Membuat Kerangka Tulisan untuk Menulis di Blog dengan Rumus 5W 1H

Membuat Kerangka Tulisan untuk Menulis di Blog dengan Rumus 5W 1H

Pernah nggak merasa membaca sebuah artikel tapi masih belum mampu menjawab pertanyaan kamu? Malah pertanyaanmu jadi nambah banyak? Atau ketika kamu menuliskan sesuatu kemudian di tengah jalan malah seperti bertemu jalan buntu. Padahal belum saatnya kamu berhenti menyelesaikan tulisan yang kamu buat. Seperti ada hal-hal yang belum pas.

Barangkali nih ya, yang buat artikel belum selesai menjawab pertanyaan dasar manusia berupa what, who, when, where, why dan how.

Kalau kamu yang menemukan “jalan buntu”. Jangan-jangan nulisnya nggak pakai kerangka karangan/outline. Saya sih ngaku :p

Apakah penting membuat Membuat Kerangka Tulisan untuk Menulis di Blog?

Tergantung. Kalau kamu sedang mengerjakan tulisan yang dalam dan rinci, maka outline ini memang harus ada supaya kamu nggak kehilangan fokus. Tulisan yang dihasilkan pun akan jadi lengkap dan rapi.

Kalau tulisan saya yang isinya curhat-curhatan sih nggak pakai outline. Saya (((ngedabrus))) begitu saja. Wqwq… Makanya kalau lagi nulis terus ditinggal. Jadinya tulisan saya nggak rampung dan mendekam menjadi draft selamanya. Malah bingung kalau mau meneruskan lagi.

Nyampe mana ya tadi? Eh kok gini sih? Kok nggak nyambung sih. Abis itu klik tombol close. Bubar dah : )))

Setelah belajar dari pengalaman tadi. Akhirnya saya belajar membuat kerangka tulisan walaupun sangat kasar. Meski hanya poin-poin besarnya saja.

Hingga saat ini saya membiasakan membuat outline apapun jenis tulisan yang saya buat. Sekasar apapun poinnya. Membuat kerangka karangan/outline? Buat saya penting. Sereceh apapun tulisan saya.

Kerangka Tulisan dengan Rumus 5W 1H, apaan lagi nih?

Dua tahun belakangan saya sering membuat outline dengan rumus 5W 1H. Biasanya saya tulis tangan di buku sketsa dengan metode mind mapping. Saya tahu mind mapping sudah lama dari zaman sekolah dulu banget dan ndilalah tugas akhir saya juga berurusan dengan mind mapping. Referensi bukunya dari karya Tony Buzzan, aplikasinya juga bisa diunduh gratis *buanyakkk di internet.

Monggo dilihat (ini contoh kasar banget. Poinnya masih bisa dikembangkan, tapi nggak muat *alesan).

Membuat Kerangka Tulisan untuk Menulis di Blog dengan Rumus 5W 1H

  1. What

Berisi tentang apa yang menjadi topik tulisan.

Kalau contoh di atas, topiknya mengenai pengeluaran boros saat ramadhan.

  1. Who

Peran yang terlibat. Kalau pada topik pengeluaran boros saat ramadhan. Saya ambil pelaku utamanya adalah ibu (terutama nih) juga ayah. Peran tambahan lainnya bisa anak juga sanak saudara.

Kita nanti bisa tarik hubungan mengapa anak-anak dan sanak saudara bisa terlibat dalam pengeluaran yang boros saat ramadhan. Misalnya anak-anak mau baju baru atau keperluan mudik ke tempat sanak saudara.

  1. When

Kapan? Jelas sih saat ramadhan. Tapi buat lebih spesifik lagi. Kapan tepatnya. Misalnya saat belanja kebutuhan pangan. Biasanya kan boro-boro tuh minum sirup? Air sumur galon sudah cukup. Eh ini ada sirup dan minuman manis lainnya. Belum lagi iklan sirup anu sudah nongol jauh-jauh hari sebelum ramadhan.

Ada juga saat belanja pakaian, beli tiket kalau mudik, dll.

Sudah merasa mumet?

  1. Where

Di mana pemborosan terjadi? Di rumah? Karena rumahnya kedatangan perabotan baru? Di tempat berbuka puasa soalnya makan di luar lebih sering? Di pusat perbelanjaan? Yang biasanya terlihat biasa saja eh gara-gara puasa jadi kelihatan enak semua?

Wqwq…

  1. Why

Kenapa ibu dan ayah ini boros saat ramadhan? Diskon di mana-mana? Harga barang kebutuhan saat menjelang hari raya biasanya naik? Beli baju sampe menuhin koper? Biaya perjalanan mudik dari bensin hingga tiket? Perlu ngasih THR juga ke pegawai (kalau ada)?

  1. How

Bagaimana ibu dan ayah ini bisa boros? Terjawab? Laper mata? Laper perut? Tulis. :p

Setelah bisa menemukan rentetan bagaimana bisa boros, bisa mincul pointer baru mengenai solusinya. Supaya nggak boros-boros banget saat ramadhan.

Semua bahan terkumpul. Nanti bisa dibuat jadi artikel tips, eh tapi kalau mau storytelling dan how to juga boleh. Terserah koki yang masak deh.

Bisa jadi, Ayah dan Ibu dalam kasus ini perlu management keuangan yang baik untuk ramadhan. Gimana cara buatnya? Sumber pemasukan dari siapa saja? Masalah yang muncul lagi apa? Misalnya kalau mau nabung, sekiranya tabungan apa yang cocok?

Jadi panjang? Ini outline kasar lho.

Kalau dibuat lagi lebih rinci pada outline. Bisa dikembangkan jadi beberapa judul tulisan. Nggak hanya satu. Karena tiap poin biasanya bisa menjalar kemana-mana tapi tetap fokus.

Mau buat artikel berseri seperti wajah saya? Bisa banget.

Ditengah jalan kehilangan ide? Malah muncul ide baru kan? Masih bilang outline nggak penting? *kedip-kedip.

Membuat outline juga bisa memberikan gambaran di bagian mana kita tidak paham. Nanti bisa mempermudah pertanyaan riset.

Membuat Kerangka Tulisan untuk Menulis di Blog dengan Rumus 5W 1H

Rumus 5W 1H bisa digunakan untuk apa lagi bagi bloger?

Kalau saya biasanya untuk riset tulisan orang.

Misalnya saya sedang membidik “kata kunci” tertentu dalam pencarian. Biasanya saya lihat beberapa tulisan orang di halaman pencarian pertama di mesin pencari. Sudah ada belum keenam unsur tersebut (5W 1H). Kalau belum, bisa jadi catatan untuk tulisan kita nanti.

Saya kadang mikir begini. Kalau ada orang lain yang bisa membuat bagus. Kenapa saya harus susah-susah buat yang lebih rendah dari orang itu? Saya harus bisa memberi lebih.

Katakanlah ada tiga hal yang bisa ditarik dalam suatu tulisan; menghibur, bermanfaat, atau menginspirasi. Apa yang dominan dalam tulisan kompetitor kita? Tulisannya sangat manfaat tapi kaku? Atau bagaimana? Pokoknya cari celah kemudian buat tambahan di tulisan kita.

Itu kalau menulis dengan misi ya. kalau lagi santai ya santai saja.

*ditoyor pembaca.

Baca juga : 5 Cara Mudah Merapikan Blog Milik Kamu.

Kesimpulan nih Membuat Kerangka Tulisan untuk Menulis di Blog dengan Rumus 5W 1H

Nggak ada salahnya kan Membuat Kerangka Tulisan untuk Menulis di Blog ?

Kalau tulisan yang sedang digarap ditinggal dalam waktu yang cukup lama. Kita bisa lebih memulai kembali dengan mudah karena ada struktur. Brainstorming juga lebih enak. Tulisan yang dihasilkan pun bisa lebih lengkap.

Tapi… tapikan cuma blog ini? Saya nulis tinggal nulis aja, nggak ribet pakai outline segala….

Balik ke tujuan menulis masing-masing yaaa…

Mau membuat tulisan yang informatif yang sekiranya menjawab pertanyaan mendasar?

Outline adalah kunci.

2 thoughts on “Membuat Kerangka Tulisan untuk Menulis di Blog dengan Rumus 5W 1H

  1. Tulisan mbak momo makin bagus dan ciamik aja semakin hari..
    bacanya santai, isinya bisa nyantol karena keterangannya yang semakin lengkap dan dijelaskan secara sederhana yang dengan mudah di enkripsi oleh otak sederhanaku ini, hahaha
    dan terakhir, tetap ada guyonan di tengah-tengah keseriusan itu yang tetap menjadikan si Momo tetap jadi Si momo taro, wkwkwkw

    1. 😂😂😂 alhamdulillah kalo pesannya sampai.

      saya tetap saya yg dulu kok. cuma dengan tulisan yg terarah. Itung2 catatan buat saya juga dalam hal menulis atau ngeblog.

      Terima kasih sudah setia membaca. Hehe

Tinggalkan Balasan