Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post: Cukupkah 30 menit selesai?

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post: Cukupkah 30 menit selesai?

Berapa lama sih kamu menghabiskan waktu untuk menulis satu buah tulisan di blog? Lama nggak? Berjam-jam? Atau sampai memakan waktu beberapa hari? Jadi, tulisan ini adalah cerita saya dalam membuat satu blog post.

Apakah saya termasuk cepat?

Lambat sih aslinya.

Kalau cepat biasanya sudah ada bahan berupa kerangka (yang matang banget) dan tinggal dituangkan dalam tulisan saja, atau postingan curhat, haha. Tapi tetap aja kalau dihitung secara keseluruhan bisa sangat memakan banyak waktu. Itulah mengapa saya sama sekali nggak bisa sehari menulis satu buah tulisan dengan tuntas. Saya selalu membawa PR untuk esok harinya. Heu…

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post: Cukupkah 30 menit selesai?
sumber gambar : pixabay.com

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post : 30 menit pertama untuk…

Cari ide, juga beberapa bahan. Kira-kira layak nggak ditulis. Nanti sudut pandang yang diambil dari bagian mana. Biasanya saya tulis kasar dulu di catatan.

Setelahnya saya cari beberapa tulisan yang sejenis, itu juga kalau ada sih. Beberapa tulisan dari bloger luar negri juga biasanya oke banget sebagai bahan pembelajaran. Walaupun agak mumet-mumet sedap sambil menterjemahkan. Hahaha (itu juga kalau lagi nggak males).

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post : 30 menit kedua untuk…

Tetep cari bahan. Kalau perlu dan ada, langsung buka buku. Apalagi kalau materi yang dibahas memang belum tahu seluk beluknya.

Masih kurang? Cari lagi di internet. Tulis mana yang penting, yang akan jadi pengembangan di tulisan atau sekedar mencari kekurangan tulisan orang lain.

Cari sana sini pokoknya.

Nah kalau semi-semi curhat biasanya nggak ada deh cari-cari bahan. Bahan udah ada di kepala.

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post : 30 menit ketiga untuk…

Buat kerangka kalau bisa. Cari poin di mana ada celah untuk memulai bahasan. Cari sudut pandang baru yang beda dengan tulisan lain. Nggak boleh sama. Kalau bisa sih begitu ya?

Mencari sudut pandang baru sangat penting. Itu yang membuat kita berbeda dengan tulisan yang sudah ada. Kebayang nggak? Contoh kasarnya misal banyak berita tentang pelakor. Coba cari sudut pandang baru tentang sisi pelakornya. Bukan Buibu yang bersedih hati karena suaminya mendua.

Emm pelakor? Perebut laki orang? Emangnya manusia bisa direbut? Bukannya manusia punya kehendaknya masing-masing? Anjing punya temen saya aja bisa pilih-pilih orang mau dielus-elus sama siapa. Masa manusia nggak bisa milih dielus-elus sama siapa? Serius tu laki emang direbut. Bukannyaaa…

Eh stop, tulisan kali ini bukan tentang pelakor. Wqwq… Emm kira-kira apa yha yang dielus?

*fokus tiba-tiba ilang.

Begitulah kira-kira. Kadang bisa diulik dari kata atau kalimat yang digunakan. Ada celah untuk dibahas tidak.

Sudut pandang baru, sangat ampuh digunakan jika banyak tulisan serupa yang dibuat oleh orang lain (biasanya tulisan lomba). Untuk sesederhana review juga boleh, mau ngomongin Film Dilan dari sisi mana? Dari sisi Film Dilan yang dibandingkan dengan Si bewok pemeran Galih dalam Galih dan Ratna 2017  juga boleh. Atau sekalian dibandingkan dengan Wiro Sableng.

Mungkin orang-orang akan tertarik dengan judul, Apakah Dilan sesableng Wiro Kapak Naga Geni 212?

Kalau bisa selalu tawarkan perspektif baru.

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post: 60 menit pertama

Mulai menulis di laptop. Menulis sambil melongok pada kerangka (kalau ada eh harus ada ding).

Nulis bisa dimulai dari mana saja. Mau buat penutupnya dulu juga bisa.

Apakah langsung selesai…

Nggak. Hahaha…

Selama itukah?

Kalau tulisannya lebih dari 2000 kata bisa molor waktunya. Kalau hanya 1000 kata lebih masih perlu waktu lagi. Biasanya…

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post : Tambahan 30 menit lagi

Biasanya sudah selesai sekitar 1000 kata lebih. Sambil mikir judul yang cocok seperti apa. Agak lama biasanya di situ. Terus kadang-kadang rombak paragraf pertama (sila baca di sini untuk membuat paragraf pertama yang memikat pembaca).

Selesai?

Belum…

Iya nggak selesai-selesai kayak kangen.

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post: 30 menit berikutnya

Biasanya saya cari foto. Cari di pixabay kemudian edit-edit sedikit di canva. Masih cetek banget dan seadanya sih kalau buat ginian. Pengen deh biasa buat info grafis yang bagus gitu kayak tulisannya tirto. Padahal saya mau buat logo aja masih galau hingga detik ini. wqwq

Mungkin kalau buat infografis bisa nambah lagi waktunya.

