Cerita Momo Seputar Blog Sudah Lima Kali Bayar Untuk Sewa Domain

Sudah Lima Kali Bayar Untuk Sewa Domain

Sudah Lima Kali Bayar Untuk Sewa Domain

Tulisan saya kali bersifat reflektif belaka.

Usai makan saur, saya ingat bayar tagihan di niagahoster untuk domain ini. Masih ingat tanggal cantiknya saat pertama kali beli, 27 07 2017. Pokoknya ada angka 7. Ketika dihitung hingga tahun ini 2021. Ternyata saya sudah 5 kali bayar tagihan.

Waw lama jug yaa?

Ibarat kalau kuliah, sudah layaknya lulus.

Sedangkan blog saya masih di situ-situ aja. Masih lebih terasa seperti tempat buang sampah.

Simomotaro.com vs Kucing

Pagi ini saya iseng banget unggah video reels di instagram. Isinya ponakan saya Aul sama kucing saya Acung Ganteng.

Masa iyaaa coba video kayak gitu aja belum 24 jam sudah diputar lebih dari 2000 kali.

Rasanya miris banget. Apalagi kalau dibandingkan dengan tulisan saya di sini yang hanya mentok dibaca belasan orang saja saat belum 24 jam. Padahal kalau nulis, saya buat dengan sepenuh hati.

Apalagi kalau tulisannya berbayar. *ingin tertawa.

Kadang, ingin sekali menjadi kucing.

Tapi nggak bisa begitu. Saya sudah diwujudkan Tuhan seperti ini. Dahla, itu hanya keinginan iseng belaka.

Toh kucingnya saja tidak tahu kalau videonya banyak yang lihat.

188 Tulisan Saja

4 tahun sudah simomotaro.com mengudara di internet. Tapi tulisannya 1000 aja nggak cobaaaaaa????

Padahal usianya sudah lebih dari 1000 tahun?

Dih males banget saya. Padahal saya cukup yakin kalau bisa nulis tidak semalas itu.

Ingin Nulis Apa Gitu Terus Akhirnya Nggak Ditulis

Misalnya, saya pengen nulis tentang ritual memandikan kucing. Mau iseng-iseng oseng-oseng saya buat tulisannya. Semacam tipikal kucing-kucing kalau dimandikan dan landasan apa kalau pemilik kucing harus cepat-cepat mandiin kucing.

Udah dipikirin tuh mau nulisnya apa aja.

Bagian lucunya juga sudah saya siapkan dalam kepala.

Kemudian blasssss… Nggak nulis apa-apa.

Padahal tahu teori kalau mau nulis lebih baik konsisten ditulis dulu garis besarnya. Nanti pelan-pelan digarap.

Yaaa gitulah saya, teorinya tahu. Tapi prakteknya malah banyak diam-diam saja sambil gosokin muka pakai toner yang menurut saya nggak ngasih perubahan berarti di kulit.

Kalau nggak gitu ya rebahan dan rebahan, padahal tahu nggak bakalan bisa kaya kalau cuma rebahan melulu.

Nulis Senin Kamis

Dulunya sempet tuh bikin jadwal senin dan kamis. Udah kayak puasa. Terus blasss lupa lagi.

Malah dengan sombongnya mau ganti aja sekalian, jadwalnya kayak puasa Daud. Ehh cuma angan-angan di dalam kepala.

Bikin Target Ah

Tarik napas.

Aslinya nih, itungan 188 post ini nggak ada apa-apanya. Kalau besok-besok saya mau kencengin di salah satu topik buat ngeblog bisa banget.

Karena jujur aja ribet banget kalau disangkut pautin sama kontrak kerjasama sedangkan blog tercinta ini nggak punya konten yang banyak dan kuat di salah satu topik.

Duhh topik mana sih topik. Lagi isoman apa?

Mungkin target di tahun berikutnya selain bisa hidup saat pandemi adalah tetap bisa bayar cicilan sampai lunas.

Jadi, kayaknya blog saya ini meski nggak bikin saya kaya raya kayak Sisca Kohl, paling tidak bisa mandiri menutupi biaya sewa domain dan hostingnya gitulah.

Yap!!! Jadi, simomotaro.com. Mbok kamu tuh jangan malu-malu kucing gitu kalau di mesin pencari. Bertenggerlah dekat-dekat dengan tribunnews :v.

Belum Sungguh-Sungguh

Perjalanan saya nulis di sini nggak pernah sungguh-sungguh.

Saya menyadari bahwa selama ini saya masih nggak bener-bener meluangkan waktu saya untuk menulis di sini.

Padahal simomotaro.com punya sejarah tersendiri dalam hidup saya. kepadanya, kalau bisa diajak ngomong, saya sangat mensyukurinya. *ciuuhh.

Bersyukur Aja Dulu

Meski saat ini banyak keambyaran hidup dari banyak aspek. Setidaknya saya masih hidup dan sehat.

Tiga kucing saya juga sehat.

Masih Tertatih

Entahlah, kadang saya pikir, saya sudah berjalan jauh. Tapi banyak momen hidup yang membuat saya rasanya nggak jalan kemana-mana. Seolah jalan di tempat. Seolah bila ada perubahan baik rasanya seperti fatamorgana.

Mungkin karena saya nggak pandai bersyukur.

Mungkin itu masalahnya.

3 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 Comment

  1. Bukan menghibur atau bagaimana, tapi dari banyaknya blog yang diikuti salah satu blog yang sering aku baca yah si cerita momo. Ceritanya sederhana dengan topik-topik keseharian.

    Memang diluar sana banyak distraksi hiburan (udah sebut saja media sosial dan sebagainya itu), tapi pembaca juga punya tempatnya sendiri walaupun diera sekarang ini barangkali sedikit atau musiman saja (kayak aku kadang2 hehe). But bentuk kreasi yang tidak akan pernah padam dari jaman baheula sampai sekarang dan barangkali nanti adalah tulisan. Lanjutkan, mangat

    1. Waahhh ada Adi *pura-pura kaget.

      Sebelumnya terima kasih sudah main-main di blog ini.

      Soal tulisan, setuju, soal tulisna saya pikir akan tetap ada. toh, tugas akhir di dunia akademik pun mengharuskan siswanya untuk menulis. meski di dalamnya tentu saja ada macam-macam lapisan.

      Saya masih bersyukur. setidaknya hingga detik ini masih mencintai aktivitas menulis.

  2. Kayaknya seangkatan tuh dengan blog saya…
    Beli domainnya kisaran tahun 2017.

    Ada dua.. Satunya di dewaweb satunya lagi di niagahostee.. Pusing pala berbie nih setahun kena 3 juta utk hosting domain 2 blog.. Hadeehhh