Cerita Momo Monetisasi Blog Tahun 2021 Apakah Blog Masih Bisa Menghasilkan Uang?

Tahun 2021 Apakah Blog Masih Bisa Menghasilkan Uang?

Tahun 2021 Apakah Blog Masih Bisa Menghasilkan Uang?

Uang terooos.

Saat tulisan ini dibuat, saya sedang demam. Tidak bisa tidur. Jadi, saya menulis. Kalau ada nggak nyambung-nyambungnya, mohon maaf.

Saya yakin ada keragu-raguan bagi pemula untuk masuk ke dunia blog. Melirik di zona-zona lain nampaknya sedang gemerlap (sosmed dan youtube misalnya).

Ada pertanyaan yang penah dilontarkan seseorang pada saya beberapa waktu lalu. Zaman sekarang emangnya blog masih menghasilkan duit?

Langsung saya jawab.

BISA PAKAI BANGET! BANGET! BANGET!

Apa aja tipnya?

Penjelasannya saya kasih tahu di sini. Berdasarkan pengalaman pribadi.

Kunci Penting : Konsisten

Saya yakin dalam hal-hal seperti ngeblog, stamina untuk konsisten adalah salah satu kunci pentingnya. Karena banyak orang yang pergi begitu aja, nggak konsisten atas apa yang pernah mereka mulai. Entah menghasilkan uang, belum menghasilkan uang, atau tidak menghasilkan uang.

Coba perhatikan lingkungan teman-teman blogmu sekarang. Makin sepi bukan? Kemana mereka? Tidak tahu. Mungkin sudah mati, memutuskan untuk tidak menulis lagi, atau terlalu sibuk dengan kehidupan sampai melupakan menulis di blog.

Satu dekade lalu dengan saat ini sungguh terasa perbedaannya.

Tidak jarang, web lama yang begitu besar gaungnya di masa lalu hanyalah menjadi kenangan belaka. Karena sudah tidak dipelihara lagi. Blogmu yang baru seumur jagung sudah lemas nggak mau diisi lagi?

Aduh.

Hadirkan Pembaca dalam Tulisan

Ketika ada pertunjukkan musik secara langsung, yang paling asyik di mata saya adalah ketika penampilan di panggung yang megah mampu membuat ruangan jadi sempit karena penampil benar-benar nyatu dengan penonton. Jarak yang begitu dekat mampu membuat penonton terhanyut.

Teknik yang akrobatik di atas panggung mungkin akan membuat penonton menjadi terkesan sekaligus merasa jauh. Penonton nggak bisa nyanyi bareng penampil. Jelas ada jarak di sana. Saya nggak bilang hal ini buruk lho, soal rasa saja. Bahwa yang dekat juga bisa berarti jauh.

Gimana ceritanya nulis dengan membuat pembaca hadir di dalamnya? Nggak bisa dilihat secara langsung kok?

*dasar pemuja hal-hal indrawi.

Nulis aja. Kayak kamu ngomong. Nanti ketemu titik poin yang dirasa-rasa pas.

Ada kalanya saya juga cuma pengen buang sebel aja dengan nulis di blog, kadang yaaa nulis dengan egois. Tapi kayaknya jarang. Eeh apa sering yak?

Menjadi Bego Tidak Masalah

“Saya nggak pinter nulis.”

“Saya tidak pandai merangkai kata.”

“Saya nggak tahu banyak teori. Kalau nulis takut salah. Takut kelihatan bego jadinya.”

Alasan-alasan itu sering saya dengar ketika saya ngajak teman-teman saya untuk nulis. Akhirnya saya menulis sendirian saja. hiks.

Saya merasa menjadi bego/goblok/bodoh juga ada sisi bagusnya. Ketika hal-hal ini didermakan sesuai dengan dosisnya dengan asas kegembiraan maka imbasnya cukup menyenangkan.

Saya juga nggak pinter nulis kok. Saya sering membayangkan kalau saja saya mendapatkan ilmu soal menulis yang sangat “akademis”, mungkin saya nggak akan begini.

Tapi biarpun saya bloger yang “begini”, saya cukup menikmatinya saja prosesnya. Bila ada pakem-pakem tertentu dalam kaidah penulisan. Misalnya tentang mengulas harus begini begitu menurut si anu-anu. Saya tidak terlalu memakai kaidah teoritis. Tulis saja apa yang saya rasakan. Terus terang, hal itu malah membuat aktivitas menulis tidak terlalu jadi beban.

Lah saya lagi nulis blog? Apalagi pribadi.

Kaidah menulis yang saya gunakan biasanya orang awam saja, yang paling penting saya bergembira.

*egois nggak nih?

Intinya nggak perlu nunggu hebat untuk mau nulis. Toh, titik “hebat” itu saja belum bisa diurai dengan baik ‘kan?

Seriuslah dengan Langkah Kecil

Seseorang yang bahkan tidak melangkahkan kakinya kepadamu, tidak akan pernah memberikan hatinya padamu.

Langkah pertama serius ngeblog adalah sewalah top level domain, gunakan hosting berbayar bila perlu.

Keseriusan ini mungkin memberatkan di awal. Tapi percayalah. Kamu tidak akan menyesal jika blog itu kamu rawat dengan baik.

Blog gratisan bukannya buruk. Hanya saja yang kalian rasakan gratis itu tidak benar-benar gratis. Tahukah kamu bila mungkin saja di blog wordpress.com milikmu muncul iklan?

Uangnya buat siapa?

Buat yang punya wordpress.com dong. Blogmu properti mereka.

Kamu tidak sepenuhnya gratis menikmati layanan wordpress.com. Melainkan membayarnya dengan sejumlah “klik” yang mampu dihadirkan lewat tulisanmu.

WordPress.com dari Automatic ini agak menjengkelkan sebenarnya. Betapa tidak. Secara diam-diam tidak menghadirkan iklan lagi untuk pengguna self host sejak tahun lalu atau lebih lama. Sedangkan seonggok $ yang belum sampai $100 sudah ada di akun dan nggak bisa cair.

Web Besar Sering Menjengkelkan, Jadilah Menyenangkan

Menjengkelkan dari segi judul.

Menjengkelkan dari iklan yang nggak karu-karuan.

Menjengkelkan dari tulisan pendek yang dipecah jadi 1000 halaman.

Pun menjengkelkan karena ada aja akalnya buat copas dari blog pribadi.

Saya pernah dikontak salah satu karyawan yang ngurus kanal blog besar di bagian hiburan. Katanya tulisan saya bagus dan mau menyalin. Tapi dengan diberikan sumbernya.

Nanya dong. Saya dapat apa?

Dijawab hanya dapat kredit di tulisan yang diambil oleh mereka. Nanti dilaporkan tulisan mana saja yang diambil.

Sampai detik ini. Sudah hampir satu tahun berlalu, tidak ada kabar dan saya nggak pernah dapat pengunjung dari web besar itu.

Saya nggak mau cari tahu tulisan di web besar itu kayak gimana. Yang paling saya pahami pada pengalaman itu adalah kalau web besar pun tidak bisa berdiri tegak dengan kebesarannya itu.

Gitu.

Udah segitu dulu.

Ada lagi sebenarnya. Cuma sudah puyeng. Nanti sambung kapan-kapan.

6 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Comment

  1. Blogku sudah menghasilkan, tapi sedikit sekali hasilnya dan jarang banget dapat kerjaan tulisan berbayar gitu. Gpp. Fokusku ngeblog juga bukan di situ.

    Tapi, sepakat dengan Mbak Momo. Ngeblog yang penting konsisten, nulis mah nulis aja, nanti yang lainnya mengikuti.