Ada Saatnya Saya Kesulitan untuk Menulis

Ada Saatnya Saya Kesulitan untuk Menulis – Sebelum tulisan ini benar-benar tayang. Saya sudah membuat dua buah tulisan yang tiba-tiba tidak bisa dilanjut di tengah-tengah tulisan. Sepertinya saya menemukan kebuntuan. Langsung saja saya simpan tulisan itu, karena biasanya akan saya rampungkan jika memungkinkan.

Saya lagi nonton Violet Evergarden di Netflix, baru lima episode. Violet Evergarden adalah anime yang menceritakan tentang boneka kenangan otomatis yang akan menuliskan surat. Yha, surat fisik. Suatu hal yang kayaknya diam-diam telah banyak ditinggalkan.

Violet adalah seorang gadis yang katanya berumur 14 tahun. Ia kehilangan tangannya saat di medan perang dan menggunakan tangan buatan. Setelah tidak bisa kembali ke dunia militer dan kehilangan Mayor kesayangannya, ia belajar dan bekerja sebagai boneka kenangan otomatis.

Boneka kenangan otomatis itu apaan?

Seseorang yang duduk di mesin tik. Mendengarkan kliennya yang bercerita. Kemudian cerita itu dituangkan ke dalam sebuah surat. Boneka kenangan otomatis ini akan menuliskan kata-kata yang sekiranya “pas” mewakili perasaan kliennya.

Di salah satu episode yang saya tonton, rekan dari Violet merasa kesulitan menuliskan surat atau lebih tepatnya tentang perasaannya pada sang kakak yang selamat dari perang. Padahal, rekan violet ini adalah sama-sama berprofesi sebagai boneka kenangan otomatis.

Violet pun membantu menuliskan surat itu. Membantu menuangkan perasaan kliennya dalam bentuk surat.

sumber pixabay

Ahh Ya, Surat Fisik?

Saya kayaknya nggak pernah dapet deh surat fisik seumur hidup. Surat beneran yang dikirim oleh Pak Pos, ada perangkonya dan isinya kata-kata. Gila, parah ya?

Kalau terakhir dan sudah tahunan pernah diberi surat dari google asia pasifik dan itu bukan surat yang gimana-gimana. Tidak menyangkut soal perasaan juga.

Yha kalik apaan? Hahaha.

Pokoknya urusan surat menyurat secara fisik adalah hal asing banget bagi saya. Beda banget sama kirim-kirim email. Itu sudah terlalu sering, dari sekadar tanya-tanya atau kirim tagihan.

Ah Lupakan Soal Surat Fisik

Kembali ke topik boneka kenangan otomatis.

Saya kayaknya butuh deh.

Walaupun menulis adalah hal yang dekat dengan saya. Seperti ketek dan rexona. Seperti anak-anak dan permen yupi. Tapi, banyak hal yang sepertinya berat sekali untuk ditulis.

Tentu saja. Semuanya perihal perasaan.

Kalau kerjaan? Tentu jauh lebih mudah.

Kalau Saya yang Menulis Tentang Perasan Sendiri, Pasti Ada Saja Bagian yang Ditutupi

Bukan tidak jujur.

Tapi, beberapa bagian mengenai hal yang dialami kayaknya sulit banget buat ditulis. Seperti, kalimat yang muncul di bibir tidak menemukan padanan kalimat yang pas.

Yang ada hanya perasaan-perasaan yang melayang-layang di kepala dan nggak karu-karuan.

Kalau iya saya menulis perasaan berdasarkan pengalaman pribadi. Ketika membaca ulang, ada aja yang tidak mampu ditulis.

Ada lagi. Sebuah tulisan yang pengen banget saya tulis untuk seseorang. Tapi seseorang itu nggak akan pernah bisa membaca tulisan saya. Dia bahkan tidak akan mengerti. Kalimat-kalimat yang coba saya susun nyatanya hanya menyesakkan hingga saya hanya menangis di depan lembaran-lembaran kosong itu.

Saya gagal menulis.

Saya gagal membuat jarak antara saya yang mengalami dan saya yang menjadi “boneka kenangan otomatis”.

Niat ingin menulis akhirnya hangus. Saya bersembunyi di balik bantal untuk menangis. Kemudian tertidur setelahnya.

Tapi saya berpikir kembali…

Membutuhkan Ghostwriter untuk menulis surat?

Tapi yang bersangkutan tidak akan membacanya? Tidak akan memahaminya? Tidakkah itu adalah salah satu tindakan bodoh?

Tapi tetap saja, menjadi bodoh jauh lebih baik daripada terlihat menyedihkan bukan?

Waah. Tanya sendiri jawab sendiri.

Buat kalian para pembaca, percayalah ini bukan kisah yangyangan. Bukan cerita tentang cah cinta. Bukan.

Menjadi Jujur dengan Perasaan Sendiri Ternyata Rumit Juga

Manusia memang makhluk yang penuh dengan hal-hal tidak jelas. Sekaligus menakjubkan.

Hai, Boneka kenangan otomatis saya bisa kontak ke mana nih? Haha.

Atau apakah saya hanya membutuhkan seorang pendengar saja?

Kalau iya mau bikin surat, kayaknya bakalan banyak banget orang yang pengen saya kasih surat. Namun, sekali lagi, mengungkapkan perasaan itu terkadang sulit.

Yep. Ada kalanya saya kesulitan menulis, apalagi soal mengutarakan perasaan. Mungkin lebih baik diselatankan saja? atau dibarat dayakan saja? timur laut saja?

Kayak tulisan saya di sini; bagaimana kita mengukur rasa? Ia hanya lewat sejenak, menyentuh, untuk kemudian mengendap dalam memori. Barang kali, hanya jadi imaji nanti.

 

 

You May Also Like

9 Comments

  1. Zaman dulu di India dan Colombia (dan kayaknya juga di banyak tempat di dunia) pernah ada orang yang profesinya penulis surat. Soalnya masih belum banyak yang bisa baca tulis. Biasanya mereka mangkal di pasar buat nunggu klien yang minta dibikinin surat.

    1. eeehh pernah dapat surat dari ikha btw, pendek juga. hahha di dalam paket benih yang sayang banget nggak ada yang tumbuh. sedih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *