Cerita Momo Menulis Konten Melihat Langsung Ekspresi Orang-Orang yang Membaca Tulisan Saya

Melihat Langsung Ekspresi Orang-Orang yang Membaca Tulisan Saya

Saya suka penasaran dengan orang-orang yang membaca tulisan saya. Penasaran bagaimana ekspresinya. Jika ia tertawa karena tulisan saya. Maka seperti apa tawanya? Jika ia pernah menangis karena tulisan yang saya buat, haruskah saya memeluknya sebagai rasa tanggung jawab?

Kolom komentar hanya kolom komentar!

Salah satu hal yang bikin saya suka ngeblog adalah kalau ada komentar masuk, biasanya nggak asal jeplak kayak di sosmed. Sebagai orang yang pernah dirundung karena mengeluarkan komentar yang katanya sih mengganggu sekelompok besar “Fans D.O EXO”. Saya merasa ngeblog jauh lebih nyaman dibandingkan main sosmed.

Lho… saya pernah lho dibilang ususnya mau dikepang oleh salah satu fans dari D.O EXO.

Sekasar-kasarnya komentar di blog. Paling dikomentar begini “itu sih kamunya aja yang bego.” Dan ketika saya baca tulisan saya. Memang saya sedang bicara tentang ketidakpaham saya akan sesuatu. Jadi, saya pikir wajar saja.

Dibilang bego masih saya terima karena saya lebih banyak begonya pada banyak hal. Kalau dibilang usus mau dikepang kan serem yaaa??? Mau main drakor Voice gitu sama saya sebagai korbannya?

Kemudian…. Komentar Blog Selalu Lebih Hening!

Kalau kebetulan blog kita muncul di mesin pencari dan orangnya emang butuh informasi atas tulisan kita. Setelah mereka cukup dapat informasi. Pergilah mereka begitu saja.

Tanpa kata. Tanpa komentar. Kebanyakan begitu. Kalau ndilalah punya tulisan yang mampu tampil puluhan ribu dalam satu tahun. Paling mentok komentarnya ada 20. Itu pun 10 komentarnya adalah adalah komentar balasan penulisnya sendiri. Wkwkwk.

Kalau sudah punya pembaca sesama bloger. Saya sadar betul bahwa banyak tulisan saya nggak komentar able. Ehh gimana ya? Maksudnya adalah tulisan saya nggak cukup memancing bloger lainnya untuk berkomentar.

“Mau komen apa emang ya? Bingung. Ahh sudah. Bye!” – Mencoba membaca hati klean.

“Dan aku tidak sanggup menggambarkan diammu.”

Sedikit Mengingat Komentar yang Pernah Ada!

Uhuk… yang pernah adaaa^^

“Min, kamu kok gesrek banget sih!!!! Aku jadi wkwkwkw kan?”

Saya pernah dapat komentar begitu dan bertanya-tanya. Gesrek itu apa? Apakah sejenis ikan asin? Ini saya dikatai bego atau gimana? Hahahha ya udahlah setidaknya saya bikin pembaca jadi wkwkwkkw.

“Baca blog ini selalu komplit. Bisa ketawa dan kali ini aku mbrebes mili.” – komentar D di blog lama.

Atau komentar berikut yang membuat saya tersipu-sipu.

Karena saya penasaran bagaimana melihat ekpresi pembaca secara langsung. Di beberapa kesempatan ketika bertemu dengan teman. Saya menawari mereka membaca tulisan saya.

Tulisan yang mana? Tulisan yang ada di Evernote. Kumpulan tulisan lama dan baru yang kebanyakan nggak dipublikasi. Tulisan yang nulis sekenanya aja. Eehh tulisan di blog juga ding.

Begini rasanya.

Ketika saya menyerahkan ponsel saya ke teman saya (sebutlah pembaca).

Detik di mana pembaca mulai membaca. Itu saya deg-degan. Wkwkwkkwkw…. saya bahkan ngelihatin pembaca yang emang serius baca sampai abis.

“Gimana?” tanya saya penasaran.

“Kamu mikirin siapa pas buat? Hah? Dia lagi?” kemudian saya dipeluk.

“Bagus nggak?”

“Bagus. Kamu pinter banget. Makannya apa?”

“Makan ati.”

Yaaa ampun…

Yang Lain Nih…

Ada lagi teman lainnya yang baca tulisan lama saya di simomotaro.com periode 2017 yang sudah dihapus.

Pembaca sibuk menatap layar ponsel sambil bilang.

“Emang sih kamu aneh. Tapi ini gila. Hahahahha….”

Teman lainnya yang hanya saya kasih link. *eehh ini nggak langsung ding. Aahhh biarinlah buat tambahan.

Kayak begini.

Lalu.

Di tulisan ini…. untuk pembaca lama, pembaca baru, atau pembaca di luar sana yang nggak tahu saya. Serta para teman-teman saya yang selalu ngeledekin saya melulu. Terima kasih untuk waktunya membaca tulisan saya yang gabut.

Terima kasih.

Saranghae.

kupakai jari-jari ini untuk menulis di sini :p
3 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 Comment

  1. Hah mantap bisa kasih baca ke orang secara langsung. Sini mah gak pede nawarin orang baca blog saya langsung. Lha buku aja mereka enggan baca, kok pede amat nawarin baca blog, yang mereka kenal penulisnya secara pribadi. Beruntung-lah situ ada yang bisa dikasih baca. Btw itu cat kuku… Sholatnya sah gak ya? Ha ha ha 😂 😂 😂

    1. iya, saya beruntung punya beberapa teman yang antusias ketika saya nyodorin mereka dengan tulisan receh saya.

      *jelas nggak sah solatnya. lhaaa wong nggak solat kok.

  2. aaak, mailoof.. makasih udah dikasih jari berkutek. wkwkwkw.
    iya, bener kok. akutu pernah baca tulisan mbk mo, tp bingung mau komen apa. tapi meski ga komen ya seneng aja bacanya. :’)

    1. itu ada yang bilang minta duit lhooo. *begitu jarinya.
      *lho kenapa pada bahas kutek yaakk ampun.

      jangan dipaksa kalau susah komen. dibaca saja saya udah bersyukur. wkwkkw.

  3. Iya bener lo itu. Saya biasa gatau mau komentar apa. Cuma ya asal mba momo tau aja saya adore tulisan mba so much hehe. Sy malah selalu penasaran sama sosok penulis

    1. aaakkkkk… dipenasaranin.
      eehh penasaran apa tapi?

      terima kasih Nu Na… saya bisa melayang ini 😀

      1. Tulisannya ringan santai untuk bacaan, dan entah bagaimana tak terasa tiba tiba selesai di ujung bacaan. Pertanda dirimu bagus dalam merangkai kata dan penyusunan serta pemenggalan kalimat yang hebat pada blog.
        Kalau kamu pengen tau ekspesiku ketika baca tulisanmu, haduh saya bukan ahli berekspresi.. datar datar saja sih eksprsinya. Tapi kalau penilaian, bagi saya kamu mendapatkan nilai tulisan enak di baca dan menyenangkan untuk menyelesaikan membacanya sampai selesai.