Pernah Nggak? Nggak Punya Duit Sampai Nggak Bisa Makan?

Pernah Nggak? Nggak Punya Duit Sampai Nggak Bisa Makan? – Kalau ditanya, milih nggak makan atau nggak pakai baju. Saya bakalan milih nggak makan. Karena memang sudah runut, sandang, papan, dan pangan. Urusan sandang nomor 1. Karena berfungsi sosial sebagai martabat.

Makanya kalau sampai nggak bisa makan. Saya coba bersyukur aja karena masih punya baju.

Cerita Emak…

Emak saya cerita kalau di zamannya dia kecil. Ia dan saudaranya sering sekali merasa lapar sebab makanan tidak cukup. Satu butir telur dibuat dadar sampai asin kemudian dipotong kecil-kecil sebagai lauk.

Kalau ada sarapan pagi yang biasanya dibeli. Maka item yang diperbolehkan dibeli hanya satu saja. Misal maunya makan gorengan, ya udah, belinya gorengan satu biji dan melupakan nasi bungkus.

Begitulah Emak dan delapan saudara saudarinya.

Bapak saya?

Kata Emak, Bapak anak bungsu yang nggak pernah susah makan.

Baca juga ; Tentang Momo

Cerita Anak Sepupu…

“Ka Dama (manggil saya), ini gimana kalau puasa dan lebaran nggak pulang? Ini aja makannya nggak pernah bener.” Curhatnya lewat chat.

Ketap-ketip. Ketap-ketip. *bahasa indonesianya apa cuy?

Yha.

Saya juga pernah nggak bisa makan karena nggak punya duit yang lebih untuk makan. Bukan hanya saja, tapi satu keluarga.

Kondisinya pernah ada di titik di mana uang yang diperoleh masuk ke hal-hal lain. Hingga nggak cukup buat beli makan.

Akhirnya kami puasa.

sumber pixabay

Ketika waktunya berbuka tiba. Hanya bisa makan seadanya. Kalau adanya mie instan ya sudah. Makan itu saja. Tidak ada kehebohan yang biasanya kalian lihat di saat ramadan di mana orang-orang menambahkan menu-menu ajaib.

Kalau besoknya uangnya belum cukup.

Yha udah puasa lagi.

Kalau nggak puasa, pilihannya malah agak kurang enak. Karena makannya emang nggak bener. Medingan puasa aja.

Makanya, urusan menahan lapar, saya agak kuat. Buruknya, kalau lapar, kadang saya lupakan rasa laparnya sampai saya sakit. Aahh yaa, itu sih salah saya saja.

Yang ngenes justru adik saya karena dia nggak paham. Teriak minta makan tapi nggak dikasih. Sedi akutu.

Urusan Makan, Kadang Saya Juga Lelah

Saya pernah sakit karena makan A. Akhirnya saya menghindari makan A dan makan B. Penyakit yang sebelumnya nggak kambuh malah menimbulkan penyakit baru.

Sebut saja asam uratlah. Kena asam urat, saya bingung. Mau makan apa yang sekirannya purin saya nggak naik. Karena kalau naik, yang paling keseringan kena itu bagian tangan. Tangan saya kayak ketusuk duri tajam. Demam sampai tujuh hari pun pernah.

Baca-baca, katanya asam urat ini penyakitnya orang yang makan enak terus. Protes dong saya, makan enak dari mana? Dari mana? Dari mana?

Kesal dicampur bingung. Akhirnya saya puasa lagi. Sehari puasa, sehari nggak. Makanan nggak dipantang. Cuma cukup tahu diri aja mana yang nggak boleh berlebihan. Lupa dapat berapa hari, tapi kayaknya masuk hitungan bulan. Nggak dihitung jelas soalnya.

Hasilnya kurus kering. Stop puasa saat saya opname untuk odontektomi yang pertama.

Oke kembali ke topik.

sumber pixabay

Sampai Segitunya Gitu? Nggak Makan Sebab Nggak Ada Uang?

Yep.

Itu pernah terjadi dalam hidup saya.

Tentu tidak selamanya. Tapi, ketika ada di titik “kagak punya duit” itu beneran beli beras aja nggak ada. Hahahah.

Makanya saya suka kesal sama orang-orang yang suka buang-buang makanan atau suka ngambil makanan nggak kira-kira sampai nyisa.

Sampai sekarang, Emak kalau bilang saya ini makannya “bagus” sebab makan nggak suka nyisa.

Nggak ada pengalaman yang benar-benar buruk ya? termasuk susah makan.

Mengingat;

Yang terbaik adalah lapar. Yang kurang baik adalah kenyang. Yang tidak baik adalah kekenyangan. Dan, yang paling tidak baik adalah kelaparan.

Bersyukur ajalah. Setidaknya saya dan keluarga sejauh ini nggak pernah ada di titik kelaparan. Nggak sampai kayak di Kingdom Season pertama di mana kelaparan membuat mereka makan daging mayat *waah ngeri.

Btw, segitu aja tulisan pendek saya.

Hari ini, makan malammu dengan apa? Sama siapa? Bersyukurlah karena salah satunya ada atau keduanya.

Selamat malam.

Saya mau nonton Netflix. Heheh…

Apa yang tidak membunuhmu membuatmu lebih kuat lagi.

 

 

14 komentar pada “Pernah Nggak? Nggak Punya Duit Sampai Nggak Bisa Makan?

  • 18/03/2020 pada 10:13 PM
    Permalink

    i’ve been there, pilih makan atau bensin…? saya putuskan bensin lebih berharga dari pada makan… 😅 tanpa bensin ngga bisa ngantor ..😅 🤣🤣

    Balas
    • 18/03/2020 pada 10:57 PM
      Permalink

      wahhh saya juga pernah gini.
      isi bensin dan abis duitnya.🤣

      Balas
      • 18/03/2020 pada 10:59 PM
        Permalink

        Aye peenah tuh.. Kagak makan karena ga ada duit khan?

        Zaman dahulu di jogja. Tidak makan beberapa hari itu badan lemas, panas… Cuma minum melulu.

        Dan jangan lupa juga rasanya gemetar tubuh. Mungkin karena efek dari kurang asupan.

        Dan sampai sekarang saya masih termasuk orang dengan tubuh kurus.

        Balas
        • 18/03/2020 pada 11:07 PM
          Permalink

          yep. karena nggak ada duit buat beli makanan kak. bukan nggak bisa makan karena sakit gigi.

          yha tahu banget rasa lemesnya. terima kasih sudah berbagi. saya tidak sendirian. hahahha

          Balas
  • 18/03/2020 pada 10:34 PM
    Permalink

    Sering. Pas kuliah di Bogor. Diajak ke kantin, saya menolak. Alasan sakit perut. Padahal yang sakit itu kantong. Pernah sampai harus ambil jambu di kampus.

    Nikmatnya justru saat berada di titik ini. Apa-apa terasa berharga.

    Balas
    • 18/03/2020 pada 10:59 PM
      Permalink

      hu um. dipikir kok saya juga sering gini. menolak ajakan makan karena ingat ongkos pulang.

      bener, jadi berharga banget. uang 1rb aja keinget terus. jadi boro-boro kayak influenser yang nggak tahu duit 1rban

      Balas
    • 18/03/2020 pada 11:10 PM
      Permalink

      Wahh.. Ini nih… Bisa dibuat artikel hahhahaaa… Eits bukan ngebully non…..

      Kita sesama pernah pengalaman bokek koq….

      Balas
  • 18/03/2020 pada 10:55 PM
    Permalink

    dulu tetangga saya mah katanya mending gak makan daripada gk ngerokok ka momo, jadilah muncul julukan ahli hisap… ada lagi yang mending gak makan daripada gak internetan, wkwkwkk… >_<

    Balas
    • 18/03/2020 pada 11:09 PM
      Permalink

      btw soal rokok. saya bersyukur nggak ngerokok, jadi nggak ketagihan. 🤣🤣🤣

      Balas
      • 19/03/2020 pada 12:12 AM
        Permalink

        ka momo klo disuru milih, mending gak makan apa gak netflix-an, pilih yang manee? wkwkwkk

        Balas
        • 19/03/2020 pada 6:59 AM
          Permalink

          pilih makan sambil nonton netflix dong 🤣🤣🤣🤣🤣

          Balas
          • 20/03/2020 pada 11:43 AM
            Permalink

            jawaban khas perempuan banget si ini; memilih yang tida ada dalam opsi. eh gimanaaa? hahahaa

  • 19/03/2020 pada 12:44 PM
    Permalink

    Kalau punya anak: Lebih milih beli kebutuhan anak bayik, nggak usah beli makanan yang terlalu mahal wkwkwk

    Balas

Tinggalkan Balasan