Oh iya. Kalau pakai foto asli jepret sendiri biasanya perlu waktu yang lebih lama lagi. Kalau tulisan dibuat malam hari. Maka harus nunggu besok untuk menghasilkan foto yang cukup terang. Pakai hape jadul soalnya.

Mau lebih praktis. Cari di pixabay saja, beres. *digeplak

Selesai?

Belum.

Hahaa….

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post: 15 menit berikutnya

Posting. Tapi belum bisa langsung dipublish. Biasanya saya jadwalkan beberapa hari/minggu sebelumnya. Jadi nih, kalau kamu lihat saya update tulisan baru, biasanya memang sudah jadi beberapa waktu sebelumnya.

Dulu saya spontan aja. Tapi sudah nggak lagi, karena mau nulis dengan roma  irama yang jelas. Alasan lainnya karena pada hari-hari tulisan saya masih nyangkut. Saya mulai baca tulisan sendiri. Self editing pun saya lakukan.

Yha… masalah merapikan postingan sebelum dijadwalkan saja bisa memakan waktu lebih dari 15 menit. karenaaaa…

Saya menulis dengan bantuan YOAST SEO, setidaknya tulisan saya harus “hijau”, jadi harus ngurusin alt tag pada foto, buat meta deskripsi, menggunakan kata kunci dll. Dulu waktu awal-awal sih sampe mumet banget. Sekarang udah biasa, hehe… Sudah biasa mumet maksudnya.

15 menit + untuk editing. Bisa lebih kalau perlu rombakan besar.

Jadi totalnya berapa waktu yang sudah dihabiskan untuk satu post?

4 jam, emm lebih ya?. Huh…

Bisa kurang, bisa lebih. Makin panjang tulisan biasanya makin lama. Ini biasa saya pakai untuk tulisan leih dari 1000 kata. Kalau lebih dari 2000, huaaa….

Kalau nulis yang porsi curhatannya lebih banyak. Biasanya lebih cepat sih.

Kenapa Kok Bisa Lama?

Sebagai usaha memberikan yang terbaik. *halahhh

Karena kalau asal nulis itu gampang. Emak saya sering ngomong kalau kerja jelek itu gampang, kerja itu yang bagus.

Lagian kan katanya konten adalah raja. Masa iya raja itu terlihat “seadanya”.

Nah gitu cerita saya. Kalau kamu, biasanya berapa lama?

Saya kalau nulis fiksi biasanya makan waktu harian. Lebih parah. Hahaha (dan lama nggak nulis fiksi nih).

Tulisan, seperti hidup. Walaupun direncanakan, seringkali berjalan tanpa rencana.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Salam damai. Selamat senin : )))

Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post: Cukupkah 30 menit selesai?
sumber foto : pixabay.com

Kalau kata Om Ivan Lanin begini.

Buat satu post blog emang makan waktu. Kalau mau cepat dan hanya beberapa menit bahkan detik. Nulis di kertas post it aja :p

10 thoughts on “Waktu yang Dihabiskan Untuk Satu Blog Post: Cukupkah 30 menit selesai?

  1. Kalau saya berhari-hari mba, bukan karena risetnya ,tapi susah ngelawan rasa malesnya. Wkkk
    Ada banyak artikel yang dah ada di draft tapi gak diselesain. Hhhaa

    Tapi gak semua sih, kadang ada yang 4 jam an selesai, tergantung topik yang di bahas apaan. Kalo curcol sih kadang asal nulis aja. Lah wong masih amatiran ini. Hhaa

    Mencari sudut pandang baru?
    Nah, itu kadang saya masih keikut blog yang lain yang telah saya baca. Walau kadang diusahain dirubah dikit dengan sudut pandang pribadi.

    1. hahah… saya juga suka males kok. tapi masa iya malesnya diladenin melulu.
      Saya juga masih banyak belajar kalau masalah sudut pandang baru. Masih perlu banyak latihan.

      terima kasih sudah membaca.
      Abdul Jalil rupanya komentator setia :p

  2. Nah, bener sih kalau nulis curhat lebih cepet. soalnya ga perlu konsep dan sebagainya.
    kalau nulis seriusan dikit paling cepet saya 5 Jam (berasa perjalanan Surabaya-Ngawi naik bus), tapi pernah juga nulis berhari-hari Mbak. wkwkwk.
    bahkan tulisan yang belum selesai sejak sebulan pun ada (akhirnya masuk tong sampah) *lah curhat

  3. Sy sendiri lma nulisnya, sering buat draf2, mski sy tahu itu bs memicu smngat mnunda :))
    Jd, kdang bkn hnya berjam-jam, tp bs berhari-hari 😂

    Tp sprti yg Anda tulis d atas, sy jg bkin outline, kecuali utk yg konten curhat.

    1. iya. outline emang ngaruh banget mau jadi apa tulisan nanti.

      semangat nulisnya Bang Destorfin, jangan suka menunda :))

Tinggalkan Balasan