Konsisten Ngeblog Itu Susah Banget atau Susah Aja

Konsisten Ngeblog Itu Susah Banget atau Susah Aja

Konsisten ngeblog ya? kalau buat saya sih susah banget. Konsisten posting, konsisten nulis, konsisten nulis berdasarkan kategori supaya imbang. Yha susah banget. Apalagi kalau sudah dibenturkan dengan waktu. Kapan harus buat cari ide, konten, maintenance, endesbre, endesbre. Nggak mudah sih.

Emang sih saya suka nulis, tapi kan saya nggak nganggur juga. Beberapa hal harus terlebih dahulu dikerjakan kemudian saya baru bisa nulis. Kalau nggak? Gonjang ganjing deh hidup saya. Cukup hatinya aja kan gonjang ganjing? Wqwq…

Buat kamu yang sekedar hobi ngeblog. Mungkin aktivitas ngeblog dilakukan kalau ada waktu dan emang mau. Buat saya? Nulis itu butuh, sehari nggak nulis kayaknya ada yang aneh. Nggak mesti nulis di blog ya medianya. Pokoknya nulis. Tapi teteup aja konsisten ngblog itu susah banget.

Berhubung sudah sadar kalau konsisten ngeblog itu “susah banget”. Akhirnya saya menerapkan bebepa hal supaya konsisen ngeblog jadi “susah aja”.

Apa itu? Ini dia!

  1. Nikmati Aja

Blog saya kehitung baru (manusianya doang yang lawas). Ibaratnya blog saya masih ngesot level lambat (udah ngesot, lambat pula, kan parah). Tahulah, blog baru bukan sepatu baru yang diinjek rame-rame sama temen-temen. Blog baru cenderung sepi kayak kuburan kuda.

Tapi dinikmati saja. Saya seneng kok ngeblog di domain simomotaro.com. Walaupun alexanya nggak kunjung ramping.

Jadi, mau blognya sepi atau rada nggak sepi. Semuanya saya nikmati. Ngeblog cari apa sih? Cari bahagia? Kan katanya hidup itu tentang keutuhan. Nggak hanya bahagianya doang, aspek lainnya juga banyak. Jadi, jalani aja.

Mong ngomong soal nikmatnya ngeblog. Ngeblog itu nikmatnya terlalu sulit didustakan.

  1. Cari Celah Waktu yang Tepat

Saya tipe manusia pagi, bahkan bisa dibilang terlalu pagi. Jadi, saya banyak nulis di pagi buta. Lampu kamar mati, muka kesorot cahaya monitor, rambut urakan, nah dari jauh udah kayak hantu kata Emak saya.

Saya nggak bisa nulis di sore hari. Karena tenaga saya sudah habis. Di jam-jam kerja? Tentu saja nggak bisa nulis. Celah waktu lainnya adalah malam hari. Itupun saya lebih sering ketiduran dibandingkan nulis.

Pokoknya jangan sampai aktivitas ngeblog mengganggu kegiatan lainnya yang harus diurus.

  1. Membuat Bank Tulisan

Bank tulisan? Apaan nih?

Bank tulisan itu semacam timbunan ide tulisan yang kamu simpan. Bisa dipublish kalau kamu emang butuh. Jadi, bukan hanya uang saja yang ada istilah jaga-jaga. Tulisan juga demikian.

Kalau dalam rentang waktu tertentu kamu nggak bisa nulis. Bank tulisan sangat berguna. Jadi kalau kamu mau ena-ena liburan dan masih kelihatan ngeksis ngeblog. Perlu deh buat bank tulisan.

  1. Irama yang harmonis dalam ngeblog

Kaya hubungan ya? ada istilah harmonis. Hahaha

Ada kalanya bloger punya semangat berapi-api kemudian dilain waktu jadi mengendor. Awal doang yang rajin, besok-besok udah lembek, males.

Saya juga pernah demikian. Jadi saya mengakalinya dengan menentukan irama. Misalnya, di blog ini maksimal saya nulis dua tulisan (senin satu, kamis satu). Kalau nggak satu saja tiap minggunya (entah senin atau kamis).

Kalau lagi produktif, ya tahan diri saja. Ingat iramanya. Ingat tabungan tulisan juga.

Kalau di bulan april kemarin kelihatannya saya main banyak posting. Itu cuma kejar setoran aja. hehe… Atau anggap aja lagi mencret.

  1. Cari seseorang

Seseorang yang bisa kamu jadikan mentor. Orangnya nggak usah tahu juga nggak apa-apa. Pokoknya kamu punya junjungan. Kamu pantengin blog punya dia yang emang dianggap keren. Semacam idola gitulah.

Apa saya punya bloger idola?

Tentu saja. Siapa orangnya? Rahasia.

Pokoknya kalau buka blog dia itu saya biasanya dapat sesuatu yang baru. Masalah konsistensi dan kesenioran, dia juara menurut saya.

Nah, kalau bloger junjungan sudah punya. Coba cari teman bloger untuk sekedar berbagi hal-hal yang kamu alami dalam ngeblog. Ngobrolin ngeblog pokoknya. Mungkin ini salah satu keuntungan dari gabung ke komunitas kali ya?

  1. Terus Belajar dan Evaluasi

Udah keseringan ya saya nulis ini poin ini?

Tapi gimana dong? Emang begitu harusnya. Kalau nggak mau belajar ya akan susah, susah memecahkan ide jadi tulisan yang baik, susah berkembang blognya?

Mau nggak sih blognya berkembang? Kemampuan menulisnya makin kece makin hari? Kalau saya sih mau. Mau banget malah.

  1. Mencintai Hal-Hal Kecil

Harus sehebat apa suatu ide baru bisa dieksekusi menjadi tulisan?

Saya pernah mendengar alasan teman yang bilang bahwa dia tidak punya hal yang bagus untuk ditulis. Akhirnya dia berhenti menulis, berhenti ngeblog, meninggalkan saya. Haha… (Hai Sob? Apa kabar kau? *kalik aja dia ngeh nih baca ini).

Ide? Haruskah spektakuler?

Bagi saya, apapun bisa jadi bahan tulisan. Seremah apapun, seremah rengginang pun bisa.

Hal-hal sederhana bisa menjadi bahan tulisan. Mungkin juga peristiwa keseharian. Nggak jauh-jauh. Dengan begitu kita jadi peka mendeteksi masalah yang sifatnya nyata.

Everybody wants to be a big hero. Padahal nih ya, what we need is actually an everyday hero.

Belakangan, saya jadi sadar bahwa bagaimana seseorang menulis (fiksi ataupu bukan) berkaitan dengan bagaimana cara kita memandang kehidupan.

Di poin ketujuh ini, mungkin kita harus lebih peka menangkap hal-hal keseharian yang bisa diangkat jadi tulisan. Jangan abai.

Konsisten Ngeblog Itu Susah Banget atau Susah Aja
sumber : pixabay

Kesimpulan

Konsisten ngeblog itu nggak mudah. Menyerah jauh lebih mudah.

Ngeblog mengajarkan saya untuk disiplin tanpa harus diawasi. Hanya saya yang sepakat dengan diri sendiri untuk terus hadir dalam sebuah jendela bernama tulisan.

Jadi, musuh utama dalam hidup, nyatanya adalah diri sendiri.

Kamu punya cara buat terus konsisten ngeblog? Bolehlah dibagi di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca. Selamat hari senin.

Dadah… dadah…

6 thoughts on “Konsisten Ngeblog Itu Susah Banget atau Susah Aja

  1. Blogwalking kadang juga namabahin semangat buat nulis mba, karena bisa dapet ide dari blog lain juga.

    Emang bner ya mba, musuh terberat kita ya diri kita sendiri, terutama kemalasan dan keraguan kita. Hiks

    1. bener, bisa dapat ide dari tulisan orang lain juga…
      kayaknya saya harus sering jalan-jalan ke blog orang lain juga nih, kayak Abdul Jalil.
      heu

Tinggalkan Balasan