Cerita Momo Cuma Nulis Aja Pengalaman PPG Daljab Bagian 1

Pengalaman PPG Daljab Bagian 1

Pengalaman PPG Daljab Bagian 1

Kenapa bagian 1? Karena mungkin ada bagian yang lainnya.

19 agustus 2022, saya sakit dan dirawat di RS. Tanggal 20 agustus saya dapat kabar dari teman kuliah saya dulu kalau dia yang sedang melaksanakan PPG Daljab baru saja ujian komprehensif.

Saat itu saya bersyukur. Kalau saya terpanggil menjadi peserta kategori 1 gelombang 1, mungkin saya akan kurang bisa melaksanakannya dengan baik karena sakit. Meski setelah diopname saya harus kembali berhadapan dengan laptop karena akan monev.

Ketidaktahuan

Terpanggilnya PPG Daljab adalah sungguh misteri. Meski tahun ini saya dinyatakan lolos ujian pretes yang dilaksanakan pas ramadan, kemudian tidak terpanggil kuliah di bulan juli. Rasa-rasanya kapan terpanggil itu sungguh misteri.

Sampai kategori 1 gelombang 1 selesai sampai Uji Pengetahuan, barulah di bulan oktober ada surat edaran untuk konfirmasi ketersediaan PPG Daljab Kategori 1 Gelombang 2.

Harap-harap cemas bisa terpanggil. Akhirnya terpanggil juga.

Akhir bulan oktober 2022 mulai mengurus masalah administrasi kemudian di awal bulan november mulai kuliah.

Rasanya?

Melelahkan.

Saya kuliah daring bersama mahasiswa lain dari seluruh penjuru Indonesia yang dibagi-bagi pada universitas yang telah ditunjuk oleh pusat.

Yhaaa sebagai Mahasiswa penyerap anggaran akhir tahun saya tidak punya kebebasan untuk memilih mau di LPTK mana. Semua tergantung nasib.

Dalam Jabatan yang Masih Bekerja

Kuliah iya.

Kerja iya.

Akhirnya ribet. Bingung.

Tidak sedikit teman-teman saya bener-bener tidak meninggalkan kelas dan terbagi fokusnya antara ngajar dan jadi murid daring.

Apalagi saat-saat sekarang di mana sibuk ngolah raport. Yaaa sudahlah, semuanya dikerjakan bebarengan.

Kurang tidur jadi kebiasaan.

Telat makan.

Tingkat stres yang mulai tinggi juga muncul.

Terlalu banyak hal dipikirkan. Mulai dari ujian, persiapan UKIN, UP, sampai syuting.

Sampai Kadang Tuh Bengong Sendiri

Saya mandengin laptop tapi sama sekali nggak ngapa-ngapain.

Saya diam.

Capek.

Dan kerjaan satu selesai, maka munculah pekerjaan lainnya. Belum tagihan-tagihan tugas yang memang berpacu dengan waktu.

Hari-Hari yang Terberat Menurut Saya

Adalah hari-hari harus mengumpulkan perangkat sesempurna mungkin dan sangat lengkap hanya dalam waktu 3 hari saja. Pun dalam 3 hari ini kami-kami melakukan presentasi terus di kelasnya.

Hari ini dikasih tahu, malam dikerjain, besok presentasi, perbaikan, kemudian presentasi lagi.

Saya pernah ada di titik ngerasa tidak maksimal karena waktu yang teramat diburu-buru.

Sampai-sampai saya nangis di depan laptop sambil ngetik.

Nangisnya sih karena capek. Lelah sekali tapi tugas belum juga selesai. Ditambah format-format yang harus kami-kami penuhi.

Hari-hari sibuk itu biasanya tidur jam 1. Itu pun paginya setelah subuh langsung ngerjain lagi.

Hampir gila memang.

Tahu Bulat Digoreng Dadakan

Diantara kelelahan itu, ada hari-hari di mana kami harus melakukan peerteaching dadakan. Yaa sudahlah, akhirnya tampil seadanya bersama teman-teman lainnya. Alhamdulillah teman-teman sangat membantu. Kelompok saya banyak orang lucu. Jadi, meski jadwalnya gila-gilaan, ada saja yang bisa kami tertawakan.

Momen yang disyukuri memang.

Ujian Komprehensif yang Penuh dengan Kekurangan

Tahun 2012 saya sidang skripsi. Saya ingat waktu saya sidang waktunya tidak lama.

Sedangkan ujian kali ini waktunya sampai 1 jam. Saya ditanyai macam-macam oleh dua dosen salama satu jam penuh.

Rasanya?

Campur aduk. Panas dingin. Hahahahah.

Hari-hari menuju jam ujian udah ngerasa gelisah sekali.

Setelah ujian berlangsung. Saya refleksi diri dan masih banyak kekurangan pada diri saya.

Meski demikian, alhamdulilla saya lulus dan tidak mengulang.

Ada jeda waktu dan saya bisa ngawas anak-anak yang PAS.

Kalau ingat, ada malu-malunya dikit.

Intinya saya harus banyak belajar sih.

PPL

Jadi konten kreator cuy.

Bikin video pembelajaran dari perangkat yang sudah dibuat dengan susah payah itu.

Menyiapkan banyak hal layaknya avatar sampai ke proses editing.

Sempet nggak bisa tidur juga karena salah ambil posisi dan syuting ulang.

Lalu di sinilah proses yang sedang saya alami sekarang hingga tulisan ini dibuat. Sedangkan besok, teman-teman saya yang retaker dan kategori 2 mau Uji Pengetahuan.

Masih Proses

Proses yang saya lewati masih cukup panjang meski lebih dari setengahnya sudah terlampaui. Menurut jadwal, saya selesai di bulan februari awal.

Minta doanya aja biar lancar dan lulus kemudian sertifikat di tangan.

Banyak hal harus saya perjuangkan. Banyak hal harus saya pertanggungjawabkan.

Pada proses drama PPG ini, banyak kejadian tidak mengenakkan terjadi. Banyak hal yang bikin sedih. Tapi banyak hal disyukuri juga.

Katanya berdasarkan data, 1,2 juta guru belum sertifikasi. Mereka tentunya mendambakan ikutan PPG ini. Saya dikasih kesempatan sama Tuhan pada usia saya sekarang, meski sudah gagal pretes dua kali sebelumnya. Akhirnya jadi mahasiswa ppg daljab juga.

Belajar Lagi

Dibalik muka saya yang lecek ini.

Semoga ada kegembiraan di depan karena saya lulus.

Aamiin.

5 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *