Orang-Orang Suka Memanggil Saya dengan Panggilan Berbeda

Orang-Orang Suka Memanggil Saya dengan Panggilan Berbeda – Aseellikkk saya mau nulis tentang Covid 19, tapi setelah gulir-gulir jempol sampai ke bawah, banyak teman-teman yang bahas tentang hal tersebut.

Mau saya urungkan saja.

Saya mau nulis beberapa kegilaan saya saat waxing. Tapi, saya belum ketemu suasana hati yang pas. Terus terang, saat ini saya juga sedang dilanda kebosanan. Terus saya kangen banget sama kopi kesukaan yang hingga saat ini kedainya belum buka juga.

Akhirnya…

Saya mau nulis yang nggak terlalu penting saya. Seperti biasanya. Huh.

Hai!

Apa kabar?

Kalau melihat para pembaca yang biasanya menyapa saya. Panggilan saya nggak jauh-jauh dari Momo. Dengan beberapa imbuhan seperti Mbak, Kak, Teh, Pak, dan Mas.

Kalian kalau mau manggil Abang/Bang juga saya nggak masalah.

Kebanyakan Orang Memanggil Saya Dama

Terdengar aneh?

Beberapa teman yang baru kenal. Agak aneh ketika mendengar nama “dama”. Tapi saya suka. Karena aneh. Saya suka yang aneh-aneh. Namanya sama sekali tidak terdengar cantik. Tidak terdengar umum juga.

Beberapa diantaranya ngira saya lelaki. Kalau ada teman saya yang sebut-sebut “dama”. Ketika ketemu orang yang bersangkutan (temannya teman). Pernah komentar ini;

“Ahh, yang namanya Dama itu perempuan? Perempuan namanya Dama?”

Saya cuma cengngengesan aja. Abis mau gimana?

Kebanyakan teman sekolah mangil saya Dama. Tetangga bahkan sebagian besar keluarga.

Saya juga lebih suka memperkenalkan diri dengan nama Dama.

Ada Juga yang Memanggi Damayanti/Titi

“Ti…”

“Damayanti.”

Kayak versi pendek dan versi panjang. Sudah biasa. Kalau yang manggil Titi biasanya nggak telalu akrab, biasanya orang baru yang dikenal saat umur saya sudah kepala dua. Kalau yang manggil Damayanti biasanya orang-orang tertentu yang katanya nggak enak manggil saya dengan sebutan lain.

Sekali lagi.

Terserah.

Teman-Teman Sekolah Lebih Aneh Lagi

Karena panggilan pendeknya dama. Maka panggilan yang lebih pendeknya lagi adalah Dam.

Namun, teman-teman sekolah ini punya hobby nambah-nambihin nama.

Jadi kayak gini…

“Dam… dum…”

“Dam dim dum…” duhh saya jadi inget dipanggil ini sama teman sebangku pas SMA.

“Madam.” Eeemmm.

“Damprut.”

“Dampret.”

“Damtruk.”

“Damri.”

“Dampluk.”

“Dami.”

“Bapa Dam.” Udeeh jangan tanya kenapa nama maskulin ada dalam nama sebuatan saya.

“Damai.”

“Mbak Damai.”

“Damar.”

“Damar Wulan.”

“Dam-daman.”

“Dam Darling digiling-giling sampai angus.” Btw, ini panggilan dari teman SMP namnya Sindy, dia sudah meninggal. Aah jadi keingetan.

Panggilan Nok dan Teh oleh Orang-Orang yang Nggak Terlalu dikenal

Biasanya Mbak-Mbak yang suka dagang keliling.

Ada juga yang manggilnya “Si Cantik.” Tapi semua perempuan muda dan anak-anak dipanggil “Si Cantik.” Sama Mbak yang satu ini.

Para Sesepuh di Keluarga

Mereka suka manggil “Tik”.

Yang suka manggil Tik ini kayak Bapak, Ibu, Kakak-Kakaknya Ibuku, Mendiang Mbahku dan beberapa sepupu yang usianya lebih dari 50 tahun.

Kadang ada tambahannya. Jadi, Tik Tak.

Tik Tak Pilus Garuda.

Hikss.

Semua Keponakan (Anak-Anak dari Kakak-Kakak Saya)

Ponakan pertama manggil “Ka Dama”.

Kedua manggil “Ka Dama”.

Ketiga manggil “Ka Dama BAGI DUIT!!!”

Keempat manggil “Ka Dama.” Atau “Kaka.” Atau “Tik.” Kurang ajar emang.

Ponakan kelima manggil “Temen Dea.” Jadi, umurnya masih 3 tahuan, ketemu cuma setahun sekali dan saya suka main sama kakaknya yang namanya Dea. Alhasil jadilah saya “Temen Dea.” Kagak paham dia saya Adik dari Bapaknya.

Emak Saya Nih Suka Bikin Masalah

Nah… Emak saya ini biasanya konsisten manggil saya Tik.

Tapi. Tapi. Tapi. Emak ini suka banget manggil saya Bayi.

Iyeeess.. diumur saya segini. Saya masih dipanggil “Bayi.”

“Bayi!!!!! Sini Bayi, cobain kuy.” Teriaklah Emak saat masakan sudah matang.

Ndilalah, pas manggil ini. Ponakan keempat yang masih TK dengar.

Dia tanya. “MI BAYI TU SAPA MI?” Nanya ke Emak.

“Bayi tu Kaka.”

Mampossss..

Setelah itu. Ponakan saya ketawa ngejek gitu. Sambil bilang, “AHAHAHAHHAHA BAYI. KAKA BAYI.”

Di beberapa kesempatan kalau jailnya muncul. Ponakan saya ini suka banget manggil. “YIIII… BAYI!!”

ini pelakunya

Penutup…

Banyak ya. Yang manggil saya Momo pun ada, itu temen yang ikut-ikutan sebab suka ngintipin blog saya.

Terserahlah mau dipanggil apa. Toh nama cuma kesepakatan saja.

You May Also Like

8 Comments

  1. apaqa manggil pake nama babeh tidak populer di dunia perempuan? dulu jaman sekolah biasanya rapotnya yang dipereksa tuh, nyari nama bapaknya. huahahahaa…

    1. tydack. saya tydack dipanggil dengan nama Bapak. Kejahilan saat bocah ini tydack terjadi pada diri saya. Entah kenapa.

      apaka kamu dipanggil dengan sebutan nama Bapakmu? *pukpuk…

Tinggalkan Balasan