Cerita Momo Keuangan Bagaimana Cara (Sok Bijak) Menabung Agar Tidak Boros?

Bagaimana Cara (Sok Bijak) Menabung Agar Tidak Boros?

simomotaro.com Bagaimana Cara (Sok Bijak) Menabung Agar Tidak Boros? – Ngomongin uang nih sob.

Soal Hemat

Ketika dihadapkan dengan orang baik yang kemungkinan akan menolongmu ketika kesulitan? Apa yang akan kamu lakukan?

Makin ke sini, kesadaran saya kalau ketemu atau kenal dengan orang yang saya anggap baik adalah menghemat kebaikannya.

Kebaikan harus dihemat. Karena akan menyusahkan sekali berhubungan dengan orang yang selalu minta bantuan sampai-sampai berkecenderungan untuk nyusahin.

Ingin hati memperdayakan orang lain, malah diperdaya. Sungguh ironi.

Saya nggak mau tuh yang akhirnya malah bikin orang lain susah. Akhirnya pilihan menghemat kebaikan orang lain adalah pegangan saya sampai sekarang. Lakukan dulu, kalau nggak bisa baru minta bantuan.

Kamu bisa melakukan ini? Kalau sudah terbiasa, maka berhemat untuk masalah uang hanyalah masalah teknis saja.

*hiyaaahhh.

Bagaimana Cara (Sok Bijak) Menabung Agar Tidak Boros?

Cara Menabung Agar Tidak Boros?

Pastikan Kamu Punya Uang

Woiyaah kalau kamu nggak punya uang, apa yang kamu hemat? Karena yang sedang kita bahas adalah urusan uang.

Maka jangan kecil hati untuk kalian yang hidupnya pas-pasanan termasuk saya karena urusan menghemat adalah urusan yang memang organik, dilakukan memang karena tidak ada pilihan lain.

Beruntunglah kalian yang tidak punya pilihan untuk urusan ini. Kalian bisa stop baca di bagian ini.

Tapi alangkah baiknya jika kalian baca sampai akhir, supaya blog saya bagus distatistiknya. Sungguh, kali ini saya tidak mau menghemat kebaikan kalian.

Sungguh.

Tidak Mudah Terganggu dengan Promo

“Hanya hari ini kamu akan dapatkan….”

Seolah kamu menjadi bagian spesial di hari itu. Padahal tidak.

“Mbak mau tebus murahnya?”

Terus kamu beli barang yang menurut kamu murah, padahal ini strategi supaya kamu mengeluarkan uang lebih banyak.

Entah sudah berapa banyak kalimat promo kita dengar, baca, atau bahkan terhanyut di dalamnya melebihi kekuatan sajak-sajak para penyair.

Emmmm…

Kalau kalian punya aplikasi macam-macam toko online di ponsel. Di hari mendekati tanggal gajian atau pas musim gajian. Notifikasi promo biasanya datang seperti tetesan hujan yang kompak sekali datangnya.

Tetaplah waras. Anggap saja notifikasi itu dari orang yang sangat menyebalkan sampai kamu berdoa pada Tuhan bahwa kamu tidak mau diperkenankan bertemu dengannya.

Berpuasalah pada promo. Karena kita hidup pada zaman penjual ingin dapat untuk sebanyak-banyaknya dan pembeli seperti kita punya harapan besar untuk mendapatkan harga serendah-rendahnya.

Promo adalah bahasa yang paling renik.

Camkan itu.

Bagaimana Cara (Sok Bijak) Menabung Agar Tidak Boros?
celeng celeng dan celeng

Berhati-hatilah Menerjemahkan Keinginan

Kita menjadi bukan diri kita karena terlalu banyak lapis keinginan. *ohh jangan pakai bahasa beginian. Nggak boleh. Nanti tulisan saya dibilangnya berat.

Begini.

Nobita seringkali merengek pada Doraemon agar keinginannya dipenuhi. Ingin ini ingin itu banyak sekali…. semua-semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan dengan kantong ajaib…

Bagaimana? Sudah nyanyinya?

Lalu apa ujung dari kisah Nobita yang keinginannya terpenuhi?

Seringkali Doraemon memberi “wejangan” pada Nobita tentang limitasi alat yang ia miliki. Tapi Nobita terus menerus menggunakan alat Doraemon tanpa kebijaksanaan. Ujung-ujungnya kerepotan juga.

Keinginan bisa menjadi api yang membakar.

“Mo? Lagi bikin sajak?”

Eh itu siapa yang nanya?

*Dahla… Intinya nih, keinginan memang hal yang wajar tapi harus dipertanyakan dengan baik.

Contohnya, ketika kamu ingin eek. Coba tanyakan ke diri kamu, apakah itu benar-benar keinginan?

Kalau urusan yang begitu-begitu saja tidak kamu pahami betul. Maka menerjemahkan keinginan akan sesuatu di luar diri kita harus terus dipertanyakan kembali.

Dengarkanlah Kebutuhan

Karena dengarkan curhatku tentang dirinya, betapa anehnya tingkah lakunya adalah sepenggal lagu dari Viera.

Maka dengarkanlah… Kebutuhanmu. Karena itu adalah OST wajib yang harus ada dalam kisah hidupmu.

Kalau dipikir, kebutuhan manusia yang hanya debu dalam semesta ini sebenarnya tidak banyak, sandang, papan dan panggan bila diterjemahkan dengan prinsip kebutuhan, maka akan sederhana saja.

Sandang menjadi kebutuhan awal karena manusia membutuhkan pakaian untuk menjaga martabat mereka, supaya tidak malu. Kebutuhan akan sandang pada prinsip pakaian bersih dan mampu melindungi diri dari malu sudah cukup.

Urusan model, warna, merek, akan jadi nomor sekian.

*industri fashion akan menangis membaca tulisan saya.

Ada hal menarik lagi nih saya saya dapat dari lingkungan sosial yang saya amati. Zaman now, orang suka banget sama makan. Banyak orang rela pergi jauh hanya untuk makan makanan yang diinginkan. Ada segelintir orang yang makan makanan tertentu dengan harga fantastis. Beberapa orang ketika terganggu dalam masalah hidup larinya ke makanan. Siapa nih yang begini?

Industri makanan sering berganti wajah tapi tetap “laku”.

Konten orang makan aja yang nontonnya banyak.

Seringkali nggak paham sama manusia. Itu makanan segitu banyaknya kok muat?

Adalagi kasus restoran yang memecat karyawannya apabila kepergok memakan makanan sisa pelanggan (di drama korea My Mister ada cuy).

Ckckk…

Dari beberapa media yang saya baca, Indonesia mengalami darurat sampah makanan. Bayangkan saja, banyak makanan yang terbuang menjadi sampah. Katanya kurang gizi? Tapi banyak membuang makanan?

Bingung lagi saya.

Ketika pangan masuk kebutuhan dasar nomor tiga. Maka lapar sedikit-sedikit adalah suatu kewajaran bagi saya. Sedikit-sedikit memuasakan diri terhadap makanan menjadi hal wajar. Meski sempat ada di posisi nggak bisa makan karena nggak ada uang.

Soal makanan. Saya pegang sebuah mantera.

Di dunia yang masih ada kisah kematian karena kelaparan, menjadi kenyang adalah tindakan pembunuhan.

Itu untuk saya. Mungkin tidak berlaku untuk pembaca sekalian.

Cara Menabung Hanyalah Masalah Teknis

Kita akan dengan mudah menemukan cara-cara yang berkaitan erat dengan langkah-langkah yang konkret. Misalnya menyisihkan uang sebesar 10 persen dari pendapatan. Membuat perencanaan yang jelas sampai masalah di mana kita menyimpan uang.

Biasanya yang paling disarankan adalah menyimpan uang dalam rekening yang berbeda.

Semua hal di atas adalah masalah teknis. Segala yang melekat alangkah lebih baiknya dipikirkan kembali tergantung keadaan dan kepercayaan masing-masing.

Lah ‘kan ada tuh yang tidak percaya menaruh uangnya di bank? Atau membuat uang yang disimpan dikonversikan sebagai emas batangan.

Semua orang berhak menentukan gaya menabung mereka sendiri atau bahkan tidak menabung sekalian. Tapi semuanya haruslah berlandaskan kesadaran dan tentunya keadaan.

Ada orang yang berpandangan menabung bukanlah tindakan yang harus dilakukan, baginya menabung adalah jenis kekhawatiran akan masa depan, sedangkan ia percaya bahwa tidak makan besok adalah sudah menghina Tuhan.

Ada yang begitu.

Ada banget.

Ada-ada aja.

Di dunia ini ada orang yang macam-macam.

Kesimpulan Bagaimana Cara (Sok Bijak) Menabung Agar Tidak Boros?

Pelajari diri sendiri yang berkaitan dengan pendapatan dan bagaimana pengolahannya.

Jangan sampai terjebak pada irit padahal kikir.

Jangan terjebak pula pada kedermawanan hati yang sebenarnya adalah tindakan boros.

Ribet. Saya juga masihbelajar menemukan formulanya.

Apakah saya harus jadi Pankton yang mencuri formula pada Tuan Crab?

Sekian saja tulisan saya.

Buat yang mau boros dengan trakteer saya di sini. Boleh banget.

Hahhaa.

7 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *