Masih Aja Ada yang Pakai Produk Krim Pemutih Wajah Nggak Jelas

Masih Aja Ada yang Pakai Produk Krim Pemutih Wajah Nggak Jelas

Tulung deh…

Beberapa hari lalu salah satu teman di WA pamer mukanya yang sedang bermasalah. Kepolah tanya-tanya. Ternyata Mbaknya ini pakai krim pemutih nggak jelas mengikuti jejak keponakannya.

Dia berdalih bahwa apa yang terjadi pada wajahnya merupakan proses detoks kulit yang katanya nanti kulitnya bakalan mulus sesudahnya.

Haihhh…

Haihhh…

Keknya teman saya pas pelajaran biologi sering nggak didengerin nih kalau guru ngomong. Yaaa kalik kulit kerjaannya detoksifikasi? Secara logika udah nggak nyambung aja. Kalau kulit kerjaannya adalah pertahan pertama dari β€œdunia luar” nah itu baru bener. Kenapa kerjaan organ hati jadi kerjaan kulit?

Udah gabut apa ya hatinya?

Setelah sedikit berbincang, saya bisa narik kesimpulan kenapa masih aja pakai krim nggak jelas.

  1. Murah Cuy

Murah. Satu paket hitungannya murah. Hanya dengan mengeluarkan uang yang nggak seberapa sudah dapat beberapa macam produk seperti krim malam, pagi, sabun dan toner.

Malah ada yang jual krim kiloan. Dengan embel-embel krim racikan dokter.

Astaga dragon emang!

  1. Ngelihat Komuk Orang Lain, Tanya-Tanya dan Ikutan *Kemudian Sesat Bersama

Perempuan adalah makhluk yang perhatian. Bahkan untuk sesama perempuan lainnya. Saya tahu, ada aja perempuan lain yang bakalan nggak segan-segan mandengin perempuan lain tanpa berkedip dan itu sungguh menyebalkan.

Ada juga yang memuji terang-terangan, tiba-tiba jadi dokter kulit, sampai memuji disertai nyinyir.

Tapi poin kedua ini lebih ke menjadi pengikut dan sama-sama sesat bareng. Lihat orang lain pakai produk yang katanya bagus, nggak jelas, dan punya efek bagus. Ikutan.

Terus otaknya mikir pendek. Cuma mikir hasilnya doang. Padahal pakai proses yang nggak jelas dan bisa membahayakan diri.

Keknya bukan hanya lelaki saja yang harus menundukan pandangannya. Perempuan juga, makanya saya suka sepatu. Apalagi sepatu yang ganteng. Wkwkkwkw.

Sudah.

Dua poin saja kalau kasus teman saya tadi. Kalau ketemu saya kan pasti ceritanya bakalan lain.

Masih Aja Pengen Putih?

Tuhan tidak menciptakanmu sebagai bihun.

Teman saya ngakunya bukan mau putih. Tapi nggak mau mukanya kusam.

Padahal yha, membuat kulit kusam jadi cerah adalah yang paling gampang dalam ngurus kulit. Itu tuh kayak cobaan level minim gitu.

Tapi malah pakai krim pemutih nggak jelas?

Yha akhirnya masalah. Akhirnya cobaan kulitnya jadi berat.

Saya jadi kesel sendiri dengernya.

Sayang Sama Uang Tapi Nggak Sayang Sama Kulit

Ketika saya lagi pengen banget punya sepatu. Terus nggak punya duit. Kalimat penghiburan saya adalah kayak gini.

β€œNggak apa-apa nggak punya sepatu itu. Bersyukur masih punya kaki itu jauh lebih berharga. Nggak ada yang jual.”

Kelar.

Pokoknya saya belajar banget bagaimana mensyukuri apa yang dipunya.

Kalau kulit saya belang nggak jelas. Saya bersyukur punya kulit sehat. Kalau kulit saya gelap, itu bukanlah penyakit.

Saya tahu untuk membeli produk dengan kualitas bagus harganya nggak murah. Mau pergi ke dokter untuk menyelesaikan masalah kulit juga membutuhkan biaya yang nggak murah.

Tapi coba pikirin baik-baik apakah menggunakan produk nggak jelas tapi katanya hasilnya bagus adalah pilih yang bijaksana?

Sudah tua. Jangan mau dijajah sama pemikiran perempuan harus begini dan begini demi dapat predikat cantik.

Tolonglah para perempuan di luaran sana, nalarnaya dipakai. Tergiur harga murah tapi punya efek yang cepat. Perlu dipertanyakan kembali.

*gemes gemes.

 

12 komentar pada “Masih Aja Ada yang Pakai Produk Krim Pemutih Wajah Nggak Jelas

  • 02/04/2020 pada 9:37 AM
    Permalink

    Udah lama nggak baca “astaga dragon” πŸ˜€

    Ujung-ujungnya janggal juga kalau yang putih cuma muka sih.

    Balas
    • 02/04/2020 pada 6:06 PM
      Permalink

      wkwkwkw emang. janggal banget.

      Balas
  • 02/04/2020 pada 4:05 PM
    Permalink

    ((bihuuuun)))

    aku pengen punya kulit yang sehat saja~~

    Balas
    • 02/04/2020 pada 6:07 PM
      Permalink

      itu pun penuh perjuangan jamilaaaahhhh

      Balas
    • 03/04/2020 pada 8:29 AM
      Permalink

      akwkwkw ada-ada aja 🀣🀣🀣

      Balas
  • 04/04/2020 pada 5:53 PM
    Permalink

    Kulit putih disamain sama bihun. Bhaiqqq. Hahaha. Kak Momo ini kok humoris sekali, ya. Aku ngakak mulu baca tulisan Kak Momo 🀣

    Balas
    • 04/04/2020 pada 8:45 PM
      Permalink

      Momo tidak sehumoris itu kok. Percayalah. Heuheu.

      Balas
      • 05/04/2020 pada 3:13 PM
        Permalink

        Tidak apa-apa bila tidak sehumoris itu, Mbak Momo. Aku sangat terhibur dengan Mbak Momo yang sehumoris ini hihi πŸ’•

        Balas
        • 05/04/2020 pada 5:05 PM
          Permalink

          wkwkwkkwkw. komennya masoookkk 🀣🀣🀣 humoris juga kau nak

          Balas
          • 05/04/2020 pada 8:27 PM
            Permalink

            Hahaha pertahankan ya, Mbak Momo. Mbak Momo sehumoris ini aja! 🌻

Tinggalkan Balasan