Cerita Momo kucing Review Makanan Kucing Bolt Tuna (2021)

Review Makanan Kucing Bolt Tuna (2021)

Review Makanan Kucing Bolt Tuna (2021)  – Seharusnya yang nulis post ini adalah seekor kucing. Dengan begitu tulisan akan lebih valid menurut lidah kucing, perasaan kucing, dan perbedaan yang kucing rasakan setelah makan bolt.

Yeahh, harusnya Niyo yang nulis.

Tapi mau gimana lagi? Niyo sibuk melamuni ketiga anak-anaknya yang sering membuat keributan. Sebagai Mbak yang baik. Saya nulis dari sudut pandang saya. Seorang manusia yang enggan mencicipi bolt.

Ogah.

Kenapa Bolt?

Soalnya murah.

Alasannya berhubungan dengan kantong. Bolt harga satu kilo ada di kisaran harga 17.500 sampai 22.000 (sejauh yang pernah saya beli baik di toko atau beli online).

Biasanya saya selalu punya bolt untuk bagi-bagi sama kucing liar yang sering lewat rumah. Jadi, bolt bukan makanan utama kucing-kucing saya yang ada di dalam rumah tetangga.

Tapi Niyo Pernah Makan Bolt

Makan bolt yang bener-bener bolt menjadi peran utama untuk dry food. Alasannya karena di rumah lagi ada makanan yang itu doang. Saya belum beli, males beli, dan nunggu gajian.

Jadi, makan sekitar 1kg untuk empat ekor kucing (satu dewasa, tiga anakan). Dengan campuran makanan basah. Kalau nggak? makannya pasti dikit.

Konon, Bolt Bukan Makanan yang Bagus

Cari tahu sana sini, berdasarkan pemelihara kucing lainnya, banyak yang kena masalah kencing karena lama dikasih makan bolt. Banyak yang akhirnya tidak bertahan.

Ngeri emang.

Tapi semuanya kembali pada ada harga ada kualitas, beberapa kebiasaan kucing juga memengaruhi, bila kucing jarang minum/minum dengan jumlah sedikit. Yaah lagi-lagi makanan dan minum harus seimbang.

Bolt ini ukuran aslinya besar sekali, 20kg. Tapi biasanya dijual dengan kemasan repack 1kg dengan plastik yang memang sudah disediakan oleh bolt. Jadi, untuk kandungan nutrisinya nggak tertera jelas di kemasan repack. Harus lihat di karungnya.

Kalau kucingnya suka pilih-pilih makanan harus fresh. Punya kemungkinan besar nggak suka.

Tekstur Bolt dan Baunya

*fotonya nyusul nanti.

Bolt tuna warnanya coklat yang cenderung muda. Warnanya seragam. Kalau dibandingkan dengan makanan kering yang pernah saya kasih ke para kucing, tekturnya kering banget, kayak nggak ada minyak-minyaknya.

Baunya seperti ada aroma susu. Jadi, bau ikannya nggak terlalu jelas.

Apakah Kucing-Kucing Saya Doyan?

Doyan.

Karena mau nggak mau. Nggak ada makanan lain. *hahahha.

Tapi makannya hanya sedikit. Kalau mau makannya banyak harus dicampur sama makanan basah (biasanya saya pakai life cat tuna atau bikin sendiri dari kepala ayam).

Sejujurnya ngasih makan bolt itu ada keragu-raguan juga. Sebab makanannya terlalu kering. Beda banget sama makanan kucing yang biasanya sering saya pakai. Makanya pilihan untuk ngasih makanan basah semacam hal yang wajib.

Efek Ke Kucingnya?

Kalau gemukin badan?

Entahlah. Kucing saya makan bolt bukan sebagai makanan utama yang lama. Hanya dalam keadaan kepepet aja.

Apa bulu rontok?

Bulu kucing emang rontok, tapi dalam keadaan wajar-wajar aja.

Yang paling nggak enak itu adalah…

Bau eeknya.

Itu langsung auto nutup hidung. Baunya terlalu semerbak. Apalagi Niyo sering banget kurang ajar eeknya di lantai. Nggak di pasir. *maaf buat yang baca sambil makan sebab ngomongin eek.

Tapi untuk tekstur eeknya nggak lembek juga. Cukup keras (betewe saya kadang kasih makan ati, ampela, dan jantung juga).

Kesimpulan Review Makanan Kucing Bolt Tuna (2021)

Buat selingan doang, nggak berani untuk jadi makanan utama dengan waktu yang lama. Harganya murah, kualitas diragukan karena banyak pengalaman negarif dari pemilik kucing lain, dan bikin eek jadi super bau.

Yaaahh, saya sih bersyukur aja kucing saya sehat-sehat pas dikasih makan bolt. Meski cukup ribet dan cepet kotor kalau campur-campurin makanan dengan makanan basah.

*btw, pas nggak sih pakai kata review.

 

 

7 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 Comment

  1. Aku sudah dua tahun lebih pakai Bolt mba momo. Dan gak ada masalah. Tapi memang harus dicampur wet food ya.

    Biar baunya kuat dan ada campuran airnya.

    Tapi kadang diselingi pakai tempe plus pala ayam plus wet food aja. Supaya sehat. Konon katanya pala ayam bisa menambah imun kucing.
    XD

    1. wah sudah lama yaa. kucingnya sudah dewasa juga. alhamdulillah nggak ada masalah ya.

      bener. dicampur biar aromanya kuat.
      belum pernah nyobain pakai tempe nih. nanti dicoba ah. tapi kuat berapa lama wetfoodnya? kalau dicampur tempe?

      1. Tempe nya direbus dulu.
        Nanti dihancurin pakai plastik. Atau pake blender juga bisa.
        Trus dicampur wet food.

        Aku sekarang lebih sering beli merk profeline warna hijau atau merah. Lumayan murah dan isinya ikan banget. Jadi cocok pas mau makan buat campuran tempe.

        Bisa kuat seminggu maksimal kalau di aku. Taruh kulkas. Lebih dari seminggu agak bau sih.

    1. iya. kayaknya emang yang bentuknya ikan emang lebih enak di lidah kucing.
      pernah pakai yang donat juga, dan kucing lebih suka yang bentuknya ikan.

  2. Aku dulu setia kasih Bolt buat kucing-kucingku. Cukup lama mereka makan Bolt. Dan mereka suka juga. Dan mereka jadi gemuk juga dengan konsumsi Bolt. Sekali beli langsung yang 20kg. Niatnya biar lebih irit. Soalnya kan harga 20kg lebih murah daripada beli yang kiloan.

    Sampai suatu ketika salah satu kucingku yang namanya Bruno sakit susah pipis. Haduh, ini sakitnya mahal sekali. Sampai harus dikateter. Dokternya bilang Bruno sudah ada batu di ginjalnya. Mana penyakitnya kambuhan dan makanan Bruno harus diganti dengan makanan khusus Urinary yang harganya aduhai mahalnya. Bruno tidak boleh makan yang lain kecuali makanan urinary tersebut selama enam bulan. Bahkan, ada vet yang bilang kucing kalau sudah kena FUS/FLUTD harus makan makanan urinary selamanya.

    Aku jadi kapok dan trauma. Aku tidak mau kucing-kucingku yang lain, Bubu dan Miko, kena penyakit yang sama juga. Jadi aku langsung ganti dry food-nya ke yang lebih mahal, tapi mudah-mudahan mutunya lebih bagus.

    Pemakaian jangka panjang Bolt (atau merek lain yang berkualitas rendah) juga katanya tidak baik. Lama-kelamaan bisa memengaruhi ginjalnya.

    Jadi demikianlah pengalamanku bersama Bolt. Intinya aku kapok memberi kucing-kucingku makanan yang murahnya kelewatan.

    1. Nah itu. Saya takutnya disitu dan juga banyak yang kisahnya demikian juga.

      Sekarang Bruno gimana? Sehat kan?

      Akhirnya pilihan makanan jatuh kemana Kim kalau boleh tahu.

  3. Bruno sekarang Alhamdulillah sehat. Setelah kambuh untuk kedua kali, aku jadi lebih ketat kasih makanan ke dia. Cuma boleh kasih dia dry dan wet food yang Royal Canin Urinary. Untuk Bubu dan Miko, aku ganti ke Equilibrio. Baca-baca review sih Equilibrio bagus juga. Soalnya mau ganti ke Pro Plan atau Royal Canin juga aku gak sanggup. Lol.