Niyo Sudah Dewasa

Niyo Sudah Dewasa – Kucing adalah salah satu hewan yang proses hidupnya disetel cepat. Tentunya kalau dibandingkan dengan manusia.

Pada satu tahun pertama hidupnya, seekor kucing sudah mampu bereproduksi. Sudah punya anak biasanya. Tentunya dengan syarat kucingnya tidak dikebiri dulu.

Niyo, kucing saya yang cantik itu beda banget sama saya pokoknya, jelas!!!! Beda spesies lahir di bulan desember 2018, kemudian punya anak di bulan desember 2019. Kawin saat umur 10 bulan.

Kesimpulannya, kalau mau kawin cepat-cepat. Jadilah kucing.

Niyo yang Dulu

Niyo tidak saya rawat semenjak bayi. Dulu, Niyo milik anak kecil yang sayang banget sama dia. Sekarang-sekarang pun katanya kalau kangen sama Mues (namanya dulu) masih sering nangis ke Ibunya. Minta kucingnya dibalikin.

Sebelum minta kawin. Niyo kucing yang aktif banget. Aktif menggigit tali-talian dan hobinya main bola plastik. Niyo masih riang gembira main.

Berbeda dengan Niyo Sekarang

Niyo yang sekarang itu kurang ajar sekali.

Dia nggak mau eek di pasir. Maunya di lantai terus.

Sudah saya omeli, dikasih tahu, tapi tetap nggak mempan. Bahkan ancaman akan disembelih pun tidak mempan.

Solusinya cuma satu. Niyo dikurung di dalam kandang. Pasti eeknya di pasir. Bukan dilepas di gudang.

Menjengkelkan memang.

Saya harus membersihkan lantai berkali-kali. Sambil berdoa pada Tuhan, agar kucing saya itu iba, tidak tega melihat saya gosok-gosok lantai terus dan mau eek di tempatnya.

Tapi kucing saya belum dapat hidayah juga.

Konon, kucing normal mengubur kotorannya karena menganggap sebagai salah satu cara bertahan hidup. Artinya menghindari predator di atasnya. Biasanya manusia dianggap predator juga sama kucing. Makanya kalau eek disembunyikan.

Fix. Niyo memang menganggap saya adalah babu.

Tidak takut sama saya sama sekali.

Niyo Juga Masih Menyusui Anak-anaknya

Anak-anak Niyo sebenarnya sudah mampu untuk lepas ASIK (Air Susu Ibu Kucing), tapi hingga detik tulisan ini dibuat, Niyo masih rajin menyusui anak-anaknya.

Kalau rebahan dikit. Anak-anaknya langsung nyamperin nyusu dan Niyo tidak menolak sama sekali. Boro-boro itu anak-anaknya ditendang atau diomeli (dengan bahasa kucing). Niyo malah sibuk membersihkan bulu anak-anaknya itu.

Ckckckkckc….

Dulu kayak ogah-ogahan nyusuin.

Sekarang beda lagi.

Ingin rasanya bertanya ke Niyo, “Kamu nggak mau kawin?”

Tapi pertanyaan itu saya urungkan. Karena takut ditanya balik.

Males ribut.

Apalagi sama kucing.

Pernah mau saya pisah kandang sama anak-anaknya. Tapi ya sudah, ditunggu sampai benar-benar tiga bulan. Semoga Niyo bisa nyapih anak-anaknya sendiri.

Kalau nggak bisa. saya harus turun tangan.

Niyo Jadi Doyan Murung

Setelah jadi Emak dan mengasuh tiga anak yang usianya kayak anak-anak paud (anggap saja begitu kalau ibaratkan manusia), Niyo jadi doyan murung.

Nggak tahu kenapa.

Mirip seperti orang yang kebanyakan tanggungan ini itu.

Niyo kalau dipanggil aja nggak nyaut. Sombong sekali.

Mbuhlah.

Kalau dikasih bola. Yang main bukan Ibunya, tapi anak-anaknya.

Mungkinkah Niyo malu sama anak-anaknya kalau demen main bola dalam hati dan sejarah masa lalunya.

Okelah Niyo saya culik. Saya bawa ke tempat lain.

Anak-anaknya malah teriak-teriak minta Mboke balik.

Niyo yang di usia dewasa lebih banyak diam, jauh lebih pendiam dari yang dulu, hobi kalau digendong tetep nggak mau.

Menjadi Dewasa Itu…

Berat.

Kalau Niyo bisa diajak diskusi. Mungkin akan bilang demikian juga.

Tiap kali menatap matanya yang cantik itu. Harapan saya, Niyo berlama-lama bersama saya.

Yaaah meski kucing saya itu kurang ajar sekali!

4 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *