Charlotte’s Web, Buku Anak yang Menyedihkan?

Charlotte’s Web, Buku Anak yang Menyedihkan? – Sebuah drama berjudul Matrimonial Chaos membawa saya ke dalam Charlotte’s Web baik dalam wujud buku ataupun filmnya. Tapi kok saya nggak mau buru-buru ngomongin bukunya, tapi mau ngomongin sebuah cerita yang membawa saya pada Charlotte’s Web.

Matrimonial Chaos (Versi Korea) membawa saya ke….

Tahun 2018, entah sudah berapa drama korea yang saya tonton. Beberapa diantaranya ada drama yang “ngena” di hati dengan segala macam ceritanya. Salah satunya adalah Matrimonial Chaos. Sebuah drama adaptasi dorama yang sepi penonton hingga menyebabkan ratingnya buruk.

Matrimonial Chaos barangkali adalah drama yang selalu dikomentari dengan komentar berbau fisik di mana katanya peran utama perempuan nggak cantik dan nggak muda. Pemeran utama lelakinya juga nggak ganteng. Malah pasangan pendamping jauh lebih enak dilihat. *yah Netizen memang suka begitu.

Bae Doo Na (yang dikatain tuir dan nggak cantik itu) memerankan Kang Whee Roo. Berkali-kali ia membahas tentang Charlotte’s Web. Tentang mimpinya yang mau jadi penulis buku anak dan terwujud. Charlotte’s Web adalah buku anak-anak kesukaan Kang Whee Roo. Whee Roo mengatakan buku itu berbeda dengan buku anak kebanyakan, karena berakhir menyedihkan.

Kalau kalian suka nonton tayangan original Netflix, pasti nggak asing sama wajahnya Bae Doo Na. Dari sense8, Persona, Kingdom, doi main jempolan, tidak kaleng-kaleng. Bae Doo Na sendiri masih amat sangat kece di mata saya.

Matrimonial Chaos sendiri menceritakan kehidupan keluarga, pasangan yang menikah dan bertemu dengan masalah. Tentang bagaimana mereka berpisah, saling tidak memahami, dan diam-diam menemukan hal baru setelah jadi mantan. Dikisahkan mengenai karakter seseorang kadang terlihat lebih jernih ketika sudah berpisah. Karena semakin kita dekat dengan seseorang, semakin sukar kita mengenalnya.

Yha, Kang Whee Roo pernah bilang, “I love him, but I don’t like him.”

Baiklah, kita ke bukunya saja!

Judulnya Charlotte’s Web, ini buku klasik. Ditulis oleh E. B. White, diterbitkan tahun 1952. Dikisahkan lahirlah seekor babi yang lebih kecil dibanding yang lainnya. Karena ukurannya kecil dan nampak lemah. Babi ini susah untuk ikut menyusu ke induknya karena suka nggak kebagian puting.

Charlotte’s Web

Sang pemilik akan memotongnya dengan alasan itu. Kemudian anak kecil bernama Fern menyelamatkannya, diberikanlah nama Wilbur pada sang babi. Fern punya kalimat kuat saat menyelamatkan Wilbur. “Apakah ayah akan memotongku jika aku lahir dengan tubuh kecil?” *keknya gitu sih, agak lupita.

Fern bertanggung jawab atas bayi babi. Ia mengasuhnya bahkan membawanya ke sekolah dan mendapatkan masalah. Usai babi sedikit lebih besar. Orangtua Fern mengharuskan Fern menaruh babinya di lumbung, alias kandang. Bersama dengan hewan ternak lainnya.

Wilbur yang ceria pengen banget punya teman. Tapi kuda, angsa, domba dll yang ada dalam kandang agak susah untuk diajak berteman. Hingga ada laba-laba bernama Charlotte yang mau banget temanan sama Wilbur.

Datanglah masalah baru, ada desas-desus bahwa Wilbur akan masuk ke rumah pengasapan. Wilbur terancam nggak bisa melihat salju saat natal soalnya mau digorok. Kemudian dengan kekuatan jaring laba-labanya, Charlotte menyelamatkan Wilbur dari rumah pengasapan.

Kata demi kata dirangkai untuk melindungi Wilbur. Manusia yang melihat kalimat yang dipintal dengan jaring laba-laba menjadi takjub.

Satu kata tak cukup. Kata lain dimunculkan di hari yang lain hingga peternakan menjadi ramai pengunjung. Sampai Charlotte membuat kata terakhirnya sebelum tenaganya habis.

*lah spoiler.

Charlotte’s Web, menyedihkan seperti kata Kang Whee Roo?

Charlotte’s Web

Saya nangis pas nonton filmnya (dengan judul yang sama) di Netflix. Haduuuu, lemah sekali hati ini.

“After all, what’s a life, anyway? We’re born, we have a little while, and we die.”

Di sini tulisan tentang kematian.

Pertama sih saya agak heran kenapa judulnya nggak Wilbur. Ternyata, peran utama memang Charlotte Si Laba-laba betina. Sebuah buku anak yang membawa saya pada pertanyaan, di kehidupan yang pendek ini, bagaimana kamu membuat hidupmu bermakna?

Charlotte saja bisa menyelamatkan hidup temannya dengan hanya satu atau dua kata tiap ia menulis dengan jaring-jarinya. Bagaimana denganmu?

Baca Juga : Pemimpin yang “Tuhan”.

Penutup sebelum kelupaan mau nulis apa.

Kang Whee Roo berpisah dengan pasangannya Jo Seok Moo.

Wilbur berpisah dengan sahabatnya Charlotte.

Pernikahan adalah salah satu cara manusia hidup bersama. Begitu pula dengan persahabatan. Lalu, seberapa pun kamu menyukai seseorang, akhirnya akan berpisah juga.

Saat kamu begitu menyukai salah satu pensil warna. Kamu akan cenderung menggunakannya lebih sering. Hingga tanpa sadar, pensil itu adalah pensil warna yang paling cepat habisnya.

Kalau ngelihat dari sisi pensil warna memang jadinya menyedihkan. Berpisahan dengan Charlotte memang menyedihkan.

Tapi bagaimana kalau geser sedikit perspektifnya.

Charlotte menggunakan tenaga dan jaring-jaringnya hingga kata terakhirnya sebelum ia teramat lelah dan tidak bisa ikut pulang bersama Wilbur ke peternakan.

Jika perpisahan diartikan sebagai hal menyedihkan. Mungkin benar adanya. Tapi, apa yang sudah Charlotte lakukan sudah membuat warna baru bagi kehidupan Wilbur. Setelah pulang, Wilbur juga punya banyak teman baru kembali. Wilbur bisa mewujudkan mimpinya melihat salju pada hari natal.

Mungkin pensil warna yang disukai sudah habis. Tapi gambar yang sudah dibentuk dengan warna yang paling disukai itu tidak menyedihkan, bukan?

Charlotte’s Web, Buku Anak yang Menyedihkan? Ini buku yang indah.

Kalau mau nonton, di netflix ada, dengan judul yang sama Charlotte’s Web *udah dibilang kali di atas ceu*, yang jadi Fern Dakota Fanning saat masih bocah.

Sekian.

 

Tinggalkan Balasan