Menulis Tanpa Kerangka Tulisan Tapi Tetap Fokus, Bisa Banget!

Menulis Tanpa Kerangka Tulisan Tapi Tetap Fokus, Bisa Banget!

Menulis tanpa kerangka tulisan tapi tetap fokus, bisa banget! Bisa banget dong. Tapi kalau saya lebih sering melebar kemana-mana. Kadang pembukanya sudah panjang sendiri dibanding isi. Kadang juga saya kasih penutup yang sama sekali nggak penting. Dikomentari sama pembaca katanya pada bagian tertentu mending dihapus saja juga pernah :p.

Saya sudah buat tulisan tentang membuat kerangka/outline dengan Rumus 5H+1W. Sila baca dulu.

Tapi kan blog saya gitu? Suka-suka saya dong? :p

Menulis tanpa struktur memang membahagiakan. Kita bisa bebas menulis tanpa “melawan”. Seperti tanpa beban. Akan tetapi menjadi kebahagiaan tersendiri *cie elahh, ketika menulis tanpa kerangka tapi tulisan yang dibuat tetap fokus dan nyambung. Saya pernah dong begini. Cuma jarang aja. wqwq.

Berdasarkan kegagalan yang banyak dalam menjaga fokus menulis tanpa outline. Saya kasih tip gimana caranya menulis tanpa kerangka tulisan tapi tetap fokus. Kegagalan memang mengajarkan banyak hal ya? : )))

Ini dia!

  1. Menulis dalam satu waktu

Saya bisa tetap fokus dalam menulis jika menulis dalam satu waktu. Alias sekali jadi. Makanya saya suka gagal (hilang fokus) karena pas lagi serius tiba-tiba kedatangan temen yang ngajak jalan beli makanan asu.

Alamat deh, tulisan saya hanya sebongkah draft tak terusik.

  1. Menulislah senyaman mungkin dan hindari gangguan

Kalau saya butuh air putih yang banyak. Serius nih? Menulis itu kan bukan olahraga? Sampai butuh air putih yang banyak?

Bagi saya, menulis itu nggak ada bedanya sama lari sprint. Jadi butuh banyak air. Saya juga cepat capek kalo habis nulis, jadi biasanya saya nulis sambil minum-minum. Menghindari dehidrasi juga. Menulis sekali jadi itu bukan hal yang mudah memang : (

Pokoknya buat senyaman mungkin jangan sampai ada hal yang mengganggu konsentrasi menulis kamu.

Kamulah sendiri yang lebih tahu kan :p

  1. Menulis sesuatu yang memang sebagian besar sudah dikuasai

Nulis curhat, haha. Sudah tahu plot nya bukan? Ceritanya nanti begini, begitu, tinggal cara masak bahan saja.

Menulis review produk, buku atau film juga biasanya sebagaian besar sudah kita kuasai. Kan berdasarkan pengalaman pakai, membaca atau menonton bukan?

  1. Sudah Tahu Topik? Tetapkan Judul Bayangan

Judul bayangan bisa digunakan sebagai acuan, misalnya mau mengulas tentang masker lumpur yang hits dari Korea itu. Judulnya langsung terbayang bukan?

Nanti bisa dikembangkan lagi judulnya kalau tulisan memang sudah selesai dibuat.

  1. Tentukan poin-poin besarnya

Mau review produk? Bisa mulai dari komposisi, claim produk seperti apa, kemasan, harga, reaksi pada wajah, dll.

Kalau kamu mau curhat dan cukup panjang. Buat subjudul yang bersesuaian dengan cerita yang sedang kamu buat. Storytelling ini rentan tidak fokus lho.

  1. Kembangkan poin-pon tadi

Kalau review produk, kembangkan berdasarkan apa yang tertera sebagai claim dan apa yang terjadi pada pemakaiannya. Kembangkan sesuai dengan yang dialami.

Kalau pakai storytelling yang tetang curhat. Usahakan beberapa poin tidak lebih menonjol pembahasannya dibanding poin lain. Bila perlu hitung saja nanti berapa kata atau kalimat persubjudul. Usahakan berimbang, supaya tidak melebar.

Ribet? Ya udah pokoknya kembangin aja poin yang dibuat.

Wqwq…

  1. Buat Kesimpulan

Kalau pada kasus review produk. Sekiranya apa yang bagus dan apa kekurangannya. Pada akhirnya kamu merekomendasikan produk tersebut atau tidak? Nanti kamu mau beli lagi atau tidak.

Mau curhat juga kasih penutup. Sekiranya apa yang bisa diambil dari suatu kejadian. Jangan main kabur aja.  Hahaha : ))) pamit kek apa gitu :p

Jangan lupa, buat paragraf pembuka yang mengesankan pembaca yaa (klik di sini untuk selengkapnya).

Menulis Tanpa Kerangka Tulisan Tapi Tetap Fokus, Bisa Banget!

Jadi gimana? Menulis tanpa Kerangka tulisan tapi tetap fokus, bisa banget bukan?

Bisa.

Tapi tetap ada catatan hanya untuk beberapa topik saja. Nulis di blog sah-sah saja nggak pakai kerangka/outline jika itu memberatkan. Tujuan outline digunakan adalah untuk mempermudah mengeksekusi bahan menjadi tulisan.

Pada kasus saya. Poin 1 dan 2 harus ada ketika saya menulis prosa pendek. Sementara pada poin 3-7 biasanya sering saya pakai untuk  menulis hal lainnya.

Intinya kamu akan mudah menulis dengan fokus walaupun tanpa outline dengan bantuan model tulisan listicle. Topik – judul sementara –  ambil poin besar – kembangkan poin – buat pembuka dan penutup – kasih judul akhir– kelar. Tulisan saya yang ini juga dibuat tanpa kerangka/outline.

Jadi rada semi curhat ya? wqwq….

Mungkin kamu-kamu lebih jagolah daripada saya kalau menulis tanpa outline. Bisa dibagi dong ilmunya di kolom komentar :p

3 thoughts on “Menulis Tanpa Kerangka Tulisan Tapi Tetap Fokus, Bisa Banget!

  1. Aku juga kalo nulis langsung aja. Pernah di ajarin buat plot plot gitu cuma malah gak bisa.hampir mirip metodenya Topik – kasih judul sementara –  ambil poin besar – kembangkan poin (suka kemana-mana)– buat pembuka dan penutup (suka ganti ganti)– ganti judul akhir– kelar. 

Tinggalkan Balasan