Cerita Momo Seputar Blog Jalan Sunyi Itu Bernama Ngeblog

Jalan Sunyi Itu Bernama Ngeblog

[simomotaro.com] Jalan Sunyi Itu Bernama Ngeblog – Park Dong Hoon ada di jalan sunyinya dengan membawa dirinya yang memikirkan banyak hal, ia merasa resah dengan kehidupan saudara-saudaranya. Di episode satu dalam drama korea My Mister, ia mengambil pinjaman singkat dan membelikan setelan untuk keluarganya.

Anak dari abangnya yang tertua akan menikah. Begitulah kisahnya.

Saat istrinya bicara di dapur. Park Dong Hoon tidak mendengarkannya, bukan ia sengaja. Ia nampak sibuk dengan pemikirannya. Pemikiran-pemikiran yang cenderung menjadi beban itu tidak ia ceritakan pada istrinya. Baginya, duka milik ia seorang, tidak pantas dibagi. Tapi ia dengan berbaik hati memeluk duka yang lain. Park Dong Hoon barangkali adalah contoh dimana untuk bisa membahagiakan orang lain, dirinya sendiri harus melewati hal bernama bahagia. Jika tidak diposisi itu, membahagiakan orang lain rasa-rasanya seperti menegakkan benang basah.

Park Dong Hoon adalah karakter yang menyelami jalan sunyinya. Meski di ujung jalan, ia menemukan penerang jalannya, yang sama-sama sedang memikul beban dalam hidupnya.

Lah kenapa ngomongin drama korea di kalimat pembuka?

Sebab ostnya yang dinyayikan Jung Seung Hwan tidak sengaja terputar. Saya jadi ingat nasib ahjussi yang mengenaskan itu. Yang kata istrinya kalau kerja seperti pergi ke tempat jagal.

Jalan Sunyi Itu Bernama Ngeblog

Pun sebenarnya saya sangat lelah, sakit kepala, mens hari pertama dan habis vaksin yang kedua. Harus baca jurnal juga. Maka di depan komputer, saya merasa sangat eemmmm… Seperti ahjussi yang berangkat kerja.

Sebelum tulisan ini terbit. Saya sudah menulis tiga konsep tulisan yang masih ragu-ragu dan kehilangan kelanjutannya.

Ngeblog…

Baca Juga : Hal-Hal Tentang Humor.

tapi tidak lucu.

Memang sulit.

Dari aspek manapun. Serasa tidak pernah mudah.

Entah berapa jam saya memperbaiki tampilan blog. Sepertinya dua jam setengah.  Salah dan kebingungan di beberapa bagian. Sampai agak panik karena tampilan bener-bener bersih dan nggak ada apapun kecuali menu atas dan bawah.

Setelah semuanya nampak sudah normal. Ada penempatan yang ganda. Akhirnya harus diedit.

Usai semua beres. Ada masalah lagi.

Masalah tentang space yang sudah makan sumber daya dan sepertinya saya harus upgrade paket dan masalah kategori tulisan yang tidak imbang.

Saya menjadi resah hanya karena masalah pemilihan foto yang nampak tidak elok dilihat. Merasa banyak yang salah ketika lihat blog sendiri.

Ngelihat statistik apalagi.

Ini ada algoritma baru lagi apa gimana? Beberapa hari belakangan ada penuruan jumlah yang drastis dari pengunjung rata-rata harian sebelumnya.

Duuuududuududuudu…

Nanya sama siapa coba?

Kalau di masalah lain, saya bisa minta bantuan dengan teman atau orang yang bisa dimintai bantuan. Untuk masalah blog dari tulisan sampai masalah teknis nggak ada yang bisa dimintai tanya.

Yaaa Tuhan.

Bener-bener ngeblog adalah jalan sunyi.

Angker bener.

Diam-diam pertanyaan itu muncul.

Mungkinkah nanti saya menjelma seperti Park Dong Hoon yang pergi kerja seperti ke tempat jagal? Jangan-jangan saya juga tidak merasa benar-benar bahagia ketika ada dalam momen membantu orang lain.

Pertanyaan lainnya juga muncul mengikuti.

Apakah kamu bahagia?

Lalu saya jawab. Tidak tahu.

Tapi saya mengizinkan diri saya untuk tidak bahagia sesekali.

“Apa kekuatan internal dalam hidup?” Tanya Ji An

“Tidak tahu.” Jawab Ahjussi.

*Tulisan ini memang dibuat dengan sedikit paksaan, banyak kelelahan, lapar tidak ada makanan tapi merindukan indomie, dan sakit perut. Maka jangan harap ada keindahan di dalamnya, yang ada hanyalah keluhan.

6 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *