Tulisan Adalah Sidik Jari dalam Arti Lain

Tulisan Adalah Sidik Jari dalam Arti Lain – Yaah ceritanya saya lagi buka-buka youtube dan ada Butet Kertarajasa bilang yang kurang lebih seperti dalam judul di atas. Tulisan mengandung sidik jari dari penulisnya. Hal ini mengacu pada nuansa tulisan kalau yang mampu saya tangkap.

Kalau tulisan tangan ‘kan jelas. Satu dan yang lain tentunya berbeda. Cara megang pensil/bolpoinnya aja beda. Suka menekan atau nggaknya beda. Kemudian menghasilkan tulisan yang berbeda.

Sidik jari di sini bakalan dipahami sama pembacanya sendiri, yang kadang sulit sekali dijelaskan dengan kata-kata.

Soal Prie GS

Blog saya ini kalau nggak ngomongin kucing lebih sering dapat ide dari para Pak Dhe yaa? eeemmm ada apa ini?

Tahu Prie GS nggak?

Saya bener-bener “ngeh” Prie GS saat beliau suka mengumbar mulutnya di acara Humor Sufi (Di sini pernah saya ceritakan).

Tanpa saya sadari betul rupanya perkenalan pertama terhadap Prie GS diawali dengan pernah membaca bukunya di masa lalu. Saya baru ingat saat mencari tahu buku-buku yang pernah ditulis Prie GS.

“Lho ini pernah tak baca. Tapi bukue wis tak bagi-bagi.”

Saya rupanya pernah baca buku tulisan Prie GS tanpa disadari. Ckckck. Baca buku kok nggak sadar? Saya ini bagaimana?

Baca buku bagi saya udah kayak tidur apa bagaimana? Kok yha nggak sadar?

*nanya sendiri. *nggak bisa jawab sendiri.

Mencicipi Kembali Karya Prie GS di playbook

Nggak beli. Belum beli. Cuma mencicipi halaman-halaman awal yang bisa dinikmati.

Kemudian saya merasa kumpulan tulisan Prie GS itu sangat-sangat Prie GS.

Prie GS kalau ngomong itu unik guys. Ada aja yang keluar dari mulutnya seperti; kemiskinan sempurna, penderitaan artistik, dll pokoknya.

Ada lagi kalimat khasnya dalam salah satu buku dan saya malah membayangkan beliau bicara langsung, tulisannya bernada.

“Karena untuk membenci seseorang, ternyata tidak perlu orang lain itu lebih dahulu menjadi penjahat. Baru mengenal gaya sisiran rambutnya saja kadang kala sudah apriori. Itu baru bentuk sisiran rambut yang menurut kita salah….”

Khas sekali Prie GS-nya.

Terasa sekali Pak Dhe ini.

Bahkan di beberapa tulisan saya membayangkan Pak Dhe yang cekikian sambil ngomong.

Inilah yang dinamakan sidik jari kata Butet rupanya. Bahwa keunikan dari Prie GS sungguh terasa dari tulisan-tulisannya. Membaca tulisan Prie GS amat sangat bisa dibedakan dengan membaca tulisan orang lain.

Butet Juga Bilang Begini Cuy

Kalau melakukan sesuatu belum jelas mau seperti apa dampaknya. Dampak yang pertama setidaknya harus dirasakan adalah senang dulu akan hal itu. Bahagia dulu. Kebahagiaan Butet akan dunia yang menjadikannya seorang aktor membuatnya bisa nulis naskah. Bisa menulis intinya, yang kemudian banyak sekali dibuat di media.

Menghadirkan yang autentik pada tulisan hanyalah dampak dari bagaimana penulis mau memberikan pendapat pribadinya secara jujur.

Kalau Tulisan adalah Sidik Jari, Katakanlah Pada Kasus Ngeblog

Sebagai pembaca lho yaa.

Saya sebagai pembaca langganan beberapa blog. Masing-masing narablog banyak banget yang “menempelkan” sidik jarinya pada tulisan. Itulah mengapa meski hanyalah tulisan yang tidak jauh dari kehidupan pribadinya. Seringkali mengesankan juga kalau membaca.

Tapi pelaku dari narablog sudah makin terkikis tiap tahunnya.

Tapi yha sudahlah. Mau gimana lagi. Menulis memang tidak bisa dipaksakan.

Yang bisa dipaksakan adalah ngasih makan Niyo (kucing saya) pakai suntikan. Yepp… pagi-pagi sebelum pergi saya harus nyuapin kucing dulu. Semoga kucing saya cepat bisa pulih.

*maap, penutupnya malah soal kucing.

Next Post

No more post

You May Also Like

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *