Wanginya HMNS Gen XY Seri Alpha

Wanginya HMNS Gen XY Seri Alpha – Eemm… tulisan kategori serba-serbi nih. Kali ini saya mau ngomongin wewangian. Kalian suka yang wangi-wangi kayak kuburan baru? Yha, baca sampai akhir yaaa. kenapa? Biar bounce rate blog saya bagus aja.

*eh.

Mbak-Mbak yang Wangi

Waktu zaman ingusan, tapi nggak kayak karakter Bo di Crayon Shincan. Saya sudah suka sama wewangian. Kalau punya uang bawaanya beli minyak wangi. Mentok minyak wangi eskulin atau pucelle yang botol plastiknya masih miring-miring tuh.

Zaman usia 20an awal belinya minyak wangi yang di jalanan itu. Berapa mili? Langsung dibuatin sama mas-masnya. Apa sih istilahnya? Minyak wangi bibit? Minyak wangi isi ulang? Tapi kebiasaan itu nggak bertahan lama. Selanjutnya saya beli minyak wangi yang jelas-jelas aja. Biarpun hanya minyak wangi di indomart atau alfamart.

Pokoknya saya mau yang jelas. Saya konsumen yang butuh kejelasan. Camkan itu!

Berpetualang dengan Minyak Wangi

Udah banyak yang saya cobain, hingga umur saya yang sekarang. Makin kesini makin mikir panjang aja kalau beli minyak wangi. Saya menekankan pada diri saya sendiri untuk nggak kemaruk. Apalah minyak wangi? Ia hanya dunia semata. *halah.

Pokoknya saya benar-benar membatasi diri kalau punya minyak wangi. Jumlah yang saya miliki tidak boleh lebih dari tujuh botol dengan harga per item yang saya beli nggak boleh melampaui 500rb.

Kenapa saya buat batasan?

Supaya tahu diri aja. Saya kalau cinta suka nggak tahu diri. Jadi, saya membuat kekebebasan dengan cara tahu batasan-batasan.

Dan Yha, sesuai Judul, Saya Mau Ngomongin HMNS Gen XY Seri Alpha

Apaan nih?

HMNS? Dibacanya apa?

Produk ini punya tagline “made for humans”. HMNS ternyata dibaca humans.

Kabar baiknya adalah minyak wangi ini produk lokal punya yang harganya cukup terjangkau.

Saya beli 295K untuk seri alpha dengan isi 100ml. Bagi saya cukup terjangkau. Karena yang lebih mahal banyak. BANYAK BANGET MALAH SAMPAI INGAT TUHAN KALAU LIHAT HARGANYA.

Bayangkan aja, setiap saya melihat minyak wangi yang mahal itu. Jiwa misqueen saya meraung-raung, meronta-ronta, menangis di pojokan dan berharap jadi kapur barus. Didiemin aja kemudian hilang.

Kemasan HMNS Gen XY Seri Alpha

Kayak beli hape cuy.

Kemasannya dibungkus kotak hitam yang tebal di bagian dalamnya. Ada lapisan-lapisan sebagai dudukan parfume. Eeh, rebahaan sih sebenarnya. Ada kotak rebahan parfume supaya nggak gampang geser dan pecah kayak hati kalian itu.

Cara bukanya juga digeser kayak laci.

Kesannya nggak main-main untuk urusan kemasan. Bukan cuma kotak seadanya.

Kalau kalian butuh parfume sebagai hadiah, produk HMNS nggak akan mengecewakan. Kemasannya uwuuwuw gitu.

Bentuk botolnya biasa aja. Nggak ada liuk sana dan sini. Dia kotak kayak spongebob.

Yang Utama Nih yaa. Soal Wanginya HMNS Gen XY Seri Alpha? Kayak gimana?

Pas lihat XY, ini mengingatkan saya pada kromosom yang dimiliki pria. Tapi saya perempuan? Kok?

Begini…

Kalau kesotoyan saya mikir XY diciptakan sebagai “kecenderungan” buat para pria. Kalau di pasaran, parfume ini katanya bisa digunakan siapa saja. Nggak ada batasan perempuan dan lelaki.

Untuk saya pribadi, saya suka wangi yang maskulin. Wong pakai deodoran aja yang Nivea for Man kok.

Oke mari kepoin kata websitenya. di sini yaa…

Alpha adalah formulasi pertama yang lahir dari HMNS. Salah satu keunikan yang dimiliki formulasi ini adalah kandungan green tea yang membuat alpha memiliki theurapeutic effect. It’s both calming & moodboosting.

Alpha ini punya top notes; Citrus dan Grass. Heart Notes; Green tea dan wood. Kemudian Based Notes; Cedarwood dan vetiver.

Langsung dong kepala saya bawaannya dangdutan.

Apaan? Verivera? Kakaknya yang nyanyi Mbah Dukun?

Vetiver itu akar wangi ya.

Alasan saya milih alpha juga karena ada kandungan citrus dan teh hijau. Saya demen sama yang seger-seger. Jadilah saya melupakan seri theta dan delta. Saya beli yang ini.

Semprotan Pertama Cussss…

“waah kenceng nih.”

Itulah yang paling kerasa. Tapi, warnanya melembut seiring berjalannya waktu. Kesan misteriusnya juga dapat di hidung saya.

Kesan “kuat” malah di awal doang. Setelahnya dia wangi yang lebih lembut. Kayak kenal sama orang yang kayaknya “galak” setelah kenal bener, dia penyayang gitu.

Wanginya itu lho berasa berubah-ubah. Nanti kerasa seger, kemudian ada manis-manis di ujung. Kadang pula saya merasa ada bau yogurt.

Selain Bikin Bingung, Wanginya Juga Awet

Saya pakai pas magrib (habis mandi). Besoknya saya lari pagi, pas keringetan. Saya masih mencium bau si alpha di tubuh saya.

Omeeeegotttt. Wanginya nggak ilang-ilang rupanya. Mampu bertahan lama. Nggak kayak perasaan manusia guys.

Menyisakan Wangi di Baju Juga

Itu bajunya masih pada wangi. Sampai sayang mau dicuci. Hahahhaa…

Jadi, nggak ada tuh bau-bau tidak sedap.

Alpha, Wewangian yang Membuat Saya Nostalgia

Bagi saya, wangi itu kayak momen.

Wangi-wangi tertentu mengingatkan saya pada momen tertentu. Bahkan, ada lho minyak wangi yang mengingatkan saya pada kesedihan. Mood saya bisa buruk hanya karena mencium wangi yang itu. Maafkeun nggak bisa menggambarkan.

Alpha mengingatkan saya pada momen yang senantiasa berubah. Tapi selalu ada menyelinap diam-diam.

Mengingatkan saya pada potongan tulisan.

Kamu. Masih saya menuduhku menyembunyikan sesuatu dalam diam.

Sementara di luar, banyak wajah-wajah yang tidak mencerminkan isi hati.

Anggap saja itu benar. Aku menyembunyikan sesuatu dalam diam. Kamu tahu? Yang ada hanya rasa. Diam hanya mampu membungkam bunyi, bukan rasa.

Maaf, aku tidak bisa berkata-kata.

Dan, Alpha dari HMNS, ada dengan wewangiannya yang menyenangkan, meski wanginya mulai melemah di ujung-ujung ketahanannya.

HMNS Gen XY Seri Alpha?

Sekali lagi. Ini enak. Nggak peduli kamu cowok atau cewek. Siapapun layak untuk wangi yang segar.

Sampai jumpa di tulisan soal parfume lagi.

Untuk yang XY, saya baru bakai Alpha aja ya. Jadi, nggak bisa membandingkan.

btw, ini tulisan murni asli konsumen. Bukan berbayar.

 

Previous Post

No more post

You May Also Like

7 Comments

  1. Nggak nyangka ada mbaknya Alam “Mbah Dukun” di parfum ahahaha… Sudah lama sekali saya nggak jadi penggila wewangian. Waktu SMP ikut tren pakai AXL dan AXE. SMA, AXL kayaknya. Pas kuliah, punya Gatsby Splash Cologne yang dibeli pas sebelum OSPEK sampai beberapa bulan setelah wisuda…. hahahaha

Tinggalkan Balasan