Lho Kok Masih Ngeblog Sih?

Lho Kok Masih Ngeblog Sih? – Ceritanya ada yang mengeluarkan kalimat itu dengan nada-nada sumbang.

Siapakah dia yang bertanya?

Saya sendiri dong.

‘Kan katanya kita harus selalu bertanya dengan apa yang terjadi dengan diri kita. Tidak serta merta menerima begitu saja tanpa kesadaran. Kenapa kalau pagi minum teh? Dari mana itu konsepnya? Kalau nggak minum teh gimana?

*yang gitu-gitu juga saya tanyakan.

Melihat Atmosfer Bloger Belakangan

Kalau mantengin beranda. Atmosfernya lebih ke arah sepi banget. Agak susah bergerak update pembaharuannya. Alias jarang ada tulisan yang baru. Beda banget sama mantengin media sosial, twitter misalnya.

Mengingat sekitar tiga sampai lima tahun ke belakang juga rasanya beda banget. Bloger langganan rata-rata sudah masuk menjadi kategori legenda. Alias biasanya udah ilang gitu aja nggak jelas. Pamit pun tidak. Bahkan yang sudah berpulang ke Tuhan pun ada.

Tentu saja mereka-mereka punya alasan tersendiri. Menulis memang nggak bisa dipaksakan. Apalagi menulis yang dipublikasi dalam jalur yang nggak formal kayak ngeblog ini.

Ngerasa sepi memang. Tapi logisnya tidak jadi masalah besar. Karena bagaimanapun proses ngeblog sendiri memang sendirian. *eh.

Lahhh rata-rata mikir sendiri, nangkep ide, nulis sendiri, kemudian unggah sendiri. Edit sendiri juga, kemudian dibaca ulang sama diri sendiri.

Kemudian jijik sendiri.

dokumen pribadi. iseng doang masukin ini.

Saya Cuma Bloger Amatir Sampai Kapanpun

Ternyata meski makin sepi. Ada aja bloger baru yang muncul. Kalau teman saya minta bantuan karena dia baru berurusan dengan dunia blog. Saya bantu sebisanya. Tapi lagi-lagi, ilmu saya dalam hal teknis dan penulisan masih amatiran sampai kapan pun. Terlalu dangkal.

Tiap tulisan di blog itu berjalan dengan misterius. Suka-suka “momen” aja ada yang baca atau tidak. Mau belajar SEO apa nggak. Mau bidik kata kunci apa nggak. Itu jalannya suka aneh. Satu tulisan A bisa paling laku hari ini. Kemudian besoknya bisa mundur teratur sampai nggak ada yang baca sama sekali.

Tulisan B yang sejak tayangnya jarang baca. Tiba-tiba dibutuhkan di masa yang akan datang dengan mendatangkan pembaca yang nggak sedikit.

Ngeblog itu urusan dipaksa untuk menjadi rendah hati. Sekalinya sok-sokan bisa, urusannya pasti sumpek sendiri.

Lagian jadi amatir itu enak banget. Menjadi bayi itu enak banget. Kalau nangis banyak yang gendong.

Makin Ke Sini… Makin Enak Aja Nulis Sesuka Hati

Itulah enaknya nulis di blog pribadi. Makanya saya bebaskan kembali untuk menulis di sini. Nggak usah pakai konsep dulu. Nulis pakai konsep lebih gampang. 15 menit biasanya selesai.

Kalian-kalian yang sedang menulis tugas akhir sekolah harusnya nggak puyeng-puyeng banget karena konsep awalnya jelas. Jalannya jelas. Endingnya bahkan bisa diprediksi dengan baik.

Ngeblog malah lebih sulit. Makanya saya milih ngeblog aja daripada nerusin sekolah. Karena lebih menantang. *HAHAHAHHAHAHHAHAHAHH KALIMAT PALING HUWAAAAAASSS….*tittttt

Ngeblog itu urusannya pada ketidakjelasan. Seperti hidup itu sendiri. *Dari kacamata saya lho ya. Padahal nggak pakai kacamata.

Lho Kok Masih Ngeblog Sih?

Yaa masih. Kan saya masih hidup.

Udah itu aja.

Sejauh saya menjalaninya. Saya merasa senang. Hatinya manusia itu suka nggak kuat menampung banyak hal. Makanya kadang harus ada yang diucapkan. Harus ada yang dituliskan.

Lagian honor nulis di blog itu biasanya gede lho.

1M.

SATUUU EEMMM CUYY.

(M)akasi.

Paham?

You May Also Like

14 Comments

  1. Kadang mikir juga, di jaman sekarang apakah masih ada yg minat baca blog? Disaat IG & Tiktok lebih menarik dan lebih aktual, apalagi twitter orangnya keliatannya lebih pinter2 dan kritis/adu bacot sendiri paling ngerasa bener.
    Mungkin yg tertarik baca blog tipe2 konsumen yg lebih kepengen denger pendapat empunya blog dari perspektif yg rendah hati 😂.
    Wkwkwk

    1. Wahhh di twitter biasanya saya mantengin juga. Bener-bener sering bgt pada adu argumen. Pada bikin utas ini dan itu.

      Sebagai pembaca blog. Rata-rata bloger biasanya jarang nulis yg jadi bahan adu bacot. Ngerasa lebih adem aja si. 🤣

  2. Aku juga masih setia ngeblog kok. Malah habis update. Mampir ya. Hahaha… Malah promosi.

    On serious note, aku masih setia ngeblog karena aku cinta blog. Blog aku jadikan sebagai tempat belajar dan mengabadikan kenangan.

  3. aku suka opininya. Mewakili aku juga sih. Udah lama banget hampir ngelupain blog aku, sekarang coba comeback lagi karena rasanya blog emang cuma satu2nya rumahku* uhuukk.. dari pada medsos lain, lebih bisa ekspresif aja di blog.

  4. Ngeblog itu bisa menumpahkan isi hati. Blog itu sunyi tapi menenangkan seperti suasana malam,kalo Twitter isinya terlalu ramai. Kalo IG isinya Hedon semua,aku ga suka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *