkwkw
    Btw makasih mba dah berbagi, bisa buat belajar nih.

    1. itu juga sudah nambain kok. (buat judul sejujurnya dengan isi, sesuai zaman sekolah dulu, singkat padat dan jelas).

      sama-sama belajar 😀

Tinggalkan Balasan