7 Lagu Teman Menulis

Perjalanan disebut perjalanan jika yang pergi telah pulang – Momo

Setelah istirahatnya yang terlalu panjang. Yha, akhirnya saya sekuat tenaga untuk kembali mengisi blog ini dengan tulisan-tulisan baru lagi.

Tulisannya aja yang baru. Bagus apa nggaknya jelas belum tentu.

*belum apa-apa sudah begini. *bloger macam apa akutu.

Karena terlalu lama nggak ngutak-atik blog ini. Setelah login, yang dilakukan selanjutnya adalah update plugin anu dan anu. Terus update wordpressnya juga yang sudah masuk 5.02 dan nggak lupa pasang classic editor juga. Soalnya kalau pakai editor yang baru, mendadak jadi gemas sendiri, tetikus dengan spesifikasi mampu dipakai secara brutal pun rasanya ingin kubanting-banting dan dikunyah.

*yhaaa begitulah, emosi bawaannya. *editor blocks ngajak ribut.

Setelah itu saya coba mau ganti theme aja. Cari-cari sana sini dan menetapkan hati.  Jadilah begini. Putih polos kayak seragam sekolah hari senin.

Pekerjaan belum usai. Perlu edit widget, pasang kode html khusus untuk sekadar ada tombol follow kayak punya wordpress.com (bisa seribet ini pakai self host, wkwkw). Selanjutnya, ambil kode iklan  dan dipasang 2 biji. *yha maklum publisher.

Dan masuklah pada kegiatan inti.

Menulis. (mau diisi apa blognya?).

Rasanya aneh. Nulis dikit, hapus lagi. Nulis dikit hapus lagi. Begitulah. kayak orang yang keberaniannya mucul dan tenggelam. Atau kayak ABG yang baru pakai lisptik dan hapus-pasang lisptiknya karena takut dibilang menor.Pokoknya banyak keraguan di sana sini. Ngeblog emang berat.

Bingung memasak bahan tulisan. Akhirnya saya mau ngebahas apa yang sering menemani aktivitas ngeblog. Apalagi kalau bukan lagu. Manfaatnya juga nggak tahu apaan buat pembaca. *nyengir kuda.

Langsung aja. Berikut adalah lagu berbahasa Indonsesia yang paling sering diputar saat nulis. Saya nggak kasih link lengkap  yaaa…

  1. Sendiri Tapi Tak Sepi – Meda Kawu

Tahu Meda Kawu?

Meda Kawu banyak banget ikut serta dalam proyek dalam lagu-lagu Laskar Pelangi. Coba saja cari Meda Kawu – Laskar Pelangi Song Book. Kamu bakalan nemu lagu-lagunya doi. Tapi, Sendiri Tapi Tak Sepi ini bukan lagu LP. Sendiri Tapi Tak Sepi, termasuk single baru tahun 2018 dari Meda Kawu.

Selain suaranya Meda Kawu yang emang mantep banget (kadang mikir agak mirip sama Monita Tahalea nggak sih?). Soal Sendiri Tapi Tak Sepi kayaknya mewakili banget saya di depan komputer. Sendirian, tapi nggak sepi. Soalnya kerjaan di depan mata.

Semacam itu.

Sudah pernah dengar lagunya? Lagu ini super lembut kayak selimut.

  1. Langit Abu-Abu- Tulus

Dalam album monokrom, lagu ini yang paling jahat. Terjahat yang pernah ada. Langit Abu-Abu punya pilihan kata yang berbeda. Kayak dengerin puisi yang kemudian dijadikan sebuah lagu.

Kadang dering masih ada namamu

Beberapa pesan singkat untukku

Entah apa maksudmu, yang kutahu

Sayangimu aku telah keliru

Ayo tulis di buku harianmu

Kelak jelaskan bila engkau punya waktu

Jahatkan? Jahat banget emang. Kira-kira siapa yang bikin Tulus bisa buat lagu begini? 6690 kah? *eeehh bukan blog gosip yaampun.

  1. Tidur- Dee Lestari

Tukang tidur sih suka lagu aja yang judulnya tidur.  HAHA.

Dee dalam Rectoverso emang banyak banget bikin lagu bagus dan saya suka. Tapi, lagu Tidur ini agak beda aja. Tiap denger lagu ini mendadak pengen nangis *cengeng akutu. Mendadak inget drama korea Misaeng episode 4 yang di menit-menit terakhir *lah.

Tidur menceritakan orangtua yang nggak pulang-pulang karena harus kerja cari nafkah. Ketika dia pulang, orang di rumah (anaknya) lagi tidur.

Kucukup bahagia berada di sini. Di sisimu. Memandangmu. Tanpa harus kau tahu.

Pernah pulang saat semua orang sedang tidur? Pernah?

  1. Harmony – Padi

Harmony itu sabun rasa buah-buahan. Tahu ‘kan? 😛

Harmony ada pada album Tak Hanya Diam tahun 2007 *yha saya nyontek di sportify dulu.

Segala kebaikan tak akan terhapus oleh kepahitan. Kulapangkan resah jiwa karena kupercaya ‘kan berujung indah. Kau membuatku mengerti hidup ini. kita terlahir bagai selembar kertas putih. Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai dan terwujud harmony…

Jadi nggak ada tuh pesan-pesan di sosmed yang bilang… “kusuka keributan.”  Momo sukanya harmony… sabun wangi buah.*ahh teteup. Tapi dari The Body Shop.

  1. Kusut – Fourtwnty

Lagu ini ada di album Ego dan Fungsi Otak. Pertama dengernya langsung jatuh cinta aja, karena ada suara hujan di dalamnya. Yha mungkin sih akibat denger awal-awal pas musim kemarau ya? Coba awal dengernya pas musim hujan. Mungkin jadi biasa aja.

Membiru indraku.

Susah payahku melepasku. Terlihat kupalsu. Tanpa rasamu menjamahku.

Tanpa ragamu di sampingku.

Wagelasih. Lagu galau emang mudah diterima di telinga saya kayaknya. Tapi, lagu dari Fourtwnty emang banyak yang bagus. Nggak percaya? Coba denger aja.

  1. Persahabatan-Sherina Munaf

Setiap manusia di dunia, pasti punya kesalahan. Tapi hanya yang pemberani yang mau mengakui.

Setiap manusia di dunia, pasti pernah sakit hati. Hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan.

*auto nyanyi.

Entahlah, kenapa saya masih sering saja denger lagu ini. Mungkin karena dengerin lagu ini selalu membawa saya pada masa anak-anak dulu yang nggak ribet.

Betapa bahagianya punya banyak teman, betapa senangnya. Betapa bahagianya dapat saling menyayangi.

Makin gede… bahagianya harus selalu dieja seperti anak yang baru belajar membaca.

  1. Selamanya Cinta- D’Cinnamons

Lagu lama. Lagu gombal. Berikut kalimat gombalnya.

Andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku, hingga membuat kau percaya. Akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku. Selamanya… selamanya…

Super gombal? yhaaa mosok denger lagu galau terus? Sekali-kali lagu gombal.

Selamanya cinta adalah Ost. Cintapucino. Udah lama banget, tapi suaranya Dodo masih saja terngiang-ngiang di kepala. Nama bassisnya juga dong saya masih ingat, nama panggilannya Laut.

Dodo yang merangkap pembuat lagu di D’Cinnamons juga punya kisah yang unik. Dia pernah buat lagu buat orang yang ditaksirnya saat masih sekolah. Sayangnya, cuma cinta bertepuk sebelah tangan. Sampai dia datang lagi setelah 10 tahun berlalu pada Dodo dan melamarnya.

*salah lapak… *malah bahas beginian…*yha udah lanjut aja.

Kayak cerita makanan kaleng dan penutupnya.

Makanan dalam kaleng diciptakan pada tahun 1810. Lalu pembuka kaleng diciptakan pada tahun 1858. Aneh bukan? Tapi hal-hal seperti itu terjadi. Kadang sesuatu yang berharga datang terlambat. Seperti cinta… seperti kehidupan. *Terhalaaaah…

Kesimpulan dari tulisan ini?

Nggak ada.

Sebuah lagu yang didengarkan kadang nggak memberikan solusi apapun. Sebuah tulisan yang dibaca kadang nggak memberi pembacanya apapun. Kayak tulisan saya yang ini.

