Cerita Momo Menulis Konten Kesalahan Bloger Pemula; Terlalu Banyak Mengharapkan dapat Respon Orang Lain

Kesalahan Bloger Pemula; Terlalu Banyak Mengharapkan dapat Respon Orang Lain

Kesalahan Bloger Pemula; Terlalu Banyak Mengharapkan dapat Respon Orang Lain – Pakai WP di hape itu enak banget. Kalau mau jalan-jalan, saya biasanya lewat like tulisan di blog teman. Kemudian entah kemana jari ini membawa saya. Pastinya pada judul-judul tulisan acak yang saya lihat.

Kalau ada yang menarik saya klik.

Kalau kelihatannya nggak menarik banget juga saya klik.

Hingga saya menemukan beberapa kecenderungan bloger baru bahwa mereka sepertinya rindu berat dengan yang namanya respon.

Dear, adek-adek sekalian. Percayalah, ngeblog itu lebih keras dari main sosmed. Makanya saya demen banget sama ngeblog. Sebab apa?

Sebab kalau ada yang mau baca tulisan kita sampai akhir aja itu sudah lumayan. Lumayan berat. hahaha.

“Emang tahu dari mana orang baca tulisan kita sampai selesai?”

Ada tools cuy. Kagak tahu ya? paling nggak kita bisa lihat dari berapa waktu rata-rata yang diperlukan pembaca nongkrong ditulisan. Kalau tulisan rata-rata dibaca 5 menitan dan pembaca cuma hadir 1 menit aja?

Artinya kalian membosankan. Maksudnya tulisannya ya.

“Apaan? Katanya ngeblog itu keras? keras kok senang sih? Bukannya itu malah menyusahkan? Nggak asyik gitu, Kak?

Yaeelllaahh. Adek-adek ini masa nggak paham. keras jangan melulu dipandang buruk. Kalau Bapak kalian nggak keras, kalian nggak akan sampai di dunia ini!!! kalian paham?

*eeh jawaban apa ini yha. Wkwkwk.

Oke. Sudah-sudah.

Secara Terang-Terangan Bilang Ingin Dapat Respon Itu Boleh, Tapi Gimana Gitu!!!!

Ada aja tulisan yang menyatakan dia ngeblog nggak ada respon, nggak dapat like (kalau di wp ada bintang) dan komentar.

*pukpuk…

Saya bisikkin ya.

Coba mulai dari konten aja. Kemudian biarkan berjalan alami. Santai saja, kamu nggak akan mati hanya karena tulisanmu belum mendapatkan respon dari orang lain. Pada saatnya, tulisan kamu akan dapat respon.

Dulu banget. Saya ingat sekali dapat respon positif dari pembaca sesama bloger (lupa namanya maaf) juga pembaca dari mesin pencari. Intinya mereka senang sama tulisan yang saya buat. Dari sana mulailah sayup-sayup kegembiraan ngeblog datang.

Senang rasanya nambahin tulisan lagi diblog.

Dan bersiap untuk kembali dapat respon lagi.

Nyatanya?

Nggak dapat respon. Krik…. krikk… krikkkk… jauh lebih sepi respon. Akhirnya bikin malas untuk melanjutkan ngeblog. Karena menganggap dunia ngeblog sama sepinya kayak jalan Yogyakarta jam 3 pagi.

Sok-Sokan Menganalisis Blog Orang

Berdasarkan analisis saya, setelah dalam tulisan terang-terangan bilang “merindukan respon” nggak lama. Blognya tidak disirami dengan tulisan baru.

Penyakitnya nggak jauh-jauh. Biasanya begitu.

Ada juga yang mengeluh soal trafik blognya.

Percayalah, bahwa trafik di blog sama sekali nggak bisa jadi pegangan kapan pun. Tulisan yang sepi hari ini bisa dicari dikemudian hari. Tulisan yang ramai banget hari ini bisa tenggelam beberapa waktu berikutnya. Semua karena banyak faktor (nanti kapan-kapan saya coba bongkar).

Ngarep-ngarep sesuatu di luar diri kita itu nggak enak. Suka mematahkan semangat.

sumber : pixabay

Bahkan Tidak Adanya Komentar di Tulisanmu Tidak Bisa Diartikan Sebagai Tulisan yang Nggak Bagus

Bisa jadi tulisanmu sudah berisi informasi lengkap sampai nggak ada yang tanya lagi.

Bisa jadi tulisanmu kurang mengizinkan orang lain untuk komentar. Susah dicari celahnya buat komentar yang sesuai dengan konten. Hingga pembaca pun membisu.

Bisa jadi pula tulisanmu memang belum ada yang baca. Hahahah… gimana mau ada komentar kalau nggak ada yang baca?

Pokoknya, buat para bloger pemula daripada merindukan respon dari orang lain. Buatlah dirimu untuk rindu punya karya.

Daripada ribet menghias blognya seperti apa. Buat saja tulisan dengan segenap hatimu. *halah. Ini juga masalah bloger yang sering banyak milih-milih tema dll. Sudahlah, yang kayak begitu bisa diurus sambil jalan. Saya aja nggak ganti tema walaupun tahun berganti. Wkwkw.

Akhirnya, respon dari orang lain hanyalah dampak.

Tempatnya dampak itu di belakang. Bukan di depan. Di depan saya, pembaca sekalian, atau para bloger di mana pun berada. Di depan kita hanyalah lembaran kosong mengerikan yang haus untuk disirami dengan tulisan.

Terus yaa…

Kalau habis ngepost itu jangan ditengok melulu ada respon apa nggak. Santai aja kali. Santai. Kalau nulis tuh yang ikhlas.

2 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 Comment

  1. Okey ka momo. Jadi tau ternyata bapakku yg lembut itu dulunya kerass. #plakk

    Nah iyaa. Blogger newbie kek saya sering bat mantengin trafik. Ya padahal udah tau trafik tiap posting juga cuma segitu2 aja. Tapi ttp aja dipantengin, hilihh dasar amatir emang. Hahahaa…

    1. Hahaha kena juga nih diri ini 🤣🤣 begitu dapet beberapa respon, sudah lupa tujuan awalnya. Yang niat awal ngeblog cuma buat nuangin unek unek. Yang harusnya rajin posting malah lebih sering liat traffic 🤣 dasar aku. V:

      1. saya sih bawaanya mules klo lihat statistik. terus malah bikin males. jd sudah, biarkan saja. 😔

    2. masa sihhhh newbie🤣🤣🤣

      boleh sih cek statistik blog. cuma klo keseringan yaaa ampun dahhhhh.

      saya juga amatir kok. haha🤪

  2. betul banget, kalo kita nulis panjang, siap resiko ga dibaca smp habis, krn r mesti blog walking. jadi kalo menurut saya sih kalo di blog, mmg lebih baik postingnya ga terlalu banyak tapi dibuat berseri 🙂

      1. kalau menurutku sih, sebagai pembaca. panjang atau pendek tulisan, kalau artikelnya mengena dan enak dibaca, pasti akan dibaca sampai habis tak tersisa.
        dibuat berseripun kalau artikelnya kurang mengena juga tetep gak dibaca juga. hahaha
        seperti pas baca artikelnya panduanim.com, artikelnya tuh panjang banget, tapi aku enjoy melahap semua.

  3. Pas awal ngeblog, komentar itu semacam suntikan mood yang bagus. gegara komentar aku bisa mulai menulis lebih giat lagi.
    namun entah kenapa sekarang udah gak ngefek lagi, apakah aku udah kebal dengan komentar apalagi sindiran tetangga, wkwkwkw