Mengapa Saya Akhirnya Ngeblog dengan Niche

Mengapa Saya Akhirnya Ngeblog dengan Niche

Mengapa saya akhirnya ngeblog dengan niche ? Kamu ngeblog dengan niche belum? Kamu sudah tahu niche dong tentunya? Ah belum? Niche itu sosis so niche itu lho. Masa nggak tahu. Yang tinggal lep itu. Harganya masih murah kok. Yang mahal itu kan ongkos politik. Gimana sudah paham kan? *ditoyor pembaca

Niche itu topik yang terfokus pada blog yang tentunya memiliki target pembaca yang jelas. Jadi, saya ngeblog nggak sembarang ngeblog lagi. Yang dulunya ngomongin celana dalam hingga ayam goreng. Sekarang ngeblog yang agak terfokus. *ngeblog sambil pakai kacamata kuda.

Lalu kenapa sih saya akhirnya ngeblog dengan niche? Nah begini ceritanya…

  1. Sebuah Kegelisahan

Mengenal blog dari tahun 2009 dan beberapa tahun belakang cukup aktif. Saya jadi gelisah kemudian jenuh. Saya jenuh dalam ngeblog tapi hasrat menulis masih membara *eak. Khususnya pada domain simomotaro.com ini.

Melamuni simomotaro.com, saya bertanya-tanya pada diri sendiri. Ngeblog kok gitu-gitu aja? Posting ya males banget. Sampai tidak jarang saya hanya menulis satu tulisan dalam satu bulan.

Akhirnya saya revisi tujuan saya ngeblog di simomotaro.com yang awalnya sekedar personal blog  atau curhatan tulisan coro (*mengambil istilah dari Suci Su). Menjadi blog yang jelas ngomongin apa.

  1. Menantang diri sendiri (lagi)

Setelah beberapa pertimbangan memilih niche. Saya sempat ragu karena blog yang setipe dengan saya sudah banyak (banget). Kalau masalah kompeten atau tidak. Bisa dibilanglah saya ini nggak ada apa-apanya dibandingkan para mastah-mastah.Tapi mungkin di situ letak tantangannya.

So, niche blog yang saya geluti sekarang adalah sebuah catatan saya dalam belajar menulis. Sejalan dengan minat. Jadi saya masih bisa ngeblog dengan hati riang dan tetap syalala.

  1. Saya Ingin dikenal dengan Jelas

Kalau bloger saja, yang punya blog bisa disebut bloger. Saya tidak puas di situ. Saya ingin dikenal dengan jelas. Misal Momo adalah bloger yang…. nah pada titik-titik itulah yang sedang saya upayakan. Sekalian nanti blog saya yang ini bisa jadi portofolio.

Kalau kamu, mau dikenal sebagai bloger yang…?

  1. simomotaro.com sebagai media berbagi yang syukur-syukur manfaat, menginspirasi dan menghibur

Maunya sih ketigannya ada, baik bermanfaat, menginspirasi dan menghibur dalam tiap tulisan. *Maruk banget. Salah dua saja sudah bagus. Salah satunya saja juga sudah baik.

Mengevalusi tulisan lama saya. Memang sangat kurang bermanfaat ya? hahah *ngaku saya mah. Jadi saya ingin lebih bermanfaat mengingat kata Ralp Waldo ; Merupakan kompensasi paling indah dalam hidup, bahwa tidak ada manusia yang bisa secara tulus mencoba membantu orang lain tanpa membantu dirinya sendiri.

Ya kan? Akhirnya saya mencari itu ini anu anu untuk membuat tulisan yang sekiranya manfaat buat kamu kamu. Dan artinya saya juga belajar untuk menyajikan tulisan yang baik.

Kalau menginspirasi… emm gimana ya? haruskah saya ganti jadi Momo Teguh? Bukan Momo Taro.

Kok aneh yha? Wqwq…

  1. Bekerja dengan Konsep itu Sangat Menyenangkan

Ngeblog dengan niche memang bukan hal baru bagi saya. Dan dirasa-rasa itu sangat sangat sangat menyenangkan.

Bukan berarti saya bilang bahwa blog dengan gado-gado itu tidak bagus. Tapi nih ya, kalau kita punya konsep dasar (kalau dalam ngeblog katakanlah itu niche). Segala detail kecil menjadi hal-hal yang menyenangkan.

Bekerja dengan konsep yang jelas membuat kita tahu bahwa bagian satu dan bagian yang lain saling berkaitan. Hal remeh yang biasa terabaikan, bisa jadi adalah hal yang memesona. Konsep yang jelas, membuat kita tidak abai pada kemungkinan-kemungkinan. Termasuk detail kecil.

Emm ngerti nggak maksudnya?

  1. Saya Menulis Untuk Target Pembaca yang Jelas

Mengingat tujuan dibuatnya blog ini sebagai personal blog. Tadinya sih saya menulis ya menulis saja. Mau dibaca orang apa nggak. Tapi seneng kalau ada yang baca. Hahaha. *sangat mbuh. 

Dengan menentukan niche juga supaya tulisan saya memiliki target pembaca yang jelas. Sudah terbaca bukan dengan topik saya ini siapa targetnya? Ya, kamu para bloger yang dengan upaya membangun konten-kontennya.

Yha tentu bukanlah mbak-mbak yang bingung gimana cara mengarsir alis dengan simetris. Kurang lebih sih begitu.

  1. Saya Sudah Tua

YHA.

Saya sudah tua. *sini kamu salim.

Usia yang bertambah, mau tidak mau kita harus lebih bijak lagi. Mana yang harus dikurangi, mana yang dihilangkan, mana yang harus terus diperjuangkan.

Saya tutup curhatan saya. Sebagai gantinya saya curhat yang sekiranya lebih berfaedah. Hahaha…

Minta doanya saja semoga ke depannya bisa lebih baik, lebih manfaat dan nambah cantik. *teteup.

Mengapa Saya Akhirnya Ngeblog dengan Niche

Penutup Tentang Ngeblog dengan Niche

Saya memang sedang belajar menulis mulai dari buku, tanya sana sini, kalas dll. Kadang saya suka sambung-sambungin yang saya dapat untuk membuat konten.

Contoh kecilnya adalah mengingat ketika mentor saya bilang bahwa untuk menulis setidaknya pengarang harus mau sedikit belajar psikologi dan filsafat. Yaaa nanti saya sambungin saja seperti pada tulisan 6 Cara Membuat Judul Artikel yang Melibatkan Pembaca. Masih cetek sih yaaa… hahaha.

Oh iya, saya juga nggak akan bicara teknis ngeblog di sini. Urusan teknis saya mah gaptek. Masih kalah jauh.

Juga nih tidak menutup kemungkinan bahwa saya akan membuat niche blog lagi (dan lagi). Seru juga ternak blog. Misalnya ada rencana mau ngomongin buku tapi bukan seperti resensi pada umumnya. Saya ulas sesuai dengan sudut pandang saya. Kan boleh tuh. Nanti saya pamerin kalau buat niche blog lagi :p.

Saya pamit pada ranah personal blog. Sebagai gantinya saya hanya akan berurusan dengan blog-blog niche dengan sentuhan personal. hehe

Untuk jadwal posting di sini. Saya selalu usahakan pada hari senin dan kamis.

Mari belajar. Mari menulis. Mari bergembira.

Nah, kalau kamu gimana? Merasa jenuh? Coba cara saya. Ngeblog dengan niche.

13 thoughts on “Mengapa Saya Akhirnya Ngeblog dengan Niche

    1. Hahahha… duh sampe dikasih selamat segala kaya apa aja. Terima kasih 😂😂😂

      Yang penting masih semangat nulis.

Tinggalkan Balasan