Pemanasan nulis. Berasa gagap sumpah…. Heu.

Mungkin kamu juga punya lagu yang menemani saat menulis? Lagu apa? Atau mungkin seseorang.

Ada panas yang tak mampu ditangkap suhu kota. Ia ada dalam dada Sang Tua yang duduk diam dengan secangkir teh yang tidak disaring.

14 komentar pada “7 Lagu Teman Menulis

    • 27/12/2018 pada 11:47 AM
      Permalink

      suka dong sukaaa….

      Balas
  • 26/12/2018 pada 6:48 PM
    Permalink

    Mantaaaaap! Ultraman Taro sudah kembali. Dari semua list lagu yang Mbak Momo sodorin, aku cuma tahu Selamanya Cinta. -_- Beararti music bank ku beneran gak lengkap yak. Ckckck!

    Themenya bagus, Mbak Momo. Cuma aku mau komen aja kok sulit banget. Baca pakai browser, eh sudah baca mau komen gak ada tombol kirim komen. Balik lagi ke wp reader baru bisa. *maaf kritik membangun lho ini.

    Anyway, welcome back to the world of WordPress, Mbak Momo!

    Balas
    • 27/12/2018 pada 11:51 AM
      Permalink

      kenapa saya jadi Ultramen? hahahha…
      yha setidaknya ada yang tahu deh.

      ya begitulah untuk wp.org, biarpun sudah pasang jetpack tetap saja beda sama kemudahan-kemudahan yang didapat pada wp.com.
      bacanya emang di peramban, kalau masalah tombol kirim komentar yang nggak muncul. akan segera mimin atasi *halah mimin opo
      terima kasih sudah berkomentar walaupun sulit. jadi terharu. *ambil tisu.

      Balas
      • 27/12/2018 pada 12:25 PM
        Permalink

        Taro, Ultraman dekade 90-an. Heuheuheu. Coba install disquss atuh.

        Balas
  • 26/12/2018 pada 7:06 PM
    Permalink

    Yg kutau cuma langit abu2nya tulus wkwk. Tapi, kayanya sih cocok sama playlistnya, soalnya ada padi sama sherina munaf yg sama2 musisi fav 😀😀

    Balas
    • 27/12/2018 pada 11:53 AM
      Permalink

      hai lillah terima kasih sudah komen. *harusnya dijabat.

      semoga bisa cocok kedepannya *balasan macam apa ini.

      Balas
  • 27/12/2018 pada 5:18 AM
    Permalink

    Yeaay, akhirnya Momo taro kembali. Selamat dataang lagii. Hahaha

    Lagunya Sherina bikin autonyanyi beneran, terus keinget video klipny yg masih pake seragam sekolah 😀
    Eh, Meda Kawu suaranya emang agak mirip sama Monita ya Mbak.

    Kalau aku lg seneng dengerin Musim-Matisyahdu. 😅

    Balas
    • 27/12/2018 pada 11:55 AM
      Permalink

      ahh ada yang tahu Meda Kawu juga. Serius itu bagus padahal.

      yang ikha bilang belum tahu akutu. coba nanti aku cek di sportify

      Balas
  • 27/12/2018 pada 11:12 PM
    Permalink

    Aku malah sering denger lagu bahasa Jerman sama Westlife kalo lagi nulis blog.

    Balas
    • 29/12/2018 pada 6:35 AM
      Permalink

      Westlife sudah lama banget nggak denger.
      wihhhh bahasa jerman, belum pernah denger sih.

      mong ngomong… terima kasih sudah mampir.

      Balas
      • 29/12/2018 pada 7:53 AM
        Permalink

        Agak mabok sih kalo denger lagu bahasa Jerman, soalnya aku nggak bisa nyanyiin karena temponya banyak yang cepet.

        Iya sama-sama.

        Balas
  • 02/01/2019 pada 8:11 AM
    Permalink

    Dulu mbak, waktu kali pertama dengar lagunya fourtwnty di prambors yg ‘sembiluu berlaluu’ itu kirain yg nyanyi rizal armada wkwkk

    Balas
    • 07/01/2019 pada 6:45 AM
      Permalink

      ehhh iyaaa bener. aagak mirip

      Balas

Tinggalkan Balasan