Tentang Unik dan Menonjol dalam Dunia Kreatif

Tentang Unik dan Menonjol dalam Dunia Kreatif

Tentang Unik dan Menonjol dalam Dunia Kreatif – Saat saya menuliskan tulisan saya yang membahas kriteria bloger yang unik (sila baca dulu buat yang belum baca), ada beberapa paragraf yang saya buang. Tapi bagian yang sengaja saya singkirkan itu adalah sebuah kegelisahan. Apa itu? ini dia. (yang tulisannya miring).

Unik itu apa sebenarnya? Bukankah kita sebagai manusia memang sudah terlahir unik?

Sering denger kalimat begini nggak? Kamu itu unik. Kamu berbeda. Bahkan kembar identik saja berbeda. Kamu unik karena itu adalah kamu dan bukannya orang lain.

Tapi mengapa manusia selalu menanyakan perihal keunikan dalam dirinya? (saya juga demikian).

Saya membaca gelaja demikian sebagai sebuah kerinduan. *mulai nih sok iye saya.

Sebuah kegelisahan manusia yang rindu menjadi diri sendiri. Saya dan kamu rindu menjadi diri yang sejati. Adanya kerinduan yang muncul dalam diri manusia menunjukkan bahwa kita memang tidak bisa  menjadi yang sejati.

Mari kita sedikit gali lagi perihal kerinduan akan menjadi diri sendiri

Manusia itu adalah makhluk yang memakai topeng.

Setuju?

Saya pakai topeng. Kamu juga pakai topeng. Pasanganmu memakai topeng. Tetanggamu pakai topeng. Bahkan monyet juga tak segan-segan pakai topeng.

Yha, topeng monyet.

Tapi, topeng apa yang dipakai oleh manusia?

Disebut topeng karena belum tentu ia adalah rupa yang sebenarnya. Ada orang-orang yang sama sekali tidak bisa jujur pada dirinya. Ia membentuk topeng yang amat berbeda dengan dirinya yang asli. Faktor pemicunya macam-macam. Sementara sebagian lainnya membentuk topeng yang bisa lebih dekat dengan dirinya yang asli.

Pokoknya kadar topeng dalam diri manusia itu beda-beda.

Nah. Menurut saya nih, menjadi unik dan menonjol adalah bagaimana meminimalisir kadar topeng tadi.

Tentang Unik dan Menonjol dalam Dunia Kreatif
sumber gambar : pixabay

Jika unik memang sudah ada, maka yang diperlukan hanyalah menonjolkannya…

Dengan begitu, manusia bisa menunjukkan gayanya sendiri. Tampilan/gaya apa yang menjadi ciri khas dari dirinya hingga sulit ditiru oleh orang lain hingga sulit dilupakan.

Saya yakin menulis juga demikian. Apapun deh, dalam dunia kreatif manapun.

Unik, bukan ngomongin siapa yang terbaik. Tapi, sesuatu yang beda. Menjadi berbeda dari kebanyakan.

Tahu Sujiwo Tejo?

Bagi saya, beliau itu aneh. Kalau kamu pernah baca bukunya yang Rahvayana 1 dan 2. Mungkin kamu bisa mengernyitkan dahi. Ini penulisnya mau ngomong apa? Pertama baca saya bingung. Kenapa ada Tristan dan Isolde? Kenapa ada filsuf yang jadi tukang sayur? Mencoba mencerna pelan-pelan tapi sering gagal paham. Level ngayalnya juara.

Tapi, anehnya…

Anehnya saya mengalami kebingungan yang menyenangkan. Sedikit yang bisa saya pahami adalah bagaimana sebuah peran yang katanya antagonis (mencuri istri Rama) tapi selalu menaruh kehormatan pada Sinta.

Sujiwo Tejo sukses menularkan pada saya untuk menyukai Rahwana. Lengkap dengan segala kegilaan Rahwana itu sendiri.

Sujiwo Tejo itu unik? Dalang edan? Jelas!!! Bukunya masih cetak ulang hingga sekarang.

Emmmm… Siapa lagi ya?

Dodit Mulyanto.

Nonton SUCI 4? Komika yang satu ini unik dengan wajah polos dan budaya eropanya (kan main biola cuy). Bagaimana Dodit menyapa penonton aja udah lucu. Walaupun kalimatnya sederhana seperti “selamat malam penduduk”. Dodit mungkin bukan komika terbaik (kan nggak juara satu tuh), tapi apa adanya Dodit itu unik.

Sulit diingkari memang.

Bloger juga harus demikian dong. Harus bisa menonjolkan keunikannya. Kalau nggak, kita bakalan tenggelam…

Tenggelam diantara tulisan bloger lainnya.

Kamu tahu nggak bahwa jutaan tulisan ditulis oleh bloger tiap harinya. Saat saya menulis ini saja jam 18.06 waktu Bangkok Thailand (maap bukannya sombong, tapi bosen aja nulis WIB gitu) , tanggal 1 Maret 2018. Saya  coba pantengin worldometers untuk tahu berapa sih jumlah  tulisan yang diunggah para bloger secara langsung. Angkanya 4 jutaan bok dan itu bertambah tiap detiknya. Baru wordpress doang, tulisan dari platform lainnya belum.

Tentang Unik dan Menonjol dalam Dunia Kreatif

Wow kan? Coba angkanya bisa dicairkan jadi rupiah. Bisa foya-foya kan? Beli kuaci sampai kenyang. Wqwq…

Menonjol adalah bagimana menjadi berbeda. Efek yang kemudian muncul adalah kita bisa bertahan di dunia kreatif manapun.

Mampu bertahan berarti kamu terus ada. Kamu ada dan kehadiran kamu ditunggu-tunggu. Mau nggak begitu? Kalau saya sih mau.

Tapi…

Kalau kreatif dalam dunia hanya untuk sekadar eksis…

Maka saya teringat nasehat bahwa kalau yang diinginkan hanya eksis. Maka orang bisa saja akan muak sama kita.

Begini nih maksudnya…

Kalau kamu ingin kreatif, jangan menomorsatukan eksistensimu. Kalau kamu ingin menonjolkan diri, yang akan sampai adalah dirimu yang bisa saja memuakkan hati orang. Kalau kamu ingin kreatif, ingin diberi hidayah oleh Tuhan. Pekerjaanmu hanya satu; beribadah. Ibadah itu mengabdi. Mengabdi itu melayani. (Cak Nun).

Dalem…

Melayani. Jadi entah sampai kapan. Barangkali saya akan masih terus memakai topeng tadi. Karena suka atau tidak, topeng ada untuk membentuk wajah kita.

Saya, barangkali akan selalu bertanya tentang menjadi diri sendiri. Mungkin saya akan selalu rindu pada apa yang dimaksud dengan kesejatian tadi.

Mungkin uniknya Sujiwo Tejo adalah dalam rangka ia yang mengabdi pada budaya, melayani budaya dan nilai-nilai luhurnya. Mungkin uniknya Dodit Mulyanto adalah dalam rangka membuat penonton merasa terhibur dengan nada ngek dan ngok nya. Endesbre… endesbre….

Dan tukang ketik seperti saya. Sedang berusaha untuk melayani kamu dengan tulisannya yang mungkin sangat biasa saja, yang mungkin belum terasa di mana uniknya, yang belum bisa menonjol dibanding bloger lainnya.

Yap.

Begitu saja obrolan saya mengenai tentang unik dan menonjol dalam dunia kreatif manapun.

Selamat senin. *peluk hangat. :p

6 thoughts on “Tentang Unik dan Menonjol dalam Dunia Kreatif

  1. Satu lagi tulisan mbak momo menginspirasi saya. Walaupun sYa masih bingung mebjadu unik dan menonjol itu harus bagaimana. Tapi tulusan mbak momo membangkitkan semangat saya.

    Oleh karena itu mbak momo saya masukan dalam kelompok beberapa bloger yg berperab dlm perjalanan blog saya slyg bisa dilihat di artikel terbaru saya.

    (Sekalian promosi) 😁😁😁😂😂😂

  2. Oh buka dulu toooopengmuuu.. biar ku lihat waaajaaahmuuu *numpangkonser* 😀
    Kalau menurut eyke ya mpook, orang yang unik dan kreatif itu tanpa menonjolkan keunikannya, aura keunikan mereka langsung terpancar. Tak usah ditopengi segala :D.

    Sejujurnya, eyke! Tak ingin menonjolkan keunikan ataupun kreatifitas yg eyke miliki. Karena eyke tak mau dieksploitasi oleh org lain keunikan eyke! Diluar sana jutaan orang bertopeng,cyin. Susah ngebedain yang topeng malaikat sama topeng monyet! *eeerr, hahahaha

Tinggalkan Balasan