Saya Ingin Potong Rambut, Tapi…

Sudah bosan untuk merasa bosan?

Huaaahh…

Salah satu keinginan saya yang terpendam belakangan ini adalah potong rambut. Cukup sederhana bukan? Hanya potong rambut, bukan potong bebek angsa atau potong umur orang-orang kerjaannya jahat sama kita.

Tapi kenyataannya saat ini. Mengakses jasa potong rambut sungguh sulit. Sebab, di mana-mana tempat potong rambut tutup. Duhh jangankan tempat potongnya, itu mau jalan aja jalannya ditutup.

Masalah Rambut Rontok yang Saya Alami

Belum lama, rambut saya itu ambrol. Mudah sekali rontok. Mana rontoknya kompak sekali, bareng-barenglah mereka meninggalkan kepala saya.

Hadduuhh.. harusnya yang pergi itu kenangan yang buruk. Kenapa rambut ini pada lepas?

Beberapa hal sudah saya lakukan demi mencegah kebotakan dini. Salah satunya mengikhlaskan dipotong saja.

Lho? Katanya susah potong rambut? Padahal sudah potong rambut?

Sudah. Tapi masih kurang pendek.

Sebelumnya dipotong Sama Bapak

Saya tahu betul risiko dipotong rambut sama Bapak. Bukan hal yang baru. Saya tahu betul kalau hasil potongnya nggak rapi.

Mau rapi gimana?

Bapak saya kalau potong rambut langsung dipegang semua rambutnya. Dipotong pakai gunting kain dengan sekali nafas saja.

Kemudian….

Sah…

Rambutnya segenggam sudah pergi dari kepala saya.

Miringlah hasil potongnya.

Tapi nggak apa-apa. Lumayan daripada nggak dipotong.

Masalahnya adalah…

Masalahnya kurang pendek potongnya!!!!! Begitulah manusia kayak Momo, suka nggak puas.

Ini masih sebahu lebih. Rambutnya masih doyan rontok. Masih kurang pendek. Masih ruwed kayak birokrasi Indonesia gitu.

Saya mau sependek maksimal kayak Mbak Yuni Shara gitu. Kalau pendek banget bolehlah kayak Mbak Jang Geum Ja di drakor Hyena (2020).

Tapi kayak Kim Da Mi di Itaewon Class juga nggak apa-apa deh. Sekalian diwarnain juga. Hoho.

Barang Kali, Saya Tidak ditakdirkan Punya Rambut Panjang Kayak Kuntilanak

Tiap panjang dikit. Bawaannya rontok. Makin ke sini, panjang dikit aja maunya rontok terus.

Beberapa orang yang sok-sokan tahu memberikan pendapat barangkali karena saya keseringan diopname, mana pakai bius total segala pula. Setelahnya saya sakit lain dan minum antibiotik sepanjang 35 hari.

Pendapat yang paling logis adalah saya yang katanya kurang nutrisi. Nutrisi yang ada hanya untuk kegiatan penting di tubuh saja. akhirnya, rambut saya nggak kebagian. Gugurlah mereka.

Tapi di antara beberapa pendapat di atas. Saya kayaknya emang nggak ditakdirkan aja punya rambut panjang. Tapi nggak apa-apa. Saya ikhlas aja.

Punya rambut pendek itu enak banget. Kepalanya jadi enteng. Irit sampo juga. Kalau bangun pagi aja nggak nyari-nyari ikat rambut.

Lagian saya pede-pede aja punya rambut pendek. Bahkan pendek yang pendek banget. Sampai dipanggil Mas sama Mas-Mas dari belakang.

Setelah saya nengok. Saya tahu dia menyesal panggil saya “Mas”.

Saya perempuan, tidak punya pentungan. Tentu saja, saya bukan satpam. *eh ini gimana?

COVID 19, Bikin yang Biasa Jadi Serba Rumit

Saat nulis ini. Saya dapat kabar bahwa 3 orang PDP di tempat saya tinggal telah berpulang. Mereka berpulang saat menjalani perawatan.

Di mana-mana jalanan lengang. Kecuali kalau ngampung, masih ramean di kampung daripada di kota.

Adakalanya saya merindukan kebersamaan bersama manusia-manusia. Meski kadang bersama manusia membuat saya cepat lelah.

Di mana-mana ada tulisan #dirumahsaja. Lama-lama jadi #dirumahterus.

Saya sudah mulai bosan saudara-saudara.

Hah, saya pun sambat juga (lagi maksudnya).

 

20 komentar pada “Saya Ingin Potong Rambut, Tapi…

  • 06/04/2020 pada 9:51 PM
    Permalink

    Keuntungan rambut pendek salah satunya adalah peluang menjadi kuntilanak sangatlah kecil.

    Balas
  • 07/04/2020 pada 7:27 AM
    Permalink

    aku pengen potong rambut jg gegara rontok yg kompakan. apa kupotong sendiri aja ya, yg penting pendek, meski ga rata 😐

    Balas
      • 09/04/2020 pada 9:24 AM
        Permalink

        kalau tidak dipotong suka nangis liatin mereka yang berguguran tiap hari 😀

        Balas
  • 07/04/2020 pada 12:38 PM
    Permalink

    Waktu SD rambut saya selalu kayak tempurung karena dipotong di rumah. Tobat dah…

    Balas
  • 07/04/2020 pada 1:52 PM
    Permalink

    saya pernah punya masalah yang sama. rambut rontok. berbagai shampo saya coba, tapi gagal. menariknya, shampo yang ampuh justru yang gak pernah terlintas di pikiran: emeron. saya tahu gara2 nginep di rumah sodara dan harus keramas. karena adanya shampo itu, ya gimana lagi. wkwk, coba deh.

    Balas
    • 07/04/2020 pada 2:38 PM
      Permalink

      haduhhh haruskah nyoba emeron juga. yg varian apa ya

      Balas
      • 07/04/2020 pada 2:42 PM
        Permalink

        ya anti rambut rontok. coba aja. rambut emang jadi kesat, tapi gak rontok lagi.

        Balas
        • 07/04/2020 pada 2:43 PM
          Permalink

          baik. kucobain. semoga cocok. ☺

          Balas
  • 08/04/2020 pada 12:52 PM
    Permalink

    Aku br potong rambut sebahu, ayooo potong juga biar aku ada temennya hohohoho

    aku mikir rontok itu faktor usia juga apa ya, soalnya dulu ga pernah rontok, skrg sentuh dikit rontok, apaan rapuh banget, ga hati, ga rambut sama2 sobat ambyar hih

    Balas
    • 08/04/2020 pada 3:35 PM
      Permalink

      pen nangis akutu pas bawa-bawa soal pengaruh usia 😭😭😭😭😭

      Balas
    • 27/04/2020 pada 1:52 PM
      Permalink

      Rambut aku juga sebahu, sama dekok-an garis rambut bagian depannya serasa nambah dalem 1 milimeter ke belakang setiap hari ngeraba-nya…

      Balas

Tinggalkan Balasan