Cerita Momo Seputar Blog Perbedaan Ngeblog Dulu dan Sekarang

Perbedaan Ngeblog Dulu dan Sekarang

Perbedaan Ngeblog Dulu dan Sekarang – Saat tulisan ini dibuat, simomotaro.com sedang mengalami kendala teknis dimana nggak bisa pasang jetpack. Sebelumnya, saya mengalami kesulitan update jetpack berkali-kali sampai bikin blog jadi maintenance lama. Munculah ide kalau jetpack lebih baik dihapus dan diinstal ulang.

Menghapus memang mudah. Ternyata proses install kembali tidak semudah biasanya. Gagal terus sampai sekarang. Akhirnya, simomotaro.com semacam “terlepas” dari lingkungan wordpress.com.

Bila pembaca sekalian mencoba membuka update tulisan baru di apps wp di ponsel misalnya. Pasti ada yang janggal. Yaa begitulah.

Meski demikian. Saya masih nulis.

Ditulisan ini saya mau coba banding-bandingkan proses ngeblog dulu dan sekarang. Saya merasa ada perbedaan yang sangat signifikan. Anggap saja kita mundur 1 dekade sebelumnya. Hal ini yang saya rasakan. Nggak tahu kalau kalian.

Banyak Blog Dikelola dengan Tampilan yang Baik

Arah kemajuan yang lebih baik sih ya?

Dulu. Theme bawaan sudah sangat cukup sampai jarang sekali berganti. Saat ini pilihan membeli theme premium dengan merogoh kocek lebih dalam sudah dianggap lumrah saja.

Bukan hanya tentang theme. Tapi juga foto, logo, dll, sangat dipikirkan dengan baik oleh empu yang punya blog.

Kalian sudah begitu?

Kalau saya kayaknya nggak terlalu. Theme saya baru ganti bulan lalu. Itu pun nggak sering ganti. Urusan foto biasanya lebih suka nyomot yang ada dengan alasan kepraktisan saja.

Menulis dengan Sederhana Jadi Agak Susah

Pas dulu ngeblog. Karena nggak punya komputer/laptop. Saya harus menuliskannya di ponsel pada bagian email.

Dulu susahnya minta ampun membuka emai dan menulis di dalamnya dengan ponsel symbian.

Setelah ada di konsep email. Kalau di warnet barulah saya unggah tulisannya di blog.

Biasanya hanya tulisan sederhana. Mungkin 200 kata sudah terlalu banyak. Untuk tema tulisan, saya tidak perlu mikir dalam-dalam. Pokoknya tulis saja.

Sekarang?

Masalah teknis mengetik memang tidak menjadi masalah besar. Namun, ketika muncul wacana ingin menulis “sedikit saja” malah hati ini menolak sendiri hal itu.

Alasannya karena “yaaa nggak bisa gitu dong!!! Nulis itu harus tuntas. Setidaknya harus jelas ujung dan pangkalnya.” Yang begitu-begitu pokoknya.

Juga alasan lainnya yaitu cukup melek dengan SEO.

Mau tidak mau, suka tidak suka. Tulisan yang sederhana, pendek, tidak terlalu jelas tujuannya apa. Akan menghasilkan tulisan yang tidak bisa bersaing di dalam mesin pencari.

Kadang saya juga mau publish kalimat pendek aja.

Hati saya menolak lagi.

Nanti kasihan pembaca. Blog saya disisipi iklan di beberapa tempat. Kalau porsi iklan ternyata lebih besar daripada porsi tulisan, yang ada malah nggak bagus.

Begitulah ribetnya saya.

Makin ke sini, tulisan saya lumayan jadi molor panjang.

Minusnya dari pemikiran-pemikiran ini adalah banyak konsep tulisan yang tidak lolos dikurasi diri sendiri.

perbedaan ngeblog dulu dan sekarang

Melihat Tulisan Berbayar dimana-mana

Bahkan lebih banyak porsinya dibandingkan tulisan “murni” milik mereka.

Di beberapa blog sering saya jumpai hal ini.

Nggak masalah sih. Suka-suka mereka saja. Toh, dapur mereka harus tetap ngebul demi kelangsungan hidup.

Tapi ada hal yang kosong pada posisi saya sebagai pembaca. Semacam kerinduan yang mungkin nggak bisa diucap. *halah.

Pada musim tertentu. Ketika tulisan biasanya mewakili produk tertentu. Saya menemukan tulisan yang sangat seragam di waktu yang hampir bersamaan.

Kabar baik! Artinya dapur masih bisa beroperasi.

Tapi… *ah sudahlah.

Makin Sepi Aja. Apakah Blog Adalah Sebuah Tren?

Ada masa dimana blog bener-bener ramai. Pengguna dengan suka reka. Senang hati meninggalkan komentar dan berinteraksi dengan bloger lainnya.

Tidak peduli tulisannya macam apa.

Sekarang?

Dari banyak bloger yang saya ikuti. Yang masih sering update adalah Mas-Mas yang nulis di bidang otomotif, beberapa blog pribadi masih ada beberapa yang masih update sampai sekarang. Tapi jumlahnya sangatlah sedikit.

Beberapa blog usang ditinggalkan pemiliknya atau memang sudah tidak ngeblog lagi?

Kemana mereka?

Sibuk dengan nasibnya masing-masing.

Tahun-tahun ketika blog begitu ramai. Munculah komunitas yang macam-macam. Sesuai dengan domisili pun banyak. Kini mereka tumbang satu persatu sesuai berkembangnya zaman.

Beberapa komunitas besar saat ini masih ada, biasanya erat dengan topik perempuan dan buibu.

Tren dalam menikmati sosmed mungkin bisa jadi salah satu alasannya. Mungkin lho yaaa. kalau diteliti lebih dalam ‘kan butuh data. Bagaimana orang menikmati konten saat ini lebih ke arah visual. IG saya kini berisi konten tulisan-tulisan singkat dalam foto.

Ada juga tren joget-joget sambil memberikan info yang kata-katanya jelas nggak bisa panjang.

Duuuhhh saya tuh sedih tahu kalau ngomongin sosmed. Masa iya saya kasih caption di IG saja dikatain tulisannya panjang dan berat.

*lihat aja dulu yang katanya bloger terkenal Raditya Dika. Ketika blog lamanya dicari di internet. Maka langsung mengarah pada youtube. Apa dia lupa? Bahwa yang membesarkan namanya, salah satu step yang ia lewati adalah ngeblog?

Blog Zaman Sekarang Lebih Terfokus

Fokus pada topik bahasan.

Zaman dulu blog temanya lebih ke arah gado-gado. Semuanya ada. Istilah lainnya adalah Lifestyle blog.

Ehh bukannya blog dengan niche dulu nggak ada ya. Hanya saja persentase yang nulis apa aja dengan nulis dengan tema kini mulai terbalik.

Rata-rata yang masih bertahan saat ini pun lebih banyak blog dengan tema tertentu.

Hal ini akibat dari bagaimana algoritma pencarian memercayakan pada domain tertentu atau tidak. Blog dengan tema tertentu memang lebih mudah dikenali oleh mesin pencari.

Belum lagi ada DA dan PA.

Sesuatu yang menjadi salah satu tolak ukur “nilai” sebuah blog.

Kesimpulan Perbedaan Ngeblog Dulu dan Sekarang

Ngeblog saat ini tidak sesederhana dulu.

Ketika saya bertahan dengan banyak hal-hal yang baru pun. Kenyataan bahwa perubahan bisa terjadi kapan saja membuat saya sebagai bloger juga mengalami kelelahannya sendiri.

Tulisan yang sudah nangkring di laman pertama bisa bergeser kapan saja.

Tulisan yang dibuat dengan susah payah bisa diambil siapa saja.

Ketika tujuan ngeblog adalah bisa bersaing di mesin pencari dengan baik. Kadang saya merasa seperti ikan kecil yang ada diantara ikan-ikan besar.

Tiap harinya, saya harus melupakan tentang upaya-upaya yang sudah dilakukan kemudian berupaya lebih keras kembali.

Melelahkan.

Jadi bloger sabarnya harus banyak.

Tapi seperti pecinta yang mabuk. Saya kembali lagi dan kembali lagi. Mencoba lagi hal-hal yang mungkin baru dan memilah ditempat mana saya merasa nyaman.

Kemudian tertawa sendiri.

Kenyamanan saat ngeblog baik dulu sampai sekarang nggak pernah ada.

Mau gimana lagi. Ngeblog memang ngangenin. Baik dulu atau sekarang.

*meski judul tentang perbedaan. Kesimpulan adalah tentang persamaan. *mengomentari tulisan sendiri.

2 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 Comment

  1. Ahahaha Mbak Momo Taro…. Luar biasa masih bertahan ngeblog. Teruslah bertahan dan Istiqomah yaaaaa. Aku masih ngeblog juga meskipun ya gitu deh.

  2. ikut manggut-manggut
    Aku juga mulai lelah kak mo
    kadang berpikir untuk menghilang sekalian, tapi udah terlanjur sayang.
    jadi yah gini deh, biarlah tetap ada meskipun cuma sebulan sekali updatenya