Nonton Pandemic di Netflix Usai Corona Terus Menunjukkan Eksistensinya

Nonton Pandemic di Netflix Usai Corona Terus Menunjukkan Eksistensinya – Yha yha yha. Mungkin kalen bertanya-tanya, apakah Momo itu kerjaannya adalah nonton Netflix terus.

Yha yha yha, mau gimana lagi? Daripada belajar ilmu santet, bukan? Mendingan nonton netflix. Hingga sampailah saya pada semacam series dokumenter yang jumlahnya hanya 6 episode saja. okelah saya tonton, saya siap saya siap…

Gile Episode Satu Aja Udah Begitu

Kayaknya kalau nggak dibarengi dengan pengalaman nyata tentang bagaimana dunia meredam corona. Saya agaknya kurang tertarik sama film dokumenter model beginian. Tapi kok saya malah sudah nonton dokumenternya Netflix yang judulnya SEX EXPLAINED ya? Waah waahhh… Ini maksudnya apa coba saya meng-wahwahi diri sendiri?

Beberapa catatan awal yang saya ingat diantara adalah bahwa dalam dokumenternya, para profesional ini berkata bahwa “Pandemic pasti akan terjadi. Masalahnya mereka nggak tahu kapan. Terlebih masalah kesiapan.”

Baca Juga: Film Tentang Kesehatan Mental di Netflix.

Jingan.

Udah terjadi nih. *begitulah saya pas nonton sambil makan sukro.

Di dalam dokumenter juga banyak dijelaskan bahwa virus yang berasal dari hewan lebih berbahaya. Karena manusia tidak punya imun alaminya, artinya punya potensi mematikan yang lebih besar.

*makan kacang sukro lagi.

Okesip. Kejadiannya Udah Banyak Terbaca Sama Narasumbernya

Yang nyantol di kepala saya yang segini-gini aja diantaranya adalah prediksi mengenai berbagai virus mematikan akan muncul dari Tiongkok.

Penyebab alaminya adalah kepadatan penduduk. Di mana kalau penduduk padat, kebutuhan akan protein biasanya meningkat.

Manusia-manusia mulailah membuat yang namanya peternakan (atau hal semacamnya) agar memenuhi kebutuhan makan mereka. Hingga, kerenggangan hewan yang biasanya jauh-jauh, jadinya malah dekat. Kedekatan ini memicu timbulnya banyak masalah juga. Diantaranya adalah penyebaran penyakit.

Karena yang dekat denganmu adalah orang yang paling berpotensial menyakitimu guys. Sudah paham kan masalah begini? paham kan?

Manggut dong kalau paham.

Ah percumalah, saya nggak bisa lihat juga.

Vaksin, Imun dan Imunitas

Hal-hal kayak begini banyak dibahas nih, mulai dari para ilmuan yang setia banget sama apa yang dikerjakan sampai Emak-Emak yang nggak mau kalau anaknya divaksin. Berserta masalah isu mengenai imunitas manusia.

Ternyata seribet ini ya?

Orang-orang keluar masuk laboratorium untuk membuat formula vaksin dengan biaya yang besar banget. Belum lagi tentang masalah kegagalan dan kekurangan-kekurangannya. Karena pada setiap tindakan pemberian vaksin ada resiko yang mengintai.

Akhirnya Saya Belajar Soal Sejarah Lagi

Salah satu nara sumbernya berkata tentang pandemic tahun 1918 di mana selama dua tahun sudah ada orang yang meninggal sebanyak 50 juta jiwa. Ia berkata bahwa di masa itu belum ada orang yang dengan bebas pergi dari satu negara ke negara lain tapi persebarannya meluas hingga menimbulkan banyak kematian.

Narasumber berkata kejadian pandemic bisa saja akan menimbulkan hal lebih buruk lagi. Namun, kewaspadaan dan kesiapanlah yang memang sudah harus dipikirkan dan direncakanan.

Oh ya, di dalam dokumenter ini juga membahas tentang H1N1, ebola, H5N1 dan teman-teman mereka.

Manusia-Manusia yang Berdedikasi Tanpa Henti

Yang setia banget ngambil sampel burung saat migrasi ke migrasi lainnya ada. Sabar banget calak-colok di burung. *Maap saya nggak pandai merangkai kata. Saya bukan pujangga soalnya.

Ada juga yang sibuk menggunakan babi. Ambil sampel sana sini dan cobain vaksin ini itu sampai ketemu formula yang mereka pikir jadi pas.

Ada dokter yang harus kerja di tempat terpencil dan bagaimana ia mencoba yang terbaik untuk pasiennya.

Ada juga dr. Syra Madad yang sekarang banyak wawancaranya sebab dialah yang fokus banget ngurusin hal-hal beginian.

Intinya. Dokumenter Pandemic saya rekomendasikan untuk kemageran kalian yang bingung mau nonton apaan.

Keadaan di Tempat Tinggal Saya Sekarang

Setelah kelar nonton 6 episodenya dan setidaknya dapat pandangan dan ilmu baru *Alhamdulillah. Saya jadinya malah agak puyeng.

Hal-hal yang tentang humor lucu di twitter tentang corona akhirnya udah nggak banyak lucu lagi di kepala saya. Di luar sana, banyak yang dalam pandemic atau tidak, terus memikirkan solusi-solusi terbaiknya lewat banyak cara.

Di tempat saya, tbtb anak-anak sekolah libur dua minggu. Tapi guru-gurunya tidak. Hahahah. Keadaan di jalan-jalan masih ramai sih. Agak santuy di tempatku.

2020 yang kayaknya…

“Kalau kalian melihat banyak ujian di 2019. Maka di tahun 2020 akan lebih lagi.” Ucap seseorang.

Waahh.. padahal baru bulan ketiga. Tahun ini berasa berat aja.

Beberapa acara yang saya tunggu di awal tahun nyatanya diadakan dalam acara webinar saja. banyak acara diundur juga sampai nggak tahu kapan.

Tapi saya selalu ingat.

Bahwa jatuh tempo segala tagihan tidak ikut mundur.

Yha.

 

 

2 komentar pada “Nonton Pandemic di Netflix Usai Corona Terus Menunjukkan Eksistensinya

  • 18/03/2020 pada 12:45 AM
    Permalink

    Salahsatu film yang berhubungan dengan Corona judulnya Flu(film Korsel), pernah nonton ga? filmnya bagus Mo.

    Balas
    • 18/03/2020 pada 5:46 AM
      Permalink

      wwahh belum nih. terima kasih rekomendasinya

      Balas

Tinggalkan Balasan