Cerita Momo Seputar Blog Perihal Ngajak Temen Ngeblog

Perihal Ngajak Temen Ngeblog

Perihal Ngajak Temen Ngeblog – Hingga detik ini. Hingga umur ini. Salah satu hal yang sulit dalam hidup adalah ngajak temen ngeblog.

Dulu. Saya selalu berhasil ngajak teman saya yang namanya Riyan. Kini Riyan udah jauh di Sukabumi. Kontak aja kami jarang-jarang. Padahal dulu orang yang paling pertama saya kasih tahu kabar baik dan buruk adalah Riyan.

Sekarang mau kabar kayak gimana saya banyak diam.

Kenapa Blog?

Apa yang saya lakukan dalam hidup yang nggak putus-putus salah satunya adalah ngeblog. Mau hujan badai campur angin di lingkungan saya. Tetap update blog.

Meski sepi bahkan nggak ada yang baca. Saya tetap ngeblog. Sebegitunya saya sama ngeblog.

Bahkan meski orang-orang yang saya kagumi dalam menulis sudah tidak menulis lagi. Saya tetap ada di sini.

“Aku ada, maka aku ngeblog”.

Begitulah.

Sebagai bloger yang sok-sokan cukup makan asam garam dalam sayur asem. Sebenarnya saya ingin punya teman berbagi yang nggak jauh. Saya tularinlah ilmu ngeblognya yang cetek ini. Masalah teknis karena sudah menghadapi di masa lalu, kayaknya bukan masalah.

Masalah penulisan, mari kita menulis saja kemudian biarkan hal-hal wajar seperti pembaca itu ada.

Sangat menyenangkan ketika pembaca menemukan kita dengan sengaja. Misalnya dengan menuliskan nama domain kita di mesin pencari karena memang tahu tulisan kita. Bukan bergantung pada kata kunci tertentu.

Menyenangkan sekali punya orang-orang menyukai dan menunggu tulisan kita.

Menyenangkan sekali punya pembenci yang menginginkan agar saya tidak menuliskan hal-hal tertentu. Menyenangkan sekali ketika ada pembenci yang bilang tulisan saya hanyalah tulisan sekelas status facebook.

Menyenangkan sekali ketika blog kita menjadi rujukan bahan bacaan tertentu.

Perasaan berguna untuk oranglain itu adalah keindahan.

Sedih

Sedih adalah perasaan yang wajar. Kita-kita punya cara tersendiri dalam menghadapi kesedihan, melawan kesedihan, menikmati kesedihan atau menjinakkan kesedihan.

Ketika saya sedih. Selalu buang sebelnya kepada tulisan. Ajaib, perasaan saya menjadi lebih baik.

Ngeblog nyatanya menyenangkan sekali, dua kali, tiga kali, berkali-kali.

Hingga tulisan ini dibuat, saya sudah membangun setidaknya empat blog yang semuanya sudah memberikan pundi-pundi pada saya.

Tahun kemarin setelah saya mengundurkan diri dari tempat kerja. Saya membuat satu buah blog. Saya olah bersama teman saya. Kami berdua. Tapi karena kesibukan dan sedang setia pada nasibnya, sayalah yang menjadi penulis utamanya.

Setelah itu.

Sayalah yang menjadi penulis satu-satunya kembali.

Saya sedih.

Saya sendiri lagi.

Saya sedih, menjadi satu-satunya yang peduli.

Kemudian…

Saya ajak yang lainnya.

Sudah buat akun dan lain-lain, tidak ada biaya yang dipungut. Jika ada pendapatan di dalamnya, saya sudah bilang, semua akan dibagi sesuai dengan performa masing-masing. Masalah sewa ini itu, saya masih bisa bayar. Penghasilan dari ngeblog masih sangat bisa membiayai sewa macam-macam hosting, domain dll. Meski harga tiap tahunnya rata-rata naik terus.

“Saya punya wadah. Silakan, katanya mau ngeblog gitu.”

Tapi, binar-binar dari kepenasaran mereka tidak ditindaklanjuti.

Saya masih menjadi penulis utama lagi.

Penulis satu-satunya lagi.

Saya lelah ngajakin teman.

Saya yakin bukannya mereka nggak bisa. Bukannya tidak ada waktu atau kesibukan, karena memang tidak tertarik saja.

Mungkin ngeblog nggak begitu cocok dengan orang-orang yang saya ajak.

Kenapa sih ya, saya akrab sekali dengan hal-hal yang dilakukan sendirian. ‘kan jadinya makin ahli dalam urusan sendirian.

Haha.

Tapi saya juga ingat kata Horang dalam Because This is My First Love, kalau Ji Ho tidak seperti Horang yang punya pacar, tidak seperti Sooji yang punya pekerjaan bagus, tapi bahagia ketika menulis.

Kayaknya, saya harus belajar dalam kecukupan bahagia menulis. Sama seperti Ji Ho.

8 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Comment

  1. Sama, Mbak. Salah satu hal yang konsisten dalam hidupku adalah ngeblog. Mau sedih, happy, pokoknya ngeblog jalan terus.

    Btw, semoga nanti bisa mengajak teman yang bisa diajak konsisten ngeblog ya, Mbak…