Menentukan Niche Blog untuk Bloger Pemula

Menentukan niche blog agaknya harus dipikirkan matang-matang untuk bloger pemula. Kenapa? Karena niche adalah tentang konsistensi mau dibawa ke mana blog yang kamu bangun. Niche adalah komitmen hingga waktu yang tidak bisa ditentukan.

Ada kunci yang saya pegang dalam menentukan sebuah niche blog, yaitu minat. Detail lainnya tidak terlalu saya pikirkan terlebih dahulu.

Kenapa sih mementukan niche pada blog harus dengan minat?

Pernah nggak ngelihat orang-orang ketika membicarakan minat dalam hidupnya? Ada yang berbinar dari matanya bukan? Ada sebuah antusiasme pada pandangannya, bukan pandangan kosong. Yha miriplah ketika kamu mendengar temanmu ngomongin gebetannya. Sepertinya nggak ada habisnya. Detail kecil seolah-olah adalah hal besar.

Juga nih, kamu tahu kan bagaimana mendalami bidang tapi nggak sesuai dengan minat? Miriplah waktu kamu sekolah SMA memilih jurusan IPA yang minat banget sama biologi (apalagi bab reproduksi manusia) tapi berkali-kali bilang bangke ke pelajaran fisika (soalnya kamu remedial terus).

Please deh. Apa nggak cukup gitu pengalaman kita zaman dulu menjalani hal yang nggak sesuai dengan minat. Ngeblog itu nggak seperti sekolah SMA yang butuh waktu 3  tahun doang. Ngeblog itu waktunya nggak jelas. Bisa memakan seluruh hidup kamu.

Menentukan Niche Blog untuk Bloger Pemula

Lagian nih ya. Kalau melakukan sesuatu tidak sesuai minat, apa yang kita lakukan jadi berat. Di kelas 2 jam berasa 2 tahun. Coba kalau melakukan sesuatu berdasarkan minat. Mau lama-lama juga hajar aja. Ketika ada hambatan, kamu masih bisa syalala.

Pokoknya ngeblog itu nggak bisa disisipi kalimat : “Saya pengen cepet lulus ngeblog terus wisuda.” Ngeblog seperti sebuah kutukan ya? Mungkin karena memang aktivitasnya adalah menulis. Jadi nular gitu.

Masa?

“Ada kok bloger sukses mengangkat blog dengan niche yang bukan minatnya.”

Saya kasih tahu ya. Biasanya bloger yang demikian memang sudah pro. Sudah tahu lika-liku membangun blog untuk kepentingan bisnis. Kalau punya tujuan besar, ilmu SEO yang mumpuni dan modal besar. Mereka biasanya menggunakan jasa penulis konten untuk mengisi blognya.

Kamu masih menulis kontenmu sendiri kan? Ya kan?

Saya juga punya keyakinan bahwa bloger profesional tadi pasti punya blog yang sesuai dengan minatnya. Pasti…

Kamu boleh kok membangun blog tidak sesuai dengan minat. Tapi nanti, setelah kamu memiliki blog yang sesuai dengan minat.

Karena nih. Ngeblog dengan niche sesuai minat itu seperti pulang ke rumah. Di situ tempat kamu senyaman-nyamannya menulis. Tidak dipusingkan dengan anu anu yang lain.

Minat saya banyak. Lihat ada yang bening dikit aja langsung minat. Terus gimana dong?

Cara mudahnya adalah buat daftar topik yang kamu minati. Sebanyak-banyaknya. Walaupun agak absud juga nggak apa-apa.

Kunci pertanyaannya seperti ini.

# Kalau lagi  ada waktu luang ngapain?

# Kamu rela menghabiskan waktu lama dalam hal apa?

# Zaman sekolah dulu suka sama pelajaran apa?

# Kalau membaca koran atau majalah. Topik apa yang kamu baca terlebih dahulu?

# Hobi kamu apa sih?

# Pokoknya kamu suka. Nggak pandang menghasilkan uang atau tidak.

Kurang lebih demikian ya. Nah, kamu jawab tuh. Makin banyak jawaban makin baik.

Contoh jawabannya begini : Yoga, filsafat, psikologi, buku, berenang, main game, jalan-jalan, makan-makan, komputer, makeup, sinetron, mancing, nonton film, mendengarkan musik, pelihara anjing, naik gunung dll.

Kemudian eliminasi daftar yang sudah dibuat

Caranya adalah dengan membuat pertanyaan kembali. Contohnya begini.


Pertanyaan : Saya suka sama filsafat. Kalau jadi topik blog?

Jawaban : Suka doang. Gila aja nulisnya. Nanti gimana? Ah puyeng duluan.

Tindakan : Coret filsafat dari daftar kamu.


Pertanyaan : Kalau jalan-jalan jadi niche blog gimana ya? kan lagi tren banget tuh.

Jawaban : Jalan-jalan butuh banyak biaya. Lagian ambil cuti kerja susah. Masa iya nanti update blog setahun sekali? Emangnya lapor SPT.

Tindakan : Cari waktu dan biaya untuk jalan-jalan. Eh maksudnya coret jalan-jalan dari datar kamu.


Gali terus pertanyaan kamu hingga menemukan niche dengan kata YA.

Pikirkan beberapa pertimbangan berikut sebelum kata Ya muncul:

Cukup dalam nggak sih detail topiknya? Sekiranya nggak mentok ditengah jalan?

Jangan memilih niche berdasarkan kepopuleran. Jadi, kamu jangan dilenakan dengan iming-iming niche blog yang dibayar mahal sama google atau apalah.

Perlu nggak sih jadi pakar dalam topik yang akan digunakan dalam blog?

Bisa ya bisa nggak. Kalau kamu memang sudah ahli dalam bidangnya. Blog yang kamu bangun bisa jadi salah satu nilai tersendiri dalam karir kamu.

Kalau kamu belum ahli dalam bidangnya nggak usah kecil hati. Hajar aja kalau memang sudah minat. Mengingat tulisan di badan mobil truk “Kalau sudah cinta, gunung saya daki, laut saya sebrangi.” Seperti yang pernah saya bilang di tulisan yang ini (sila baca buat yang belum baca) kalau bloger itu harus siap-siap dikoyak evaluasi. Jadi, intinya kamu bisa belajar sambil jalan.

Ada beberapa kelebihan juga kalau kamu mengangkat niche yang sedang kamu pelajari. Bisa jadi kamu malah nambah pengetahuannya dari pertanyaan-pertanyaan pembaca. Bahasa yang dipakai juga biasanya langsung menyentuh pada permasalahan yang muncul dalam perjalanan belajar.

Ingat lagu CJR saja “Tak perlu tunggu hebat untuk berani memulai apa yang kau impikan. Hanya perlu memulai untuk menjadi hebat, raih yang kau impikan.” *Nyanyi dulu

Kalau sudah menemukan niche. Langkah selanjutnya apa?

Coba lihat kembali seputar topik yang kamu angkat. Kalau masih lebar bisa dikecilin lagi *kaya baju aja.

Misal nih. Akhirnya kamu menentukan niche tentang menulis. Menulis itu luas banget. Mau nulis apa? Surat izin cuti? Surat resign kerja? Surat cinta? Nulis puisi? Novel? Cerpen? Surat Tanda Tamat Belajar? Atau apa? Buat sejelas-jelasya.

Sedikit pikirkan tentang target pembaca

Kamu nulis ingin dibaca orang lain kan?

Kamu juga harus memikirkan target pembaca kamu. Usahakan target pembaca adalah orang awam.

Kenapa harus orang awam?

Karena kalau target kamu mahasiswa  biasanya mereka bisa cari tahu lewat buku dan langsung dari dosennya.

Pernah baca blog kesehatan bukan? Bahasanya sederhana bukan? Nggak pakai istilah-istilah yang sulit dipahami orang awam? Padahal yang nulis dokter?

Penutup

Setelah menentukan niche sesuai dengan minat dan kamu punya sedikit gambaran dengan target pembaca. Maka kamu harus membuat kategori hal-hal apa yang akan kamu tulis. Usahakan jangan sampai lebih dari 10 (sila baca di sini untuk merapikan kategori).

Selanjutnya, kamu harus benar-benar konsisten dengan apa yang sudah kamu mulai.

Tentang target pembaca yang sedikit saya ulas. Ini penting untuk menggambarkan statistik blog kamu kedepannya. Kamu harus tahu diri lewat penerawangan target pembaca.

Misal nih, kamu ngeblog dengan niche seputar blog. Jangan pernah bandingkan dengan niche kesehatan karena targetnya beda. Nggak usah kecil hati lihat statistik orang lain yang luar biasa. Fokus dengan apa yang sedang kamu bangun. Orang-orang awam yang sedang mencari tahu tentang kondisi kesehatannya lebih banyak dari bloger yang sedang bingung membuat judul artikel. So, kamu harus realistis kalau punya target.

*sepertinya penutup ini sedang menasehat diri sendiri.

Sekali lagi, kuncinya minat.

Mengutip kalimatnya Raditya Dika

“Gue melihat orang yang bekerja tapi nggak sesuai dengan minat seperti seekor ubur-ubur lembur. Lemah, lunglai, hanya hidup mengikuti arus. Lembur sampai malam tapi nggak bahagia. Nggak menemukan sesuatu yang membuat hidup mereka punya arti.”

Yha. Tentunya kalian bukan ubur-ubur bukan? Kalian manusia yang punya tulang belakang, walalupun mungkin ada saatnya kamu berpikir bahwa kamu adalah sejenis umbi-umbian.

Jadi, sudah ada gambaran bagaimana menentukan niche blog bukan?

2 thoughts on “Menentukan Niche Blog untuk Bloger Pemula

  1. blog nya bagus banget deh ini. wordpress ya bang?
    bang? (yang punya laki apa perempuan ya?)
    aku sudah lama tak bergelut dengan dunia blog. Pindah ke Plukme.
    Nice share. ^^

    1. ggp dipanggil bang juga. saya ikhlas. ahahahha…
      terima kasih sudah mampir dan komentar.
      iya ini wordpress.

Tinggalkan Balasan