Kucing Betina Birahi Memang Mirip dengan Kuda Lumping

kucing ras persia

Kucing Betina Birahi Memang Mirip dengan Kuda Lumping

Kuda lumping… kuda lumping… kesurupan.

Yap. Kesurupan. Sebuah kata yang sepertinya tepat disandangkan pada Niyo kucing saya yang birahi beberapa lalu. Niyo adalah kucing betina yang sebenarnya masih kitten. Umurnya belum sampai 1 tahun. Masih 11 bulan jalan gitulah.

Niyo dan Kepribadiannya

Niyo adalah kucing ras yang tentunya secara sadar saya adopsi dengan komitmen. *halah. Saat dulu ngobrol sama Fikri (pemilik sebelumnya) saya ditanya apakah si kucing mau langsung disteril?

Saya bilang tidak. Rasa-rasanya tidak tega. Biarlah Niyo mengalami kawin dan mungkin hamil setidaknya dua kali.

Jadi, Niyo memang belum steril.

Layaknya Kitten yang doyan main. Niyo ini suka main minta ampun. Poni sialan nggak jelas saya aja suka ditoal-toel nggak jelas. Pernah diacak-acak kepala saya dan mau “dikletak”. (mohon kasih tahu padanan bahasa yang cocok untuk kata dikletak). Pokoknya kalau ada sejenis tali. Udahlah, Niyo mulai bertingkah.

kucing ras persia
penampakan Niyo

Niyo juga saka main bola. Bola punya Aul yang plastik itu ditendangnya kesana-kemari. Lucu sekali memang. Untuk meong-meong, Niyo ini jarang meong kalau nggak penting. Bunyinya kalau lihat saya buka pintu itu “hurrr hurrr hurrrr….”. Sampai aneh sendiri, mungkinkah Niyo sebenarnya adalah burung?

Hingga beberapa hari Niyo mulai murung. Niyo males makan. Maunya diam-diam aja. Saya mulai pusing. Maunya makan apalagi? dikasih royal canin (salah satu merk makanan kucing dan anjing) malah dikubur makannya?

Demo ‘kah? Apa gimana?

Saya sampai diketawain sama teman saya. Katanya saya sudah mirip dengan Buibu yang resah karena anaknya nggak mau makan.

“Mau gimana lagi Bun? Saya hanya manusia yang lemah? Nggak ngerti kucingnya mau apa.”

Hingga. Saya dapat laporan dari Aul kalau Niyo mulai memberikan suaranya?

Bukan.

Maksudnya bukan Niyo mulai nyoblos milih pemimpin negara. Maksudnya Niyo mulai mengeong dengan bunyi yang lebih berat. “Maaauuulllll…. Aooooolllll….”

Wkwkwk. Gimana sih? kalau yang pernah dengar kucing pengen kawin pasti tahu.

Mulailah Niyo Saya Observasi

Ternyata dugaan saya benar. Niyo dalam keadaan birahi.

Tiap pintu dibuka maunya keluar dengan kecepatan cahaya. Tentu aja nggak boleh dong. Takut ilang. Pokoknya Niyo kucing rumahan. Nggak boleh keluar kecuali dalam pantauan.

Kerjaannya guling-guling dengan suara manja terus. kalau ditabok bagian belakang yang dekat buntut. Langsung kakinya siap pasang kuda-kuda.

Semacam signal. “Monggo… Aku siap. Aku siap.”

Niyo menatap saya. Meminta royalti karena kisahnya masuk blog.

Mau Gimana Lagi? Saya Carilah Jantannya. Demi Niyo yang Mau Makan Lagi.

Prioritas utama saya adalah cari pejantan ras murni juga. Ada dua teman yang saya kenal. Ternyata gagal.

Yang pertama. Kucingnya habis kawin dan baru balik. Barangkali sudah kehilangan gairah.

Yang kedua. Kucingnya masih belum pernah nananina dan belum mau.

Sementara di luaran banyak kucing domestik yang sama-sama meraung-raung minta kawin juga. Saya nggak setuju dong. Niyo setidaknya harus kawin sama jantan yang nasabnya jelas.

Akhirnya Niyo dikawinin sama Leo. Kucing mix dom tetangga.

Saat Leo dibawa oleh saya. Hati ini agak nggak terima. Ini kenapa Leo kotor banget gini? Habis main becekan?

Huh.

Rupanya Leo ini lagi ditinggal sama Mbak yang punya ke jakarta. Leo kurang terurus gitu. Bawaannya udah mau mandiin Leo aja. Tapi apalah daya. Niyo sepertinya kebelet.

Proses Pengenalan Pertama

Kalau tip-tip para pemilik kucing. Biasanya kucing diperkenalkan baru mau kawin. Leo saya masukkan ke gudang bareng Niyo.

Niyo yang memang sedang genit-genitnya langsung meliuk-liuk di lantai.

Tanpa ba bi bu. Boro-boro saling mengendus untuk pengenalan.

Leo langsung naik.

Bajingan.

Leo tampak belakang.

Mungkin mereka sudah saling mengenal di alam ruh? Ahh nggak tahulah. Nggak paham.

Kalau kata teman saya Kiki. Katanya mungkin jatuh cinta pada pandangan pertama. Leo langsung mau. Niyo cantiknya bukan main. Bedalah sama yang ngasih makan. Huh.

Masih Tetap Nggak Mau Makan, Maunya Kawin Mulu

Katanya kucing bisa kawin satu sampai tiga kali dalam satu hari.

Tidak dengan pasangan baru ini.

Masa iya tiap saya buka pintu eehhhh mereka lagi nanania. Dihari pertama saya lihat momen nananina sampai sembilan kali.

Nggak tahu jelas berapa kali yang berhasil.

Malamnya saya pisahkan mereka. Leo saya suruh pulang selepas dikasih makan. Sebagai tanda terima kasih.

*masa iya saya kasih centong nasi? Leo kan bukan habis kondangan?

Hari Kedua Tambah Parah

Makanan yang disiapkan nggak ada yang dimakan sama Niyo.

Kali ini Leo pagi-pagi sudah datang apel. Mereka nananina lagi. Tapi pas sore saya pisahkan lagi dan Leo pulang ke rumahnya.

Sudah saya ajak main. Sudah dimandikan supaya sedikit ilang kemauannya untuk nananina. Tapi gagal. Gagal total.

Malamnya.

Sungguh berisik sekali. Rame bener. Mana ada bayi pula. Akhirnya saya susul Leo dan minta izin ke yang punya kalau semalaman ini Leo bakalan saya kurung bareng Niyo yang resah di gudang.

Baru aja sampai.

Langsung nananina lagi.

Dasar kalian binatang.

Dahla. Yang penting malam jadi aman. Silakan terserah kalian pokoknya. Gitu ucapan selamat malam saya ke mereka.

Paginya…

Paginya saat gudang dibuka. Leo langsung keluar dan pulang sendiri. Datang dijemput. Pulang tak diantar.

Di hari ketiga Niyo menjadi lebih tenang. Sudah mau makan.

Alhamdulillah.

Di hari keempat sudah tidak ada tanda-tanda birahi lagi. Niyo sudah kembali seperti Niyo yang dulu yang demen banget main bola. Sayangnya, kisah kawin ini meninggalkan luka gigitan di bagian dekat leher atas.

Leo sungguh nggak pakai perasaan pas ngigit.

Niyo jadi pitak dengan luka yang tambah bernanah.

Kerjaan lagi. Harus beli obat.

Berakhirlah Siklus Birahi Niyo

Niyo kembali seperti dulu kala dengan pitak luka. Selera makannya sudah lebih baik. Tapi tu bocah memang makannya suka pilih-pilih.

Kini nggak ada lagi kisah Niyo yang lari kayak banteng. Segala main ditabrak. Niyo kembali manja-manja tapi nggak bar-bar.

Saya berdoa pada Tuhan setidaknya kali ini Niyo jangan hamil, masih terlalu dini untuk nanti menjadi seorang Ibu. Usianya belum genap satu tahun.

“Semoga aja Niyo nggak hamil. Nanti saya repot mikirin makannya.” Ucap saya pada Mbak saya. Ibunya Aul.

“Lahhh… Palingan juga Niyo hamil. Dua bulan lagi lahiran.”

“Jangan sih. Ribet entar. Anaknya Dip Dip aja ada lima. Itu bentar lagi mau pada bisa makan.”

Dip Dip yang pernah dimasak sama Aul pas hamil beserta lima anaknya.

“GAPAPA KAK DIJUAL AJA ANAKNYA NIYO.” Ucap Aul.

*tarik napas.

Dan begitulah. Memelihara kucing nggak pernah mudah dan bisa dibilang tidak murah. Tapi kalau lihat mereka makan dengan baik dan sehat. Saya senang sekali.

Meski saya suka sakit gigi karena gemes.

You May Also Like

8 Comments

  1. Di rumah, sejak awal tahun ini kita memelihara kucing jantan. Sekarang udah umur 10 bulan dan belum disteril, beberapa hari ini tiap pagi dia suka meong meongan, apa dia pingin kawin?
    Eh, kok komennya jadi curhat gini😆, apa hubungannya dengan Niyo ya😁.
    Duh ngeri juga ya sehari bisa sampe 9 kali 🙈, semoga cepet sembuh luka bekas gigitan Leo.

    1. Meong-meong minta kawin beda dengan meong biasa. Lebih berat dan keras untuk jantan. Biasanya kucing jantan juga hobi nandai daerahnya dengan air pipisnya (dan ini bau banget).

      Kalo kucingnya bebas berkeliaran bisa kabur cari betina tuh. Kalau hasratnya nggak dipenuhi bisa stres

      Aamiin… Semoga yaaaa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *