Cerita Momo Ngomongin Kesehatan Pengalaman Sudah Vaksin COVID-19 Dua Kali

Pengalaman Sudah Vaksin COVID-19 Dua Kali

Ketika konsultasi ke drh untuk vaksin kitten saya. Dokter hewan bilangnya lagi kosong. Sebab produsen yang biasanya memproduksi vaksin untuk kucing ikut-ikutan memproduksi vaksin untuk covid 19.

Akhirnya, satu kitten saya belum vaksin sampai detik ini. Masih menunggu kapan vaksinnya tersedia.

Jika Tidak Tercatat

Saya tidak terlalu antusias untuk vaksin. Apalah daya nama saya sudah tercatat dan punya jadwal. Mau tidak mau, suka tidak suka, saya mengizinkan diri saya untuk disuntik vaksin.

Rasanya?

Biasa aja. Wajar ada sedikit sakit saat jarum suntik masuk. Agak pegel dikit langsung kerasa di tangan. Kemudian rasanya menjadi tidak terlalu berasa.

Masih lebih kerasa kalau diinfus.

Heheh.

Soalnya kalau diinfus ‘kan jarum suntiknya nempel terus.

Katanya, nanti juga ada vaksin ulang. Mbuh kapan.

Langsung ingat sama vaksin kucing lagi.

Saat kitten, kucing divaksin 2x. Di tahun berikutnya, vaksin diulang satu kali agar lebih terjaga.

Ingatnya kucing terus yaa?

Emang bucing sih.

Setelah beberapa waktu saya sudah vaksin lengkap. Di balai desa diumumkan akan adanya vaskin gratis untuk usia 18 tahun ke atas.

Ternyata.

Sepi sepi saja.

Uwa saya (Kakak dari Ibu) malah ketakutan dan kabur dari rumah. Takut katanya nanti diminta untuk vaksin.

Emak saya yang saya tanyai mau vakin atau tidak, jawabannya tidak katanya.

Ya begitulah. Kalau urusan bagi-bagi duit, biasanya warga lebih semangat. Beda kasus dengan urusan vaksin meski gratis.

Kepala saya kembali membayangkan.

Kalau saja ada vaksin F4 untuk kucing secara gratis (bukan vaksin rabies lho yaaa). Atau F3 deh tidak apa. Saya pasti semangat sekali membawa kucing-kucing saya.

Covid 19 Pada Perjalanannya

Tahun-tahun yang sangat berat.

Untuk urusan penghasilan, sejak maret 2020 jadi berat banget. Sampai detik ini juga masih sama. Cukup mengenaskan.

Tidak jauh beda dengan orang-orang di sekitar saya.

Ada momen dimana kami-kami sawang sinawang kengenesan satu sama lain.

Ada anggota keluarga yang meninggal karena terpapar covid 19. Ada juga rekan kerja, keluarga, dan teman yang mampu bertahan dari positif covid 19 ke keadaan negatif.

Meski demikian, sejauh ini saya relatif sehat.

Untuk urusan kesehatan mental. Sama seperti kesehatan fisik, terus diupayakan. Meski hantaman-hantaman terasa lebih keras.

Membaca Komentar

Di salah satu kolom komentar tulisan saya. Ada pembaca yang mendoakan saya untuk tetap sehat agar tetap bisa update menulis.

Yaaa. Nemu alasan lagi buat hidup. Selain kucing.

*tulisan ini hanyalah absen saja di blog. Kayaknya lagi mulai males nulis.

Kesimpulannya?

Sudah vaksin.

Dua kali.

Tidak ada respon yang “sangat terasa” dari tubuh usai vaksin.

Pokoke jangan takut kalau vaksin. Cuma pastikan kamu sehat sebelum vaksin.

*ceritanya melarang diri untuk menulis tanpa kesimpulan.

1 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *