Cerita Momo Seputar Blog Kegalauan Menentukan Nama Domain Blog

Kegalauan Menentukan Nama Domain Blog

Kegalauan Menentukan Nama Domain Blog – Nama. Katanya apalah arti sebuah nama. Tapi yha gimana gitu? Kadang mikirin buat nama itu pusing juga? Apalagi mikirin nama domain buat blog.

Konon katanya lebih sudah dibandingkan bikin nama anak.

Ehh gini lho, kalau kita buat nama anak kan bisa panjang, malah kalau lihat tren, nama anak zaman now itu ajaib-ajaib. Penulisannya nggak lempeng-lempeng aja. Namanya sekali baca bisa langsung lupa. Udah kayak rantai karbon aja.  Kalo nama domain? Makin panjang makin nggak enak. Dibuat makin pendek, eh harganya makin mahal. Biasanya mulai mahal kalau terdiri dari maksimal 4 huruf. jono(dot)com atau budi(dot)com dijamin mahal.

Terus juga nih. Kalau bikin nama anak, kita bisa pakai nama yang memang sudah ada. Bisa dong saya kasih nama anak saya Bambang, walaupun entah sudah berapa bambang yang lahir sebelumnya. Nama domain nggak bisa begitu. Kalau sudah ada yang punya, yang lain nggak bisa kita pakai.

*nggak bisa gitu bambang….. (btw, sebenarnya Bambang adalah nama Abang saya yang sudah berpulang).

Huah… agak ribet emang.

Jadi, kamu pernah nggak kepikiran menyewa sebuah domain dengan nama tertentu. Sudah ada dipikiran kamu? Sudah ada idenya? Gimana? Ribet nggak? Kalau buat saya sih menentukan nama domain ini ribet-ribet sedap. Mengapa demikian?

Apa saja sih kegalauan dalam menentukan nama sebuah domain?

  1. Pengennya itu sudah ada yang punya

Sering nih. Jangan jauh-jauh, nama blog saya yang ini simomotaro.com. Padahal saya mau yang lain. momotaro(dot)id misal, atau yang lebih nggak mungkin momotaro(dot).com.

Maklumlah, namanya agak pasaran dan emang bukan hal baru. Momo Taro memang sudah ada, dongeng Jepang pula, ada merk barang juga, wah macem-macem.

Pernah tertarik buat pakai nama sendiri (nama panggilan), dengan ekstensi lainnya misal .id .net eh sudah ada terus. Saya kasih beberapa tambahan juga tetep domain yang saya mau tidak tersedia.

Yaaaa nasib punya nama pasaran.

Sedi akutu.

  1. Ngecek di sosial media

Untuk membangun sebuah blog. Media sosial juga diperlukan, kata yang sudah pro dalam ngeblog sih begitu. Katanya juga domain kita usahakan sama dengan sosmednya. Ya semacam punya domain simomotaro.com, IG dan twitternya juga sama.

Agak perjuangan juga cari domain yang tersedia tapi juga tersedia di sosial media. Karena biasanya sudah ada yang punya. Akun simomotaro di sosmed udah dipunya sama yang lain. heuheu…

Saya juga pernah mau beli domain tertentu. Eh nggak jadi karena sudah ada di sosmed.

Tapi saya sekarang udah nggak peduli amat sama sosmed sih.

Lho? gpp masuk poin biar tulisannya panjang.

  1. Domainnya sudah pernah dipakai orang

Sejarah suatu blog bisa kita cari sepak terjangnya dengan valid. Suatu nama domain tertentu bisa kita cari pernah dipakai berapa kali atau emang belum pernah ada yang pakai sama sekali.

Kamu bisa cek domain yang kamu incar di whois.domaintools.com.

Menentukan Nama Domain Blog

Contohnya seperti di gambar, domain kadalbunting(dot)com belum pernah terregistrasi sebelumnya. Nggak kayak namanya yang bunting, nyatanya tu kadal emang belum pernah digunakan siapapun.

*uhuk…

Ada beberapa keuntungan kalau domain yang kamu bidik sudah pernah dipakai orang dan sudah tersedia kembali. Diantaranya adalah kamu bisa punya backlink tanpa capek-capek. Tapi, kalau masa lalu domain yang kamu bidik itu buruk. Bisa jadi akan berdampak pada blog kamu. Dosa masa lalu bisa terbawa di masa kini.

Jadi, usahakan pakai domain yang belum pernah digunakan sebelumnya. Cari aman saja ya? Kalau menurut saya sih begono.

Emang dilema, mau beli domain yang sudah dipakai orang. Mending sejarah dulunya aman-aman saja. Eh kalau masa lalunya buruk?

Kebayang ya? suatu saat nanti nama domain saya saat ini “tersedia kembali” alias bisa dibeli siapapun. Eh orangnya kemana?

Udah mati.  Hihi…

Tapi, semoga aja saya bisa menjejakkan hal baik. Bagus kan orang yang pakai selanjutnya bisa dapat kebaikan.

Namun, blog ini diam-diam telah saya jadikan warisan digital.

Baca juga : Cara Tetap Konsisten Ngeblog.

  1. Masalah ekstensi domain

Itu lho embel-embel kepanjangannya. Yang paling umum ya .com. Ada juga yang sesuai sama negara kita kayak .id .co.id. .web.id.

Masing-masing punya kekurangan dan kelebihan.

Pengen sih punya .id tapi nanti bisa dikepoin di whois pandi kan? Hahahaha… *CMIIW

Ketahuan deh siapa, alamat dan nomor kontak pemilik. Saran saya kalau kamu beli domain, sekalian beli proteksinya. Takut disalah gunakan keterangan identitas kamu.

Akhirnya, saya lebih suka pakai .com aja. Kalau nggak ada? Cari yang lain saja.

Dulu begitu, sekarang Pandi sudah ada proteksinya belum? Kasih tahu duongggg.

  1. Domain yang mengandung kata kunci atau tidak

Ini juga suka kepikiran. Blog simomotaro.com, kebayang nggak blognya ngomongin apa? Nggak kan? Hahaha…

Tapi saya seneng-seneng aja sama domainnya. Sudah kadung cinta deh kayaknya.

Pengen sih beli domain yang mengandung kata kunci yang nyambung sama niche nya. Tapi kok saya suka mikir acak gitu. Kadang kepikiran beli domain DebuMatahari(dot)com tapi buat ngomongin apa?

Akhirnya, saya pakai nama domain semau saya. Nggak mikir mengandung kata kunci apa nggak. Hal kayak kata kunci begini sifatnya sementara tergantung algoritma aja. Kalau nggak bisa bersaing dengan web lain, sudahlah.

Bye.

Menentukan Nama Domain Blog
sumber : pixabay

Terus biar nggak galau saat hendak membeli domain blog itu harus gimana?

Harus pada pilihan yang matang. Resiko jelas ditanggung yang punya. Mau pilih apa aja boleh. Bebas pokoknya.

Sebagai tambahan, kita harus pandai-pandai melihat promo. Karena kadang sangat menjebak. Beli awal murah, eh tahun kedua harganya selangit. Kalau mau beli pas harga promo, pastikan saja promo tersebut masih wajar untuk pembelian tahun kedua.

Eh beli hosting juga sama kayak gitu. Jangan tergiur sama harga promo tahun pertama.

Pikir kembali. Karena harga domain/hosting harus kita bayar pertahunnya.

Kemudian mulai inget domainnya harus diperpanjang. Setahun rasanya seperti kemarin.

Hahahha…

Sekian post curhat saya kali ini.

Selamat hari kamis.

Terima kasih sudah membaca. Padalah tulisan ini dibuat tahun 2018 geeessss. mendekam lama di konsep.

Sampai jumpa di tulisan pada bulan yang akan datang…

Dadah…

Tambahan!

Lha sih.

Bagi saya, domain yang bagus adalah domain yang blognya diurus, nggak cuma dianggurin setelah beli. Atau malah dibuat kadaluarsa di tahun selanjutnya. Saya pernah  beli domain, belinya aja namun nggak keurus sampai stop nggak diperpanjang. Pinter emang buang-buang duit tuh.

Ngisi konten blog ternyata lebih bikin galau ya.

 

 

1 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 Comment

  1. Di sini juga kesindiri masalah gak ngurusin blog… Hahahaha
    Aku juga pernah bikin blog di blogspot, udah aku beliin domain cuma sampai setahun aja, berat ternyata ngutusin 3 blog.
    Udah penghasilan dari blog gak seberapa, harga hosting dan cpanel naik pula, so, apa boleh buat, aku release deh blog 1 biar dipancing orang lain, hahahaha

    1. emang, ada harga yang naik terus. hahah. bisa dimaklumi juga.
      untuk penghasilan, kayaknya udah banyak pembaharuan di harga iklan deh, tahun ini walau baru 2 bulan agak mendingan juga. biasanya awal tahun baru kan duhhhhh parah ndlosor setelah desember naik drastis.