Habis Nonton Sex Education Season 1 di Netflix Cuy

Habis Nonton Sex Education Season 1 di Netflix Cuy – Yha. Ternyata saya sudah kelar nonton sampai episode 6. Tinggal dua lagi selesai. Berhubung hari ini adalah hari pegel-pegel, kelar juga nih nonton dengan fokus Sex Education Season yang pertama. Wew, ternyata saya suka!

Ceritanya, kemarin malam saya nggak bisa tidur dan nggak punya obat tidur. Jam dua pagi kayaknya baru bisa tidur, sebab 01.30 saya masih terjaga dan mendengar suara-suara aneh di rumah. Saya bangun kesiangan dan jumat saya lumayan buruk.

Karena puyeng.

Sore hari hingga tulisan ini dipost masih turun hujan. Pergi-pergi adalah tindakan yang nggak bijak. Makanya saya cuma bisa;

Baring…

Baring…

Dan baring…

Sambil ditemani dua episode terakhir sex education di Netflix.

Beberapa hari lalu, saya unduh 1 episode doang. Okelah saya tonton. Menit pertama yang terjadi adalah…

Saudara… saudaraa…. penglihatanku tolong. Wkwkwkkw.

Yeah, ada si anak kepsek sama Aimee lagi yeaaah, begitu. Tentunya dengan permasalahan mereka.

Ihhhh Kamu Nonton Film Gituan, Begitulah Kata Teman Saya

Teman saya ngechat gini. “Ngapain?”

“Nonton Netflix. Sex Education. Bagus juga.”

“Dihhhh nonton film gitu, kupikir kamu anak baik-baik.”

Krik..

Krikk…

Krikkkk…

Suara sepatu kuda. Ohh yaa bukan gitu.

Salah apa yaaa? Salah? Saya salah gitu. Yaeelaahhh, Jaenab.

Hai cuy, saya dulu waktu sekolah dapat materi soal sex education itu minim banget. Itu tepatnya pelajaran biologi kelas XII, yang ada hanyalah materi lebih ditekankan bagaimana mengenai penyakit menular itu. Saya pengen tahu sudut pandang dan kemasan lain juga dong, kayak apa sih mereka mengolah tema sex education dengan drama remaja anak 16 tahun.

16 tahun cuy… 16 tahun….

Kenapa juga kalau di lingkungan saya bahas soal beginian itu tabu bener. Saya pengen dapat pengalaman baru dari nonton serial.

Jadi, dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih, nontonlah saya. wkwkwkwk dan emang seru!

Saya Nangis di episode 6,7 dan 8. Ambyar hati saya.

Pertama kali nangis pas bagian Eric kecopetan dan pulang sendirian. Ia lelaki yang berpakaian perempuan. Sudah janjian sama temannya Otis bakalan nonton bareng dengan pakai kostum. Eeh Otis nggak dateng. Kecopetan pula.

Di jalanan, Eric dipikulin lelaki yang nggak dikenal sebab dia lelaki yang pakai pakaian feminim. Berdarah, wajahnya pilu, nampak ketakutan. Abis itu minta tolong Emaknya Otis jemput dan malah berantem. Berantem sahabat yang saling salah paham.

Selemah ini ya hati saya?

Episode 7 dan 8 saya nangis di bagian Emaknya Otis dan Otis yang saling salah paham itu. Juga bagian Eric dan Otis yang akhirnya baikan.

Pas Eric diantar Bapaknya ke pesta aja saya nangis dong yaaahhh…

Saya Nggak Lihat Serial Sex Education Sebagai Serial yang Mesum

Kebayang nggak? Kamu lagi nonton serial ini. Terus agak iseng nontonnya di tempat yang lumayan rame. Adegan yang ndilalah muncul adalah adegan yang emmm yaaah begitu. Orang mungkin anggap kamu sudah…. *isi sendiri.

Tapi saya nggak ngelihat serial ini sebagai tontonan yang mesum. Bahkan saya bisa bilang naskahnya bagus. Ketika Otis yang hadir sebagai anomali muncul memberikan nasehatnya, itu masuk akal juga. Termasuk saat dia bilang. “Yeahh cinta. Itu bukan bicara soal bulan dan bintang doang. Terkadang hanya keberuntungan yang konyol.”

Dalam hati…

Anjay. Emang bener. Suka gitu emang.

Untuk soal ketertarikan aja. Saya lumayan dapat banyak pandangan. Ternyata macem-macem ya manusia di dunia.

Soal gagasan peran utamanya aja menarik. Ibarat kata, orang yang nggak pernah punya hubungan apapun alias jomlo tapi memberikan nasehat tentang asmara. Yaaah beda konteks aja sih. Tapi tetap aja, peran utama hadir sebagai ironi.

8 Episode Kalau dibedah, Ini Bakalan jadi Bahasan yang Menarik

Banyak hal-hal disampaikan secara halus banget. Kayak tema mengenai penyebaran foto (yang seharusnya tidak disebar) di internet, yang kalau di Indonesia bakalan kena UU ITE. Ternyata kok nggak nyangka aja diselesaikan dengan cara demikian.

Soal aborsi juga ada. Beserta alasan-alasannya kenapa mereka melakukan tindakan demikian. Juga ada juga beberapa orang yang kampanye di depan klinik untuk mencintai kehidupan dan mempertahankan bayi-bayi mareka.

Yang pengen protes sih bagian Maeve yang dibius tapi masih pakai full makeup dan pulang kayak nggak terjadi apa-apa. Terus episode selanjutnya wik-wik lagi.

Woi, saya operasi gigi aja muntah darah nggak kelar-kelar mualnya.

Ini sama keselnya saya kalau ada drakor yang enak main cabut jarum infus. Itu main cabut darahnya ngucur.

*hhhhh… Realistis dikit dong.

Kesan Menggurui Nggak Ada Sama Sekali  

Judulnya udah kayak skincare zaman sekarang yang langsung nyebut isi kandungannya. Langsung ke poin. Sex Education, tapi malah nggak menggurui sama sekali.

Yang saya lihat malah banyak masalah anak dan orangtua, bagaimana trauma masa kecil begitu mempengaruhi kehidupan seseorang di masa remajanya. Bukan cuma “hasrat” doang.

Kapan ya? Bahas Sex Education Nggak Bisik-Bisik dan Bukan Cuma Soal Becandaan Doang!

Yha, sejauh ini kalau bahas tema pendidikan seks pasti bisik-bisik. Padahal banyak ilmu yang harus digali supanya nggak bikin salah paham, masa iya berenang bareng bisa bikin perempuan hamil.

Udah ah. Semoga saya bisa tidur nyenyak malam ini.

Season keduanya belum nonton. Pasti bakalan nonton. Dan saya bakalan nunggu musim ketiganya.

Btw, kalian nonton belum? Nonton deh.

You May Also Like

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *