Tip Sederhana Memilih Hosting Agar Tidak Menyesal dikemudian Hari

Tip Sederhana Memilih Hosting Agar Tidak Menyesal dikemudian Hari – Di bulan ramadan begini, promo di mana-mana. Kalau lihat penyedia hosting dan domain juga nggak mau kalah ikut-ikutan ngasih promo. Gimana? Kamu sudah tergiur untuk nambah hosting dan domain baru? Atau baru pertama kalinya mau pindah ke self hosting?

Tulisan ini bukan tulisan berbayar yang sekiranya saya bakalan bagus-bagusin salah satu penyedia hosting dan domain yang saya pakai. Tulisan kali ini murni share pengalaman saya yang menggunakan beberapa layanan hosting dan domain lokal.

Yoh langsung aja!

Coba Pikirin Baik-Baik Harga Promo Apa Masuk Akal Saat Nanti dipembelian Kedua

Untuk kasus domain nih.

Pernah suatu ketika ada promo domain .id yang gratis tiss tisss… tapi, saat sewa pada tahun kedua harganya jadi dua kali lipat. Misal nih, kamu beli hari ini gratis. Satu tahun kemudian kamu bayar 500k. Itu sungguh menjebak.

Perhatikan baik-baik harga registrasi dan harga renewal. Lebih baik harganya sama saja untuk domain. Itu lebih aman. Daripada promo di awal tapi akhirnya harus bayar dengan jumlah yang fantastis. Kalau promonya masih masuk akal sih ambil aja. Misal harga registrasi 80k, nanti renewal balik lagi ke 120k. Masih okelah ya.

Kalau barusan saya lihat-lihat, domain .id harganya 110k di salah satu penyedia dan harga renewalnya sama aja. Sudah murah rupanya. Padahal dulu .id mihil cuy dibandingkan dengan .com

Untuk Kasus Hosting

Coba lihat baik-baik potongan harganya. Penyedia nggak segan-segan kasih diskon sampai 75% di registrasi dan renewal promonya sudah nggak lagi.

Mari hitung-hitung.

Misal harga registrasi (belum termasuk pajak) dalam promo 75% adalah 285.684

Maka harga renewal tanpa diskon adalah empat kali lipat dari harga registrasi. Harganya jadi 1.142.736 (ingat, ini belum sama pajak) 10%.

Gimana? Cukup berat ditahun kedua? Kalau nggak ya nggak masalah. Tapi, kadang di hari normal, harganya lebih masuk akal untuk harga renewal.

“Kalau sewa makin lama… diskon masih berlaku. Sekalian aja sewa 2 atau 3 tahun gimana?”

Emmm… saya selalu nyaranin kalau sewa itu satu tahun aja dulu. Bagaimanapun menariknya promo. Karena kita nggak akan tahu kebutuhan hosting di tahun depan. Bisa butuh paket dengan kapasitas yang lebih besar, atau justru lebih kecil.

Satu tahun aja saranku. Kalau bisa, cari promo yang life time. Ada kok kadang-kadang. Kalau ada, baru dehh disikat!!!!

Makin Banyak Paket yang disediakan Maka Makin Bagus!!!

Yha. Kamu jangan bingung dulu. Makin banyak paket itu makin bagus. Karena kita bisa upgrade kapan saja kita perlu.

Tentunya, kamu pengen dong website atau blog yang kamu bangun itu berkembang? Daripada pindah layanan penyedia lain. Lebih baik di penyedia yang sama dengan upgade paket yang ada.

Enaknya adalah begini. Misal kamu masih punya sisa waktu sewa 6 bulan. Butuh upgrade paket saat ini juga. Kamu bisa dapat potongan harga pada paket yang baru karena dikurangi masa waktu sisa paket lama selama 6 bulan.

Coba konsultasi aja sama penyedia layanannya. Bisik-bisik. Nanti dibuatkan tagihan dengan potongan ekstra. Kan enak.

Tip Sederhana Memilih Hosting
sumber :PIXABAY

Tidak Penah Ada Namanya Unlimited, Semua Hanya Bahasa Marketing

Namanya aja jualan! Jadi, sebagaimana ceritanya dagangan kita ada yang beli.

Sering banget bukan dijumpai kata unlimited? Terus terang aja. Ini agak menjebak buat yang masih polos. Karena unlimited itu benar-benar nggak ada. Baca ketentuannya yang bikin mumet itu. Palingan tertulis “penggunaan yang adil pada tiap-tiap pengguna tanpa mengganggu pengguna lain.”

Saya pernah punya kasus begini. Pada akhir tahun kemarin, saya makan bandwidth lebih dari 300gb. Langsung dapat peringatan. Kalau ini terus terjadi. Akun saya bakalan suspend.

Uhhh…

Disitulah saya mulai belajar gimana caranya hemat bandwidth.

Inilah deritanya pakai shared hosting yang nggak bisa pakai bandwidth ugal-ugalan. Ibarat pakai gedung apartemen. Kita nggak bisa pakai ruangan dan jalan seenaknya.

Makin ke sini. Saya lebih suka dengan penyedia layanan yang jujur aja deh ya!!!!

Jujur tentang disk space, bandwidth, berapa sih angka sebenarnya. Ada kok penyedia yang dengan gamblang nulis diketerangan paketnya.

Kalau kamu butuh badwidth segede kingkong… maka pakailah VPN. Cek lagi, ada unmanaged dan managed. Yang managed jelas lebih gede lagi biayanya.

*sudah pusing belum baca tulisan saya?

Dukungan Support 24 Jam!!!!!

“Iya mas begitu. Ada yang mau ditanyakan lagi?”

“Apa ada perempuan yang dipanggil Mas?”

“Ohhh maaf. Ini Mbak ya?”

Di mana-mana. Saya kalau nggak dipanggil Mas yaaa Bapak nih kalau tanya-tanya di penyedia layanan.

Apa emang jarang banget gitu perempuan yang jadi user? Atau gimana sih?

Terlepas dari hal itu, dukungan CS selama 24 jam adalah hal penting. Rata-rata penyedia layanan yang saya pakai selalu ada disaat saya butuh bicara. Bahkan jam 3 pagi pun masih bisa tanya-tanya.

Yang paling menjengkelkan adalah pengalaman proteksi domain yang lupa diproteksi sama penyedia. Jadinya, data saya bisa dibaca whois. Saya tahu karena ada yang tbtb menghubungi via telepon dan tanya “Ini Mbak Anu yaaaaa… yang punya blog….”

Jeger… kagetlah saya pas ditanya kontak saya dari mana, ternyata dari whois yang terbaca padahal saya selalu beli proteksinya. Saya usut deh ke penyedia dan sudah diproteksi kembali. Sayangnya, pihak penyedia nggak minta maaf atas kelalaian ini.

Kesimpulan Tip Sederhana Memilih Hosting Agar Tidak Menyesal dikemudian Hari

Semua tergantung pada kebutuhan alih-alih lihat promo sana-sini. Jangan sampai kamu langganan sama penyedia yang suka down blognya, padahal pengunjungnya nggak seberapa. *inget kasus saya dulu banget. Cari penyedia yang memang sudah terpercaya.

Pada akhirnya, nggak ada penyedia layanan domain dan hosting yang sempurna.

Bijaklah memilih penyedia dan memilih jenis paket yang ada.

Wis ngono aeee… ada tambahan atau pertanyaan monggo. Kalau nggak ada?

Minggu depan kita ulangan!

Tinggalkan Balasan