Cerita Momo Seputar Blog Cara Membuat Blog Dapat Kunjungan Minimal 150.000 Perbulan

Cara Membuat Blog Dapat Kunjungan Minimal 150.000 Perbulan

Cara Membuat Blog Dapat Kunjungan Minimal 150.000 Perbulan = Tidak ada jaminan bahwa cara-cara yang saya lakukan akan membuahkan hasil yang cemerlang. Hanya saja, saya pengen membagikan beberapa hal yang pernah saya lakukan untuk meningkatkan pengunjung.

Kadang saya merasakannya seperti tindakan bodoh. Tapi, seiring berjalannya waktu, ada kepuasan tersendiri di dalam dada. *tsah.

Kenapa angkanya 150.000? kenapa nggak lebih dan nggak kurang?

Buat kamu yang mau menjalani ngeblog bukan hanya iseng doang, tapi juga mendapatkan penghasilan dari sana, maka angka 150.000 perbulan setidaknya harus kamu lewati. Syukur-syukur bisa lebih dari itu.

Beberapa hal kayak DA dan PA juga sangat memengaruhi. DA biasanya minimal 10. Blog saya ini DA-nya masih tipis, hanya 10. Mungkin punya kalian lebih gede daripada saya.

Jangan lupa juga, gunakan domain yang sudah TLD.

Kalau mau murah kamu bisa membeli domain kemudian pakai blogspot. Pikirkan kembali untuk sewa hosting agar tidak menyesal di kemudian hari. Sewa hosting makin tahun biasanya makin mahal aja.

Sudah siap?

Mari dibedah.

Pertama. Mulai dengan Topik yang Terstruktur

Campuran masih boleh. Tapi setidaknya ada topik andalan dan mayoritas di blog kamu. Yah namanya aja manusia, boleh OOT dikit.

Blog yang temanya gado-gado bukannya nggak bisa berkembang. Tapi di sini kita ngomongin pasar yang tertarget. Akan sangat bijaksana kalau tema blog yang kamu buat nggak lari-lari.

Contoh tema blog yang nggak banget adalah blog simomotaro.com. Temanya sering lari-lari tapi orangnya nggak kemana-mana. *halah.

“Tapi Kak Mo, ngeblog pakai topik yang seragam itu susah Kak, nanti kering ide di ujungnya.”

Oke, kalau gitu ada cara lainnya. Pakai rumus dibawah ini.

Pelajari Dulu Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan

Saya pernah menantang diri saya sendiri.

Dalam satu hari di satu blog, saya harus membuat 5 buah tulisan baru, yang katanya biasanya lebih dari 600. Temanya nggak boleh jauh-jauh dari hal yang saya kuasai.

Saat itu saya memutuskan menulis di pagi, siang, sore, tergantung sama waktu luang dan ide muncul. Malamnya sekitar pukul 12 malam sampai jam 6, saya baru post ke blog.

Kenapa demikian?

hanya pemanis. males masukkin foto. takut kebanyakan sumber yang dipakai

Karena saya nggak punya kuota selain kuota malam.

Setragis itu kuota yang saya miliki pada masa itu. Beda sama kalian-kalian yang kuotanya melimpah.

Saya berhasil membuat tulisan sebanyak 150 dalam satu bulan. Setelahnya saya refleksi tindakan saya. Di topik mana saya nggak pernah kering ide yang kalau bisa sejalan dengan pembaca yang bisa saya jaring.

Di situlah saya akhirnya menemukan niche yang tepat untuk kedepannya.

Saya juga menemukan topik mana yang bisa langsung mencuri perhatian dan topik mana yang biasanya punya pengunjung stabil.

Kedua. Masalah Tampilan Sob! Pakai Theme yang Ringan Juga

“Min, jangan pakai theme ini deh. Nyarinya susah!!!”

Begitulah saya yang dipanggilnya mimin dimana-mana. Sampai kadang saya lupa nama saya siapa. Hidup saya terlalu punya banyak nama. Tapi lebih sering menjadi nama yang dilupakan. *yah.

Tapi “suara-suara” itu juga merupakan suara masukan yang bagus. Gunakan theme premium, kalau mau yang legal langsung di wp biasanya mahal.

Kalau mau yang murah biasanya tema yang buat bloger. Masangnya buat yang nggak biasa otak atiknya bikin mules.

Saya bahkan pernah menyerah pakai blogspot. Wp buat pemula memang terbaik sih.

Tapi ada yang paling penting, yaitu nomor 3.

Ketiga. Sadarilah Kamu Berjuang dengan Siapa

“Konten tetaplah raja.”

Kamu ngeblog sama siapa? Sendirian? Maka sadarilah kamu sendirian.

Kita ngomongin media besar dulu ya sedikit.

Zaman sekarang, media besar menulis apapun, bahkan yang biasanya hanya ditulis oleh blog-blog biasa. Media besar memang sangat kencang gaungnya di mesin pencarian di halaman pertama sangat sulit digeser. Mereka sangat pro dengan ilmu SEO, punya modal besar, bisa pakai cara marketing macam-macam, dll.

Media besar, seringkali main-main di permukaan. Yang mereka jual biasanya hal-hal tentang kemasan. Konten mereka sering sekali ditunggangi oleh kepentingan. Jangankan media, itu influenser aja kalau membagi konten, ujung-ujungnya cuma gimik. Netizen kebagian ributnya doang, mereka yang cuan, karena di situ ada keramian, di situ ada uang.

Di sinilah kesadaran bahwa kamu sendirian bisa berguna.

Main-mainlah dalam kedalaman. Kebebasan punya media sendiri adalah wujud kemerdekaan. Kedalaman itu bukan sesuatu yang bikin sumpek. Bukan sesuatu yang bisa ditarik ulur sampai panjang.

Bangun kekuatan menulismu diantara keributan tentang dunia yang bikin sumpek.

Menulis dengan kedalaman itu butuh kecerdasan spiritual sob. Jangan tanya gimana, karena saya juga nggak tahu jelas. Ranahnya bukan ranah teknis.

Lain soal kalau kamu buat blog bareng-bareng. Diskusilah. Manfaatkan temanmu dengan baik. Berdayakan, jangan diperdaya.

Keempat. Konsisten dan Sabar

Tahu nggak?

Kadang ngeblog itu rasanya sudah seperti berjalan jauh. Padahal rasanya kita nggak kemana-mana.

Kadang, kamu nulis banyak sekali. Tapi blognya belum benar-benar berjalan menemukan pembacanya.

Jadilah penulis yang bikin penasaran. Setidaknya kalau ada yang suka sama tulisanmu di satu sisi, dia akan rela cari tahu tulisanmu yang lain.

Lumayan, ada pembaca yang terjebak. *eh

Sabar aja. Tulisanmu yang sudah susah payah dibuat itu akan menemukan pembacanya. *ini sebenarnya menasehati diri sendiri.

Konsistenlah. Karena nggak semua orang bisa menyanggupi hal ini.

Saya pernah nulis, lupa dimana, kalau blog biasanya makin tua, makin jadi. Ada komentar yang bilang hal itu “nggak juga” karena tetaplah konten yang dicari.

Benarkah?

Kembali ke konsistensi. Apabila blognya punya integritas, makin tua makin jadi adalah sebuah kewajaran. Dari awal tahun sampai tulisan ini dibuat, saya setidaknya sudah mendapatkan 10 tawaran kerjasama yang tentunya nggak semuanya saya ambil.

Tawaran kerjasama ini meningkat tiap tahunnya, padahal kalau bisa dibedah secara statistik pengunjung, banyak blog saya menangalami penurunan pengunjung setelah pandemi.

Kelima. Berdoalah.

Yah. Berdoa saja.

Sambil menikmati kekurangan-kekurangan yang dialami.

Kurangnya pengungjung kalau belum 150.000 ya dinikmati saja. Tulisan yang biasanya banyak pembaca kemudian nyungsep yaaa dinikmati saja. DA PA yang sudah kepala 2 kemudian jadi kepala 1 lagi ya dinikmati saja.

Belum bisa membuat tulisan sampai tuntas yaa belajar. Belajar nulis sampai selesai dengan kesimpulan paling tidak.

Nah ini tulisan saya sampai di kesimpulan.

Kesimpulan Cara Membuat Blog Dapat Kunjungan Minimal 150.000 Perbulan

Tidak pernah ada cara baku yang sistematis seperti merakit sebuah lemari dengan caranya yang sudah tertulis di lemar cara instalasi.

Intinya, jangan setengah-setengah, jadilah serius dengan apa yang telah kamu mulai.

Dan nikmatilah perjalanannya, 150.000 hanyalah angka.

Setialah pada prosesnya. Buat ramuanmu sendiri.

Menulis, bagaimanapun juga, adalah cara mempelajari diri sendiri.

3 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Comment

  1. Wahh…pengen banget aku konsisten nge blog kak, plus dapat penghasilan juga…tapi kayaknya itu masih angan angan saja…:'(

    Oh, iya kak tulisannya bagus banget…👍👍