Begini Rasanya 9 kali “Dikatain” Membuat Konten Terlarang oleh Google

Dear Google, hahahha… ahhh kau ini, mikir kotor terusss!!!!!

Begini ceritanya. Ketika sebuah blog ditautkan dengan iklan dari google (yang dibahas kali ini adalah adsense), maka publisher sudah tahu betul bahwa google menerapkan buanyak sekali rambu-rambu yang harusnya dipatuhi untuk membuat sebuah konten.

Tidak boleh begini… tidak boleh begitu. Untuk blog begini…. Untuk youtube begini… kebijakannya panjang banget cuy… *sila cari tahu sendiri kalau penasaran.

Ini pengalaman pertamanya.

Suatu ketika, saya membuka laman salah satu tulisan saya dan ada yang janggal. Janggal karena iklannya nggak nongol, padahal sudah tayang sekitar beberapa jam yang lalu. Hati memang bertanya-tanya. Tapi saya diamkan saja. Barangkali nanti bakalan nongol sendiri kalau sudah benar-benar “dirayapi”.

Kemudian, esok paginya saat buka email. Ada email yang bilang bahwa saya melakukan pelanggaran. Untuk lebih jelasnya saya harus buka dasbor google adsense.

Sempet panik dan langsung login. Setelah dilihat, ada satu laman yang dikatain google mengandung konten dewasa. Akibatnya adalah iklan nggak bisa tayang di laman tersebut.

Langsung bingung.

Dewasa dari mananya sih? Kalimat mana? Gambar mana?

Karena terlalu yakin tulisannya tidak mengandung hal-hal yang dituduhkan, saya langsung meminta peninjauan ulang. Saya diminta menunggu 1×24 jam.

Nggak sampe nunggu seharian, iklan sudah tayang kembali dan email pemberitahuan dikirimkan. Katanya saya nggak melanggar. Tidak ditemukan pelanggaran kebijakan di halaman tersebut.

Iklan tampil lagi. Masalah selesai.

Untuk yang kedua kalinya!!!!!

Ingin saya menyanyi…

Kali kedua, tuduhan yang samaaaa…. samaaa keselnyaaaaa… *Bukan Raisa tapi Raiso.

Yha. Saya kena lagi. Satu laman melanggar dan katanya lagi-lagi dikatain konten dewasa.

Kali ini saya periksa baik-baik tulisannya. Barang kali kejadian mengetik mengontrol yang jadinya menganu kejadian lagi. Dengan kekuatan mata yang berakomodasi maksimal, lagi-lagi saya nggak nemu kalimat aneh.

Minta pengajuan peninjauan lagi.

Dan jelas dong. Saya nggak melanggar. Tuduhan tersebut nyatanya sama sekali tidak terbukti.

Ketiga kalinya hingga kesembilan *akankah saya dapat piring cantik?

Sepanjang saya bermitra dengan google *halah bahasamu. Sudah sembilan kali saya dituduh dengan alasan yang sama. Dikatain konten dewasa cuy.

Saya pernah baca salah satu artikel yang bilang jangan pernah meminta peninjauan kembali kalau tulisannya belum dibenahi.

Nyatanya? Saya nggak edit ulang dong. Langsung minta peninjauan dan saya lepas dari tuduhan yang dimaksud.

Rasanya 9 kali “Dikatain” Membuat Konten Terlarang oleh Google?

Awalnya panik, tapi selanjutnya biasa aja.

Coba dikatain cinta yaaa pasti nggak pernah biasa.

*yak ampun dahhh.

Curhat sana-sini!!!

Kejadian tuduhan yang berulang kali dialamatkan kepada saya, tentunya jadi bahan curhat. Eehh komentar yang muncul dari pada sobat sambat malah begini.

Jangan Tanya Kenapa Ada Kim Nam Gil di sini……….

“APA KABAR KIMI HIME???? KIMI HIME GIMANA DONG, AKU JADI KHAWATIR SAMA DIA!!!!!!” (Kadal, 20 tahun).

“RASAIN LUH.” (Mbak-Mbak Bos Gas LPG, 29 tahun).

“Google punya algoritma baru kayaknya, bisa membaca pikiran publishernya yang paling dalam.” (Jagoan Neon, 30 tahun).

“Udah, kamu kayaknya bakat nulis konten dewasa. Itu perlu diasah aja.” (Oli Samping, 25 tahun)

*monggo kalau mau ada yang nambahin, wahai sobat sambat.

 

10 komentar pada “Begini Rasanya 9 kali “Dikatain” Membuat Konten Terlarang oleh Google

Tinggalkan Balasan