Pengalaman Operasi Gigi Bungsu Dua Kali, Sakitnya Berkali-kali

Pengalaman Operasi Gigi Bungsu Dua Kali, Sakitnya Berkali-kali – Tulisan ini bukan tulisan pertama saya soal gigi, juga bukan tulisan yang terakhir, karena saya masih simpan beberapa tulisan yang sekiranya bisa berguna buat kalian yang punya gigi. Kalian masih punya gigikan? Hohoho.

Bukan untuk menakuti karena sakitnya, karena tiap orang pasti punya pengalaman yang beda, reaksi sakitnya beda-beda. Dua kali operasi yang pernah saya alami juga rasanya beda banget. Biasanya kalau masalah gigi impaksi, tergantung dengan seberapa dalam giginya. Makin dalam makin bengkak dan makin uwuwuuw… sama kayak cintamu itu lho, makin dalam makin sakit kalo pisah. *hilih.

Saat tulisan ini di tik, saya sudah nggak punya gigi bungsu satu pun. Empat-empatnya sudah dicabut melalui proses odontektomi. Emm sebenarnya masih ada giginya, saya simpan. Kadang mikir nggak tahu buat apa? mungkinkah peri gigi bakalan datang ya?

Yuihh.. langsung aja satu-satu saya jebret jebretin di sini.

Odontektomi Pertama Cabut Gigi Bungsu Sebelah Kiri Atas dan Bawah

Kasusnya adalah gigi bungsu atas mengalami karies namun tumbuh meski maksa dan jadinya agak nabrak gitu. Sedangkan gigi bungsu bawah kiri terpendam dengan posisi berdiri yang dalam. Pokoknya impaksi sepenuhnya, nggak keluar sama sekali. Cuma kelihatan ada gusi dan kalau dipegang keras.

Anestesi yang dipakai untuk odontektomi pertama pakai anestesi umum. Jangan tanya kenapa begini. Bisa panjang urusannya kalau ngomongin BPJS. Tulisan soal bius total pertama pernah saya tulis di sini.

Setelah operasi selesai dan keluarlah gigi utuh untuk bagian atas dan gigi dibelah jadi tiga untuk gigi bagian bawah. Tentu saja bekas sayatannya dijahit.

Baca Juga : Kapan Waktu yang Tepat untuk Cabut Gigi Bungsu?

Untuk efek bius, yang paling kerasa mual-mualnya, tapi nggak muntah. Bisa benar-benar makan jam 11 malam sedangkan operasi selesai jam 1 siang. Efeknya pipi jadi bengkak, belum kempes sepenuhnya bahkan setelah melewati satu pekan.

Selama masih ada jahitan di dalam mulut, ngomong agak susah, mangap apalagi.

Satu pekan perlalu, saatnya cabut benang jahitan. Sama sekali nggak sakit. Kecuali itu lho….. saat  nyabut benang, gunting yang dibawa, agak ngegores bibir. Dalam hati saya misuh “Jingan!”

Hari-hari pun berlalu…

Efek yang masih terasa adalah hingga saat ini, kalau ngunyah bagian kiri rasanya agak linu bin sakit. Inilah yang disebut orang-orang dengan istilah “sakit, tapi tidak berdarah.” Akhirnya saya lebih sering makan dengan gigi sebelah kanan. Padahal itu nggak baik, nanti rahang jadi miring. Padahal udah agak miring. *Gusti duh Gusti.

Hampir 4 bulan berselang. Saya pun melakukan odontektomi yang kedua dan terakhir dalam sejarah hidup saya. Alhamdulillah, agak lega-lega gitu. Ada asin-asinnya juga. Abisnya saya kumur pakai betadine. Bukan le minerale. Akutu belajar nyisipin iklan. Hahaha.

Odontektomi Kedua Cabut Gigi Bungsu Sebelah Kanan Atas dan Bawah

Masih dengan anestesi umum. Okelah, saya cukup tahu tahapannya. Sudah tahu di mana lokasi operasi dan apa-apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah tindakan. Tentu, berbekal masa lalu.

Kasus yang kedua agak beda. Berikut masalah yang terjadi gara-gara gigi bungsu ini nggak cabut juga (nanti saya tulis terpisah).

Posisi gigi atas mengalami karies gigi yang lebih parah dari sebelah kiri. Untuk gigi bawah, impaksi dengan posisi gigi tiduran di dalam gusi. Kalau ada rebahan yang paling hakiki. Gigi bungsu saya adalah contoh nyatanya. Wkwkkw. Bedanya, posisinya nggak sedalam sebelah kiri. Jadi, masih agak kelihatan kalau mangap bahwa ada gigi di dalam gusi.

Buruknya adalah kalau ada makanan nyelip, itu super duper susah ngambilnya. Kalau dibiarkan lama, saya bakalan kehilangan dua gigi. Karena bisa saja gigi sebelahnya bolong namun bukan di mahkota atas, tapi di bagian samping di belakang. Daripada begini, cabut aja. Mumpung masih muda.

(((muda lu kata)))

(((ingat uban))))

Alhamdulillah juga gigi sebelahnya nggak kenapa-kenapa. *takut akutu.. takut kehilangan lagi 🙁

Efek combo odontektomi part 2

Combo? Udah kayak main game?

Emang.

Kalau ada efek combo. Biasanya dapat poin lebih banyak. Kemenangan rasanya begitu cuan.

Kali ini, odontektomi kedua, rasanya dapat sakit bonus di mana-mana.

Malam sebelum operasi, saya nggak bisa tidur. Pas pagi rasanya badan kayak mau demam aja. Operasi kebagian jam setengah tiga sore. Pas dibius rasanya lebih kerasa banget. Saat jarum disuntikkan, rasanya sakit, dingin menjalar di tangan. Badan berat dan pegel. Kemudian tenggorokan terasa kering.

Sakit.

Sampailah saya berpikir. Ini dibuat tidur sebentar saja sakitnya begini. Apalagi dibuat tidur yang selamanya.

Setelah sadar, baru pindah di ranjang yang akan dibawa ke kamar perawatan. Saya sudah muntah. Isinya darah. Darah dan lendir.

Sampai malam, muntah terus. Isinya yang sudah saya tulis di atas. Sebelum operasi sudah puasa, jadi nggak mungkin muntah makanan.

H+1 Setelah Odontektomi

Sadar banget pipi sudah bengkak. Tapi nggak segede yang pertama. Bengkak kali ini nggak terlalu kelihatan. Tapi, tiap makan rasanya senggol bacok *duh istilah macam apa ini. Rasanya sakit luar biasa meski hanya makan bubur. Menelan ludah aja rasanya ninuninuninu.

Minum air rasanya seperti minum darah.

Saya pun heran kenapa darahnya nggak berhenti juga.

Btw, bius total juga dapat bonus sakit dari suntik sana dan sini. Cairan infus aja sampai habis 9 kantong. Pipis terus yang ada.

macettt macettt… sempet foto

H+1 Sudah pulang. Jam 2 sudah sampai rumah

Langsung bawa motor dan jajan di alfamart. Jajan es krim. Padahal badan bawaannya kayak mau demam gitu. Langsung mikir ada kerjaan yang harus dikerjakan. Yaahh, nasib pencari nafkah memang begini.

Penasaran kenapa rasanya sakit tenggorokan nggak karuan. Akhirnya saya mangap. Saya melihat pintu teater 1 telah dibuka.

Yaa nggak lah.

Saya melihat luka dimana-mana. Termasuk sariawan yang muncul kemudian. Darah yang terus mengalir ternyata bukan dari gigi. Melainkan dari tenggorokan itu lho. Kayak di foto ini.

Ngomong susah. Makan lebih susah.

Terus dikasih nasi padang. Rasanya ingin misuh.

H+2 hari-hari yang berat

Iseng makan kurma. Kulitnya kena luka. Rasanya mengerikan. Bahkan makan nasi aja rasanya nggak kuat. Tiap agak nyenggol luka. Rasanya super nggak enak.

Akhirnya makan bubur bayi atau biskuit bayi yang biasanya digunakan untuk MPASI. Tetep masih terasa perihnya. Tapi paling tidak, nggak ada ninuninu senggol bacok.

H+7 saatnya cabut benang jahitan

Kali ini. guntingnya nyenggol lagi. Nyenggol bibir lagi. Mana banyak sariawannya. Bahkan di bagian gigi yang dioperasi ada sariawannya juga.

Keadaan luka sudah jauh lebih membaik. Saya banyak minum vit.c dengan inisiatif sendiri. ingin cepat sembuh rasanya.

Heraian demi helaian diambil. Rasanya nggak sakit sih. Kecuali bagian nyenggolnya itu.

Akhirnya, Mbak yang cabut benang berkata. “Sudah. Sudah diambil semua benangnya.”

Pulang deh… hingga saya merasakan dengan lidah, masih ada benang tersisa di bagian gusi atas.

Misuh dalam hati “jingan bgst.”

H+8 cabut benang di puskesmas aja

Kalau kelihatan di foto. Warna benangnya biru pendek itu. Berdasarkan kesotoyan saya. Benangnya bukan tipe yang lebur. Tapi memang harus dicabut. Mau ke rumah sakit lagi? Jauhlah. Harus ke kota, akhirnya ke puskesmas.

Ketemu drg. Diana. Langsung curhat habis odon dan kayaknya ada benang ketinggalan. Langsung deh, dilihat, dan dicabut.

Bentar doang. Ternyata panjang juga benangnya. Selesai.

Sudah dicabut semua benangnya. Horeeeeeeeee….

Akhirnya, saya nggak punya gigi bungsu.

Proses penyembuhan belum selesai. Di minggu kedua baru sembuh (biasanya). Untuk sakit tapi nggak berdarah, kayaknya gigi sebelah kanan nggak linu dibuat makan. Mungkin karena posisi impaksi nggak sedalam sebelah kiri. *Semoga kanan dan kiri lekas normal buat ngunyah. BB saat ini hanya 43kg saja.

Penutup!

mereka membentuk grup baru. 😀

Buat teman-teman yang punya masalah dengan gigi bungsu, entah itu impaksi, karies, lubang, atau masalah lain. Jangan segan untuk dicabut/dioperasi, apalagi masih muda karena proses penyembuhan biasanya lebih cepat.

Waktu operasi kedua, saya bareng sama nenek-nenek yang matanya bengkak karena gigi. Dia cabut gigi sebelah kanan 6 buah gigi. Yess!!! 6 buah. Seketika, usai operasi mata bengkaknya langsung kempes.

Nah saya juga nanti mau cerita tentang sakit matanya saya di post terpisah.

*semoga peri gigi datang kasih hadiah. Semoga. Kasih sepatu Nike.

Semoga saya nggak sakit kepala lagi ya. Hiks.

Saya pun makin sadar, penting banget menjaga kesehatan mulut dan gigi. Saya sayang banget sama gigi yang tersisa pokoknya.

Nyeri pasca operasi bisa dibantu dengan minum pereda nyeri, walaupun yaahh masih sakit kadang.

Jadi, masih ada yang membandingkan sakit hati dengan sakit gigi?

10 komentar pada “Pengalaman Operasi Gigi Bungsu Dua Kali, Sakitnya Berkali-kali

  • 07/02/2020 pada 9:11 PM
    Permalink

    Dulu gigi bungsuku dicabut, setelah aku mengalami kesakitan yang amat sangat. Baru berani ke dokter demi menghilangkan rasa sakit itu walau menghilangkannya dengan rasa sakit pula. ( tapi ternyata tidak sesakit yg kubayangkan) Hanya ngeri saja waktu lihat alat-2 operasi yang mengkilap. 😀 Tapi semua terbayar dengan rasa lega.

    Balas
    • 07/02/2020 pada 10:15 PM
      Permalink

      hidup suka gitu ya. menghilangkan rasa sakit dengan rasa sakit 😌

      Balas
  • 09/02/2020 pada 9:38 AM
    Permalink

    Menyeramkan liat fotonya,semoga setelah ini gigimu sehat terus. Kalo bisa habis sikat gigi langsung kumur kumur pake listerine.

    Balas
    • 09/02/2020 pada 10:22 AM
      Permalink

      iyaaaa… kumur-kumur. sisa giginya tak seberapa. 😟

      Balas
    • 10/02/2020 pada 4:09 PM
      Permalink

      sudah alhamdulillah

      Balas
  • 12/02/2020 pada 5:42 PM
    Permalink

    Menegangkan bacanyaaa! Hahaha. Bulan kemarin aku cabut gigi bungsu atas karena berlubang. Udah deg2an banget sampe gabisa tidur malemnya, ternyata proses cabutnya cuma 5menit😂😂 Tapi khawatir gigi bungsu yang lain someday harus dicabut jadi aku baca tulisan ini padahal sambil ngeri ngebayanginnyaa. Semoga sehat selalu kaakkk terima kasih sudah berbagiiii✨

    Balas
    • 12/02/2020 pada 9:19 PM
      Permalink

      iyaaa cabutnya bentar kalo bius lokal. kalau bius umun. gitulahh… 🤨 kembali kasihhh lhoooo sudah mampir

      Balas
  • 13/02/2020 pada 4:31 AM
    Permalink

    aku ngilu ngilu sendiri bacanyaa..huhu.
    aku ga mau sakit gigi, sakit hati juga jangan sih. heu

    Balas
    • 13/02/2020 pada 11:49 AM
      Permalink

      jangan. biar aku saja. kamu takkan kuat. 🤣🤣🤣🤣

      Balas

Tinggalkan Balasan