Cerita Momo Seputar Blog Cerita Ngeblog Dulu Sampai Sekarang

Cerita Ngeblog Dulu Sampai Sekarang

Cerita Ngeblog Dulu Sampai Sekarang

Dulu.

Pas zaman awal-awal ngeblog. Saya tinggal buat blog kemudian diisi dengan segenap gegap gempita perasaan membuncah ketika menulis.

Semangat berkobar pokoknya. Kemudian nggak mikir-mikir banget soal ada yang baca ataupun komentar.

Waktu berlalu. Sampai semangat yang berkobar itu entah kemana perginya.

Semangat ngeblog memang pasang dan surut tapi jarang susut. Mencoba menulis kembali, dapat satu dua perhatian dari pembaca dan mulai senang.

Sampai bertekad untuk “selalu bagus” dalam nulis. *padahal mbuh banget.

Manteng statistik pengunjung pun jadi “klik pertama” ketika mengecek blog. Pokoknya mulai kecanduan dengan perhatian yang diberikan orang lain.

Menyenangkan rasanya ada yang menyadari kalau kita itu “ada”.

Kemudian uring-uringan kalau perhatian tadi berkurang.

Memang Naik dan Turun

“wow. 6000 klik? Kok bisa? ini kalau semua orang mampir ke rumah saya. pasti rumah saya rubuh.”

Ucap saya dalam hati.

Padahal yaaa nggak gitu juga. Yakalik saya nerima “tamu” 6000 dalam satu waktu.

Saya menganggap diri saya keren saat itu.

Kemudian nggak keren lagi.

Perasan happy dapat banyak pengunjung sudah nggak bikin saya happy lagi.

Apalagi tahu sendirilah, Naik dan turunnya pengunjung itu wajar banget.

Ingin Ini dan Itu

Nanti saya mau ganti tampilannya jadi begitu.

Nanti nulis di sini sekian hari. Nulis di situ sekian hari.

Pokoknya ada aja yang saya inginkan.

Namun, semuanya tidak mudah. Wujud konsistensi masih mau nulis di blog aja udah syukur banget deh saya.

Sekarang. Saya Sedang ditahapan Tidak Begitu Peduli

Saya nggak pasang jetpack di blog saya ini dan yang lainnya. Alasannya sederhana. Error. Nggak bisa install dan saya enggan mencari solusinya.

Saya juga tidak ngintip laporan pengunjung yang sering dilaporkan oleh google “apatuh namanya lupa” hahha.

Tetep senang ketika muncul email ketika pembayaran bisa dilakukan di akhir bulan. Tetap senang aja dapat duit dari ngeblog.

Tapi untuk ukuran banyaknya pengunjung. Saya lebih ke arah menikmati saya yang bisa dinikmati saat ini.

Target saya nggak muluk-muluk.

Masih bisa menyirami blog dengan tulisan baru juga sudah bagus.

Intinya, saya masih belajar dan bekerja. Apapun yang terjadi dalam hidup saya di belakang atau perasaan yang sedang saya rasakan.

Sob, saya pernah ada di titik di posisi ini karena “dibayari” oleh pembaca-pembaca saya. Terus saya mencampakkan mereka gitu?

Sudah tahu rasanya dicampakkan itu nggak enak. Jadi, tentu saja tidak saya lakukan.

Lewat Blog

Sekitar lima sampai enam tahun belakangan. Saya bersyukur banget. Lewat kebanyakan waktu yang saya alami sendirian saat menyirami blog dengan tulisan, ada diri saya yang mengalami, ada diri saya yang sedang mengamati diri saya.

Pada hidup yang begitu pendek, saya cukup bahagia punya ruang-ruang kecil tempat saya berbagi.

Entah manfaatnya bisa benar-benar ditimba oleh orang lain atau belum. Di mana tulisan pernah ditorehkan, pada dasarnya saya sedang mencoba menjaga kewarasan diri di dalam dunia yang begitu bajingan ini.

Pada proses menulis. Banyak perasaan yang tertuang lebih jujur daripada keadaan yang terlihat. Beberapa hal cukup tervalidasi dengan baik, soal kesedihan juga banyak.

Penutup

Tiap orang punya perjalanan sendiri-sendiri dalam ngeblog.

Ada yang entah pergi ke mana. Blog lenyap. Tulisan lenyap. Jejak lenyap.

Ada yang blognya masih ada. Tapi penulisnya sudah berpulang pada Tuhan.

Ada yang blognya masih ada. Tapi dilupakan penulisnya begitu saja. Semudah melupakan orang yang tidak pernah kita cintai.

Lalu. Sebab saya begitu mencintai diri saya sendiri. Saya masih menulis.

Hih.

20 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

3 Comment