Jam Kerja

Jam Kerja – Pada bulan agustus 2020 saya dapat tawaran kerja sama. Tapi cuma saya cueki. Email yang dikirimkan yang didalamnya berisi keuntungan yang bisa saya dapatkan kalau-kalau bekerja sama dengan mereka pun tidak saya gubris.

Pengalaman traumatis dimasa lalu

Alasan kenapa saya tidak terlalu tertarik dengan kerja sama karena sebelumnya saya pernah kerjasama di hal yang sama hingga berujung kekecewaan. *biola dimainkan dengan nada sendu. *seneng duit.

Saya masih ingat betapa saya dipepet terus nggak kasih kendor saat desember 2018. Saat itu lagi musim liburan, suara rengekan Mbaknya bikin saya jengah. Akhirnya saya mau-mau aja gabung sama mereka, dengan pembagian keuntungan sekian-sekian.

Januari 2019 saya baru gabung dengan mereka. Sayangnya, di tengah jalan muncul hal-hal yang nggak enak. Ketika saya minta bantuan mengenai masalah teknis malah tidak direspon. Alhasil, hal ini berujung pada pembayaran saya yang nggak terbayar.

Padahal kalau benar-benar dibayar, duitnya lumayan banget. Bisa beli makanan kucing berkarung-karung.

Duit yang masih hak saya masih tertahan di mereka guys. Hiks.

Tapi ya sudahlah.

Pokoknya kami putus. Mereka yang mulai duluan. *kenapa sering begini yaa? emm.

sumber : Netflix

Waktu Berlalu

Hingga, kemarin, 18 febuari 2021. Orang yang sama, perusahaan yang sama, penawaran yang sama datang lagi. *ini sama dengan yang kontak saya agustus 2019. Bukan yang nggak jelas itu.

Lagi-lagi lewat email.

Kali ini saya balas dengan beberapa pertanyaan. Email balasan dikirim pagi ini. Biasalah, tiap pagi-pagi cek email. Beberapa percakapan dimulai. Saya kasihlah nomor kontak. Katanya biar enak komunikasihnya.

Intinya saya sudah ikhlaskan kisah lama itu. Kemudian move on dengan yang baru. Niatnya gitu. Dengan tentu saja saya sudah lebih luwes masalah kerja sama seperti ini berbekal pengalaman pahit dan manis di masa lalu.

Kemudian…. Jeng-Jeng….

Kalian tahu? Jam 7 malam, dikontak dong sama Mbaknya.

Edunnn dalam hati. Ini sabtu malam lho. Besok sabtu, besok libur. Ini juga udah jam 7 malem? Nggak bisa senin aja gitu aja bahas kerjaan.

Tapi mau gimana lagi. Nampaknya Si Mbak semangat menjelaskan ini dan itu. Sepertinya dia senang karena akhirnya saya mau juga.

Balasan saya pendek sekali. Usai Mbaknya dengan semangat menjelaskan banyak hal.

“Iya. Boleh.”

Cuma itu.

Dibalas dengan cepat. “Oke Siap.”

Ckckckckc.

*semoga saya dikontak lagi senin aja.

Sepertinya Masalah Jam Kerja Sudah Mulai Nggak Jelas Ya?

Apa nggak bisa santai dikit gitu?

Oh iya. Saya juga pernah dikontak sama perusahaan yang sebelumnya jam 8 malem (yang nggak jelas itu). Edun emang. Eduuunnnnn…..!!!!!

Apa memang zaman sudah berubah? Dimana jam kerja sudah mulai mengabur? Apa memang harus seburu-buru itu?

Sudah malam. Masih ada besok.

Sudah jumat. Besok sabtu. Masih ada nanti senin.

Santailah sedikit. Saya tidak kemana-mana. Saya pasti memenuhi kewajiban saya kalau memang sudah deal di awal seperti perjanjian. Saya bakalan kasih yang terbaik yang saya bisa.

Rasa-rasanya pengen saya balas ke Mbaknya dengan kalimat, “ini sabtu malam sayang…. nanti saja ngomongin kerjaan.”

Ttttaapppi. Masa iya gitu.

Jam kerja ya?

Dahlah. Sok-sokan nulis gitu.

Jam segini yaa masih kerja juga, bedanya otonom doang.

 

 

 

Next Post

No more post

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *