Review HMNS Perfume Gen XX Orgasm

HMNS Perfume Gen XX Orgasm

Review HMNS Perfume Gen XX Orgasm – Bahhhhhh,  entah blog ini mau dibawa kemana, macem-macem aja yang mau saya tulis. Ini kedua kalinya saya ngomongin parfume (ini yang pertama), kalau dibanyakin tulisan parfume kayaknya bakalan banyak juga. Apakah bisa bikin blog saya jadi harum kayak kuburan baru?

Entahlah.

Begini-begini…

Kalian tahu HMNS nggak? Itu lho salah satu produsen parfume lokal yang katanya punya seri Orgasm yang laris bener. Dulunya, kalau mau beli sering kehabisan karena stoknya dikit. Untuk sekarang-sekarang seri ini selalu ada. Kalau penasaran nggak pakai nunggu tinggal beli.

“Tapi Kakkk… nggak punya uang Kak!!”

Heuh.

Tiap baca ulasannya, duhhhh bikin ngiler. Bikin pengen beli. Jarang yang bilang HNMS yang Orgasm ini jelek. Semacam isinya racun dan racun yang bener-bener jadinya bikin beli.

Urusan Kemasan, Isi dan Harga HMNS Perfume Gen XX Orgasm

Nggak jauh beda sama yang pernah saya punya di tulisan yang ini. Boxnya tebel banget, bedanya punya warna putih. Untuk tutupnya nggak ada tulisan HNMSnya dan juga gampang terlepas gitu. Isinya banyak 100ml dengan harga 298.000.

Ini saking tebelnya, kotak hape aja kalah. Cara bukanya tinggal sorong gitu.

HMNS Perfume Gen XX Orgasm
foto di kebon

Wanginya?

Top Notes: Apple

Middle Notes: Rose, jasmine, peony

Based Notes: Amber dan vanilla beans

Kalau di hidung saya, yang paling kentara itu vanillanya tapi nggak tebel.

Bener Nggak Sih Sebagus Ulasan Orang-Orang?

Sebenarnya ada beberapa keanehan gitulah sama seri ini. Waktu beli awal-awal, itu agak berminyak teksturnya, wanginya unik bener, wangi apelnya juga kuat, nggak kayak wangi vanilla yang ada dipasaran. Untuk warna dalam cairannya agak gelap keorangenan. Apa coklat ya? hahaha. Pokoknya gelap deh.

Wanginya juga cukup tahan lama. Misalnya kena baju. Digantung tuh belum sempat dicuci. Itu besoknya masih nempel gitu wanginya. Kalau dipakai di kulit, diendus-endus sampai sore juga masih bau padahal semprotnya dari pagi.

Tapi….

Tapi minyak wangi sebagus itu ketika beli ulang, jadinya beda gitu. Warnanya malah lebih kearah lebih terang dan applenya nggak kerasa seperti yang lama. Teksturnya juga jadi lebih encer.

Ingin menangis tapi bagaimana gitu yaaa. *halah mosok gitu aja nangis.

Saya tanya dong ke Csnya. Soal warna. Mereka bilang warna parfume akan menggelap karena oksidasi.

Okelah masuk akal. Saya juga pernah punya kasus oksidasinya warna sama skincare dan foundation. Hehe.

Tapi, ketika saya tanya tentang wanginya yang berubah. CS hanya terdiam saja lumayan lama. Kemudian dia balas dengan kalimat wanginya pasti sama, katanya indra penciuman saya yang nangkepnya beda, karena udah kebiasaan sama wanginya.

Waduhhhhh…… dahla nggak mau ribut sama CSnya juga yang menuding indra penciuman saya.

Kenapa ini? Apakah ada proses yang belum sempurna atau gimana. Padahal masih sama nama barangnya dan juga keterangan formulation 1.0.

Apa saya harus berasumsi bahwa karena yang buatnya manusia, kemudian hati manusia suka kebolak balik, makanya bikin parfume wanginya jadi beda. Kecewa sih sama pembelian selanjutnya. Padahal sudah suka sama yang versi lama. Tapi mau digimanain lagi.

Uang sudah menjadi perfume.

Sebenernya seneng aja lihat produk lokal yang sudah mulai bergeliat, apalagi urusan perfume yang kayaknya jarang banget. Tapi, kalau begini agak mengecewakan juga.

Parfume yang saya dapatkan wanginya sangat manis. Beda sama yang lama yang kerasa bisa dipakai pria juga. Ini nggak banget pokoknya kalau dipakai sama cowok. Arah wangi lembut nan sopannya lebih kenceng.

Tarik Napas…

Apa karena makin laku atau gimana sih? Terus ada kendala sama produksinya dan masih jual dengan embel-embel lama.

Tahulah.

Saya nggak mau beli yang seri orgasm lagi. Wanginya nggak konsisten. Jadinya malah agak kecewa gitulah.

“Saya rindu kamu yang dulu. Tapi malah nuduh saya yang berubah.”

Sungguh menjengkelkan. Salah hidung saya gitu?

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *