Kucing-kucing Ponakan

Kucing-kucing Ponakan – Selepas kucing saya Ai yang doyan nyusu pakai dot tewas karena kecelakaan. Ada rasa keengganan saat untuk memelihara kucing lagi. Semacam sedih aja, udah gede, ganteng, lucu, terus ditabrak sampai mati itu rasanya sakit. Hiks.

Kadang suka mikir, duhhh kucing item ganteng saya itu kalau gede pasti ganteng banget. Bakal jadi kucing lanange jagat. Hahah. Tapi kelakuannya itu tuman sekali, masa udah gede masih suka ngedot. Tapi bisa dibilang wajar aja, Ai bayi nggak minum ASIK (air susu ibu kucing), tapi SGM LLM pakai dot. Ai tiap lihat dot jadi semacam ada obsesi besar.

Ada ponakan yang nyusu pakai pot langsung dikejer. Ckckckck…

Berkeinginan Untuk Adopsi Kucing, Kucing Mana Aja Boleh Asalkan Mau

Tiap ada kucing lewat, tiap dipanggil malah melengos. Dideketin malah lari. Dikasih makan malah menatap dengan pandangan curiga. Seolah mikir saya akan memberinya racun, kemudian pergi gitu aja.

Dahla, sudah lelah ditolak kucing melulu. Saya menyerah.

Ponakan Saya Melihara Kucing Dong!!!!

Ada kucing yang masih gadis punya Mamang Baso sebelah. Namanya Diva. Tapi lebih sering dipanggil Dipa. Tiap hari dikasih makan baso. Mendadak pemiliknya pergi mudik. Dipa jadi nggak ada yang kasih makan.

Ponakan saya yang demen kucing malah ngasih makan seadanya. Saya ikut-ikutan mendanai dengan memberikannya bolt (merk makanan kucing yang kering) tiap ada gratis ongkir 0 rupiah di shopee.

Usai anak anak pemilik baso pulang, si kucing Dipa diserahterimakan buat ponakan saya.

Waktu berlalu….

Tahu-tahu… perut Dipa membuncit. Hamil!!!!

Sekarang Dipa sedang hamil tua. Doakan lahirannya lancar di rumah aja. Seperti imbauan pemerintah.

Dipa itu….

Dipa kucing yang males dan pasrah banget. Dipa nggak kerja (maksudnya nyari tikus kek, atau nyolong lauk tetangga). Dipa dalam hidupnya memasrahkan diri kepada Tuhan dengan keyakinan selama masih bernyawa. Rezeki akan dibagikan Tuhan padanya.

Dipa sering diajak main Aul (ponakan saya). Dari main pocong-pocongan atau didorong-dorong pakai troli mainan. Dipa hanya diam saja. Diam pasrah mau diapain juga. Bahkan saat acara mainan pocong-pocongan, dipa masih terdiam terbungkus kain.

Diduga keras Dipa terlalu mendalami perannya.

Kini Dipa sibuk kesana kemari minta rujukan untuk melahirkan. Eehh maksudnya nyari kardus mana yang bisa nyaman dipakai untuk lahiran.

Kucing Anakan Baru dengan Nama yang Banyak

Tetangga punya kucing banyak. Kucing ras rata-rata. Tapi karena jodoh nggak ada yang tahu. Kucing ras nan cantik itu mau aja kawin sama kucing kampung. Akhirnya anak-anaknya punya bentukan yang macem-macem pula.

Aul dikasih anakan kucing yang namanya Mbel (ini kucing cewek lagi). Mbel palingan baru dua bulanan usianya. Giginya sudah tumbuh tapi belum kuat makan yang keras-keras. Apalagi sekeras hatinya manusia. Ini udah campuran sama domestik, nggak murni.

Karena dulu punya kucing namanya Mbel, atau lebih tepatnya Gembel. Saya protes sama nama Mbel yang dikasih sama pemilik namanya.

Aul ngasih namanya Sovi. Saya menolak nama itu lagi. Kenapa nggak tokopedia sekalian?

Akhirnya saya punya panggilan sendiri. Saya panggil Nonok. Pengen ngasih nama Jaran sih. Tapi nanti ajalah kalau anaknya Dipa lahir.

Nonok itu…

Yahh namanya aja bocah yaa? Maunya main melulu. Bisanya demen banget main toal-toel sana sini. Suka main bola juga. Aktif sekali.

Kalau di depan laptop suka nggak tahu diri. Nonok suka bikin rusuh. Paling ribet kalau lagi ngerjain sesuatu di excel. Daahhh laaahhh jadinya malah beres-beres data yang nggak beres-beres.

Mau diomelin tiba-tiba rebahan bentar kemudian merem.

Nonok nggak terlalu suka makanan kering. Doyannya makanan basah whiskas. Bar-bar sekali kalau makan whiskas basah.

Main, makan, tidur, Nonok aktivitasnya nggak beda jauh sama ponakan sendiri.

Aul yang Suka Seenak Sendiri

Karena yang punya si bocah cilik. Kadang suka nggak logis ngasih makannya. Masa dikasih 5 biji donat bolt?

Disuruh ganti pasir susah bener.

Disuruh naro makanannya lagi ke tempatnya susah.

Urusan tanggung jawab sama hewan peliharaan masih agak nggak nyambung. Sukanya gemes-gemesnya doang.

Pegang Kepala

“Ini kalau Dipa lahiran. Kamu uang jajannya disisain ya buat beli makanan kucing.” Ucap saya sama Aul.

“EMANG KAKAK NGGAK PUNYA UANG?”

“Ya punya.”

“KERJA KAK.. KERJA YANG RAJIN.”

*tarik napas.

Previous Post

No more post

You May Also Like

9 Comments

    1. Wkwkwkwk.
      Iyaaa auliyaaa.

      Nonok di sini panggilan bocah 🤣
      Jadi nggak vulgar di sini.

      Namanya aja kata sih. Nggak aneh bisa beda. Yang jelas akutu tidak melecehkan kucing 🤣

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *