Yang Akan Kamu Dapatkan Jika Ngeblog Hanya Untuk Uang

Ngeblog Hanya Untuk Uang

Ngeblog dan dapat uang emang bukan hal baru. Bukan pula suatu kebohongan, bukan mitos. Banyak kok blog-blog yang memandu para bloger untuk bisa menghasilkan uang. Caranya ada banyak sekali. Dari menjual produk, ad network, job review/sponsored post, dll.

Mong ngomong soal uang, siapa sih yang nggak suka? Saya sih suka sama uang. Suka sama ngeblog juga. Jadi kalau keduanya bisa berjalan berdampingan, tentu enak.

Tapi, ada kalanya saya harus benar-benar waspada dengan yang berbau uang ini.

Lah gimana? Kok sama uang waspada?

Coba deh sesekali tengok grup bloger/komunitas bloger. Masuk dan perhatikan baik-baik. Akan dijumpai orang-orang yang tidak segan-segan melakukan berbagai macam cara untuk mendapatkan uang. Mereka juga tidak canggung untuk mengakuinya. Bahkan ada yang tidak segan-segan membagi tekhnik black hat-nya.

Sesederhana ad networks semacam google adsense saja. Banyak publisher yang dengan sengaja melakukan cara-cara curang yang tentunya melanggar kebijakan, ketahuan dan banned permanen.

Ngeblog Hanya Untuk Uang

Ada lagi yang akhirnya ngeblog dengan konten yang tidak sehat demi trafik yang menjulang. Pendapatannya dari mana? Bisa dari iklan pribadi. Itu lho, biasanya iklan perjudian, obat kuat atau yaa begitulah. Yang anu-anu.

Kenapa bisa demikian?

Karena nggak sabar. Maunya cepat. Cepat dapat uang. Faktanya, dapat uang dari ngeblog itu sama sekali nggak mudah.

Misalkan yaaa saya lagi pakai google adsense. Butuh trafik yang kayak gimana supaya bisa dibayar tiap bulannya? Banyak banget bok, melewati 10.000 tampilan perhari aja masih anu banget. Belum lagi hitung-hitungan berbagai macam variabel yang saya kurang paham. Hari ini bisa dapet mendingan, besok bisa nyungseb padahal statistik stabil. (Wordads yang paling misterius, nanti kapan-kapan saya tulis kalau inget).

Sependek pengalaman saya, untuk bisa payout perbulannya harus melewati 360.000 lebih tampilan perbulan. Kalau ada yang bilang bahkan bisa sampai 500.000 tampilan? Nggak aneh sih, tiap blog itu kan bisa beda-beda banget dibayarnya. (ini yang berbahasa Indonesia ya).

Tahu kan ya? adsense paling gede bayarannya dari klik pengunjung. Dan sudah hal biasa bahwa pengunjung jarang klik iklan. Jadi ya gitu, sering banget saya menemui publisher yang saling sepakat dan gantian untuk klik iklan. (aslinya hal itu melanggar kebijakan, karena memang userlah yang harus dengan kesadaran dan senang hati mengklik iklan).

Ahhhh… Tapi kan Si Anu dapat ribuan dolar dari ngeblog…

Iya iya. Banyak yang kasih tahu penghasilannya yang ribuan dolar itu. Kelihatannya sih enak, tinggal riset kata kunci yang mahal – bikin konten – taraaaa duit datang.

Apa iya cuma begitu doang?

Ada yang nggak dikasih tahu sama Si Anu tadi, yaitu berapa lama dia dapat pengunjung sebanyak itu, berapa blog yang ia kasih kode iklan, dan berapa orang yang turut serta membangun konten hingga seperti yang ditampilkan. Endesssbreee… endesbreee…

Mendatangkan pengunjung ke blog kita itu nggak mudah lho. Apalagi jagat internet selalu dinamis. Persaingan ketat di mensin pencari yang ganti-ganti terus algoritmanya. Hari ini mungkin tulisan kita ada di halaman pertama, besok belum tentu.

Yolaah, sebentar kita tinggalkan pembahasan ngeblog. Bentar aja.

Ngeblog Hanya Untuk Uang
sumber : pixabay

Mari jalan sama saya. Berdiri di sebuah kota.

Lihat saja, sebuah kota yang katanya kota besar.

Besar apanya?

Segala sesuatu yang tidak bernilai komersial akan tersingkir. Ruang terbuka hijau misalnya, tempat pohon bisa tumbuh, ditebang demi suatu ruang yang memiliki nilai pasar.

Padahal pohon hadir dengan segala macam fungsinya. Pohon ada dalam kota untuk meredam debu, membuat kota lebih sejuk, dan peredam suara bising kota.

Bukan hanya itu, ruang terbuka hijau juga membuat manusia punya ruang layaknya manusia. Sebuah fungsi sosial. Ibu-ibu yang ngajak anaknya main, sekedar duduk-duduk, tempat gaul para remaja yang emang belum mampu ngajak pacarnya dinner *eh, tempat sekedar jalan-jalan bersama anjing peliharaan dll.

Sebuah ruang terbuka hijau selalu punya fungsi ekologis juga sosial.

*udah gitu aja. mari masuk ke pembahasan blog lagi. *sambung-sambungin ah…

Blog juga sebuah ruang

Daripada mikirin uang terus. Saya lebih suka mengingat blog sebagai media berbagi (sekilas pernah saya ulas juga di sini). Berbagi yang memang sebuah keharusan. Supaya hidup nggak terlalu berat.

Blog memberikan fungsi kepada masing-masing penulisnya. Dirasa sama yang nulis. Bisa beda-beda pemahamannya. Bisa beda sudut pandangnya. Tapi kita sama-sama sepakat bahwa ngeblog itu manfaat (singkirkan dulu masalah uang).

Blog juga seperti ruang terbuka hijau di mana ada fungsi sosial di dalamnya. Ada yang jalan-jalan dengan komentarnya, ada yang sekedar jalan-jalan saja dengan diamnya (kayak saya), ada yang jalan-jalan dengan taburan bintang-bintangnya, ada yang saling berkomunikasi di kolom komentar, bahkan ada yang tulisannya saling sahut-menyaut *uhuk (ada yang nyadar nggak ya?).

Berbagi yang bertransformasi menjadi melayani

Kepikiran nggak?

Mungkin cerita yang kamu bagikan dalam blog bisa amat berguna bagi orang lain? Bisa menghibur, menghadirkan tawa? Bisa menginspirasi orang lain juga? Bisa bikin semangat orang lain. Atau malah bisa membuat oranglain bercermin, kemudian lebih banyak bersyukur.

Bisa bikin orang jatuh cinta? Emmm bisa saja (sama tulisannya :p).

Kita nggak pernah tahu, tulisan yang sekedar kita bagikan akan menggerakan hati pembaca seperti apa. Semoga ada kebaikan di dalamnya, walaupun kecil.

Well, jangan sampai uang membuat lupa bahwa kita juga harus melayani pembaca. Jangan sampai kita ngeblog hanya semata untuk uang.

Karena? Ngeblog itu bukan cara gampang untuk mendapatkan uang (apapun jenis monetisasinya). Kalau fokusnya selalu di sini. Maka, sebelum uang datang, yang akan ditemui adalah kelelahan satu ke kelelahan yang lain. Lupa, kalau ngeblog juga punya aspek “syalala”.

*Definisi “syalala” bisa kamu terjemahkan sendiri.

Dan mengingat filosofi tukang becak berikut :

Ketika kamu mengayuh becak, apakah kamu masih memikirkan dunia? Masih mikir mencari uang?

Tidak.

Yang kamu pikirkan, tentunya bagaimana penumpang nyaman dan selamat sampai tujuan. Dan bersyukur bahwa masih dapat penumpang.

Ternyata berpikir untuk mencari uang itu hanya perlu waktu sebentar. Seperti proses transaksi terjadi. Selebihnya adalah pelayanan, bekerja keras, sungguh-sungguh.

Kalau sepanjang mengayuh becak kamu terus menerus memikirkan uang, pelayananmu malah berkurang. Bisa jadi kamu tidak fokus dan becakmu celaka.

(Mbah Nun).

Yang Akan Kamu Dapatkan Jika Ngeblog Hanya Untuk Uang?

Entahlah. Hahahaha *jawaban macam apa ini?

Nggak deng. Pembaca pasti sudah bisa menyimpulkan sendiri. Atau kalau mau lebih akurat, bisa dicoba.

Saya pernah nulis di sini. Bahwa hasrat/dorongan saya dalam ngeblog pada mulanya adalah karena ingin menulis. Pada mulanya saya nggak tahu cara-cara memonetisasi blog. Saya lebih suka kata “bonus” disematkan jika saya mendapatkan hal berupa materi dalam ngeblog.

Di luar materi, saya cap sebagai pelajaran hidup?

*heu.

Saya sok sekali?

Biarin. Itu gunanya tulisan. Sebagai pengingat. Ini pengingat saya. Supaya saya ingat bahwa transaksi yang berurusan dengan uang selalu sebentar. Porsi besarnya adalah pelayanan dan bekerja dengan baik. Seperti filosofi tukang becak dari Mbah Nun tadi.

Jadi?

Jadi jangan mikirin uang terus lahh. Mikirin saya sekali-kali gitu :p

Haha.

8 thoughts on “Yang Akan Kamu Dapatkan Jika Ngeblog Hanya Untuk Uang

  1. Suka banget..
    Aku sih malah belum dapet apa2 dari adsense, menaing nulis dg hati, nanti ada yang tertarik minta riview, itu jelas lebih real hasilnya…
    Dan justru aku dapet banyak dari afilasi yang aku pasang hehehe
    Jadi.bagiku blog bukan untuk uang, tapi untuk sebuah kesenangan dan semoga.bisa menjadi penghasilan yang mampu menutupi tagihan tahunan blog hahaha.
    Itu sudah cukup, biar penadiri tetap live di dunia perblogan

    1. itu dia.
      jangan lupa bahagia.
      jangan lupa syalala saat ngeblog.

      ahh ciee yang dapat banyak dari afiliasi yang dipasang…

Tinggalkan Balasan