Tulisan di Blog dicopas Terus hingga Tetes Terakhir Kayak Susu Kental Manis

Tulisan di Blog dicopas Terus hingga Tetes Terakhir Kayak Susu Kental Manis – Pertama kali ngeblog, saya kayak anak-anak yang nggak tahu banyak bahwa dunia itu begitu mengerikan. Udah, ngeblog ya nulis, gitu doang, nggak banyak mikir.

Hingga semakin kumenyayangimu, semakin kuharusss… meee… woi jangan nyanyi woi. *yha maap, saya lagi denger lagunya Drive pas nulis di paragraf ini. Intinya, makin saya masuk ke dalamnya, sama aja kayak kehidupan pada umumnya. Penuh dengan cinta dan luka bak lagunya Club 80’s.

*ganti lagu anjay.

Padahal dua paragraf doang, selemot itu otak saya.

Bah!!!!

Jadi Begini My Love

Saya pernah punya blog di wordpress.com. Nulis yang berbau-bau galau gelisah nggak merana-merana banget. Kemudian dicopas, copasnya ini ndilalah nggak pakai edit mengedit.

Sedangkan di dalam postingan itu saya suka banget menaut-nautkan dengan tulisan lama. Misalnya kek gini, mau baca cerita tentang Desta Club 80’s yang ternyata mantannya Alyssa Soebandono? Klik di sini.

Yha, kayaknya kurang lebih begitu. Contoh namanya juga.

Dan Ping baliknya diaktifkan, jadi di postingan lama, saya menerima notifikasinya.

Sebagai Bloger yang Sudah Biasa Sama Tumpukan Komen dan Sampah Saya Woles Aja

Emmm apaan ini?

Oh yaa, ada yang bikin sama plek persis nih.

Hasudala.

Lagian blogernya juga gratisan yang nggak dimonetisasi.

Tapi akhirnya saya komentar ke blognya. Kenapa dia main ambil aja tanpa izin ke saya. Jawabannya sungguh mencengangkan.

Dia katanya anak baru dan nggak tahu kalau ngambil tulisan di blog orang lain itu nggak boleh.

Ya udinlah. Saya sih masih woles aja. Tidak usah mara-mara. Saya juga nggak suka mara-mara.

Lagian yaampun deh…

Lagian buat apa copas tulisan galau? Boleh-boleh aja sih copas tulisannya. Yang kategori lain kek, kayak kategori ngegombal. Kasih ke cowok atau ceweknya. Terus berhasil buat pasangannya seneng.

Setidaknya bisa berguna bukan? Walaupun sudah terbukti nggak pernah terlalu berguna buat penulisnya sendiri.

Tapi itu hanya kasus kecil.

Ada yang benar-benar parah sampai saya mikir udahan aja nggak usah update tulisannya. Blognya mau saya jual aja.

Jual!!!

JUAL!!!!

JUAL!!!

Kasusnya kayak gini;

Di blognya itu nggak bisa di klik kanan. *btw, simomotaro.com juga nggak bisa diklik kanan. Mau coba ngopy di ponsel? Coba aja, cobain. Bisa nggak? Kasih tahu saya.

Tapi sebenarnya itu sama sekali nggak ngaruh. Masih gampang banget buat dicopas.

Saya konsultasi sih ke temen yang cukup jago masalah teknis. Dia bilang, ada toolsnya. itu cukup mudah katanya. *hueellaaah yaaa sudaaah Bambank….

Kondisi copasnya ini sama persis, dari judul, foto yang disisipkan, titik, koma, dll. Kemudian bukan cuma satu tulisan doang. Tapi 80% dari kategori semuanya diangkut.

asu banget memang.

Saya selidiki web punya yang bersangkutan.

Ternyata bukan cuma saya doang. Webnya itu punya slogan bahwa web punya dia itu dibaca kaula muda gitu.

Ish ish ish….. apa-apaan ini? saya cari kontaknya dari whois nggak dapet, kontak di webnya nggak ada, akhirnya kasih komentar dan nggak digubris.

Setiap kali ada tulisan baru. Di tempat itu pun ada.

Kayak auto dicopas selang beberapa hari.

Malesin Sumpah…

Malesin banget. Malesin nulis jadinya.

Yha tapi saya dapat suntikan semangat dari yang lainnya. Baik dari pembaca setia ataupun teman saya.

Katanya tulisan saya layak baca hingga sampai dicopas sampai tetes terakhir.

Atau dari pembaca lainnya yang tidak mau kehilangan saya. *halah. Katanya saya diminta nulis sampai nenek-nenek. Siapa ini? enak aja nyuruh-nyuruh.

Yang Bisa Saya Lakukan Hanya Tetap Menulis dengan Sisiapan Kalimat

Karena kasusnya postingan 100% sama. Maka saya kasih kalimat di tengah-tengah bacaan mengenai sumber asli tulisan pertama kali dipublikasi dan nggak bole tuh copas tanpa seizin penulis.

Cuma sampai segitu saja tindakan saya. Mau saya santet nggak bisa cuy. Hahahah. Mana nggak paham ilmu santet juga kan?

Ya udahlah, Ikhlasin Aja….

Lagi-lagi ilmu ikhlas yang dipake.

Mau gimana lagi? Kalau ngeladenin yang beginian terus, nggak jalan saya. Bawaannya kesel aja.

Pernah Punya Pengalaman Tulisan dicopas?

Selamat berhari minggu.

Saya pengen karokean tapi nggak bisaaa….

oke saya kasih lagu penutup.

 

You May Also Like

19 Comments

  1. Mudah-mudahan yang copas segera dapet hidayah biar capek sendiri copas tulisan orang lain 🙂 Tapi, kalau di sini nggak bisa klik kanan, yang copas juga usaha banget itu ngetik satu satu 🙂

  2. Tulisan di Blog dicopas Terus hingga Tetes Terakhir Kayak Susu Kental Manis – Pertama kali ngeblog, saya kayak anak-anak yang nggak tahu banyak bahwa dunia itu begitu mengerikan. Udah, ngeblog ya nulis, gitu doang, nggak banyak mikir. Hingga semakin kumenyayangimu, semakin kuharusss… meee… woi jangan nyanyi woi. *yha maap, saya lagi denger lagunya Drive pas…

    Loh aku kok bisa klik kanan copy pakai hape doang? Hah ha ha

  3. aku juga pernah dulu tulisannya di copas. Tulisan bisa dihitung jari dan biasa aja padahal. Tapi kan itu punya aku. Mana yg ambil orang yg aku suka tulisannya, dia post tulisan aku di platform lain wkk.

  4. Urusan tulisan di copas, bagaimana ya, menyakitkan deh. Beberapa tulisan saya pernah di copas. Sebenarnya gak apa-apa kalau disertakan dg menuliskan sumbernya dari mana. Ini mah boro-boro. Padahal dg menulis sumbernya saja kita sudah seneng juga.
    Ada lagi pengalaman lucu. Saya pernah nulis tentang bioskop2 thn 80-an yg ada di sukabumi. Dalam tulisan itu saya sertakan karcis bioskop lama itu yg masih tersimpan di buku diary. Belakangan rame di grup FB, mengaku karcis itu karcis miliknya dg meng-crop identitas blog saya diujung karcis. Yg lebih lucu lagi, foto karcis itu nongol di WAG keluarga. Dgn kata2, “inget ga karcis bioskop thn 80-an?”. Saya tanya, dapat foto karcis dari mana? Jawabnya, “dari teman…” Segitunya deh.

    Salam kenal ya pd kunjungan pertama ini.

    Salam dari saya di Sukabumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *