Cerita Momo Ngomongin Kesehatan Warna Kulit Saya Belang dan Baik-Baik Saja

Warna Kulit Saya Belang dan Baik-Baik Saja

Bicara soal warna kulit. Beberapa hal lumayan bikin mengernyitkan dahi. Misalnya begini, saat saya lagi kumpul bareng buibu TK.

Salah satu buibu TK bawa anaknya yang masih setahun. Dia bawa anak lelakinya yang putih banget kayak kue mochi, salah satu Buibu yang lainnya nyeletuk, “Emang, kalau kulit putih itu hadiah, kerberkahan.”

Emmm…

Lantas? Kalau nggak putih itu bukan hadiah? Bukan keberkahan dari Tuhan? Aahh masa sih.

Lagi-Lagi Tentang Kulit Putih ini Terus Berlanjut, Nggak Tahu Sampai Kapan

Keknya masih banyak perempuan Indonesia yang pengen banget kulitnya putih. Buktinya sampai saat ini, embel-embel dagangan yang bikin kulit jadi putih masih aja keras suaranya. Dagangan biasanya laku dengan bahasa pemasaran “bikin putih”.

Adalagi zaman now yang ngomongin keadaan kulit, misal glass skin dan honey skin. Mbuhlah mbuh. Hayati lelah.

Ada iklan yang bunyinya begini ; “Dapatkan kuning sebening kristal.”

Saya cuma bisa mbatin. “Yaaa kalik kristal. Yaaa kalik… yaaa kalikk… ”

Ditambah ada sebuah kata yang bikin hati ini lelah. Yaitu “glowing”. Kayaknya kata ini cukup ajaib di zaman sekarang.

Yang paling herman adalah saya nemuin kalimat Glowing White di produk Rexona.

Aaaihh… sudah sampai ke ketek rupanya. “Karir” glowing sudah sampai sudut-sudut. Hoho.

Ibu Hamil yang Berdoa Kulit Anaknya Putih

Sering denger tuh.

Banget.

Biasanya dibarengi dengan usaha dari tip-tip internet yang nggak tahulah kebenarannya. Kayak minum air kelapa dll.

Harus ya? Anak yang dilahirkan harus putih? Harus gitukah? Harapan seorang Ibu pada anaknya adalah melahirkan anak yang berkulit putih?

Logis aja dong. Kulit Bapak sama Ibunya kayak gimana.

Kalau Nggak Putih, dianggap Kekurangan? Yha Nggak dong!

Gampang banget emang kalau mengutarakan kekurangan kita yang beda dengan standar kecantikan yang di iklan-iklan itu.

Salah satunya yaaa nggak putih.

Padahal, warna kulit itu beragam banget. Manusia memang diciptakan demikian.

Ada lagi tentang undertone kulit. Ada yang warm, cool, dan netral. Cewek-cewek biasanya tahu, abisnya ini bakalan jadi masalah fundamental saat memilih warna foundation.

Saya aja pernah salah ngira saat menerka undertone kulit sendiri. Karena ngelihatnya nggak jeli, saya pikir undertone saya warm. Karena warna nadi di tangan hijau. Setelah lihat dengan cahaya yang baik di bawah sinar matahari, nadi saya warnanya keunguan, ada hijau telur asinnya juga, eeh apa biru telur asin.

Wew, ternyata undertone saya netral.

Tahu Tara Basro?

Seorang pesohor yang banyak bicara soal bagaimana perempuan seharusnya mencintai tubuhnya sendiri. Itu lho yang masuk trending topik melulu karena fotonya di instagram menuai perhatian, termasuk orang-orang dari Kominfo. Kementrian yang satu itu emang doyan banget menuai… ah sudahlah.

Kominfo emang gercep banget masalah beginian sih ya?

Herman saya. herman.

Okelah. Lanjot. Tinggalkan Herman. *lho.

Pada salah satu postnya Tara, dia juga ngasih tahu postingan dokter Mita SpKK tentang orang yang punya masalah sebab lotion pemutih yang ia beli di internet. Efek penggunaan steroid yang nggak dalam pengawasan dokter. Kulitnya jadi rusak. Gara-gara pengen putih.

Sedih.

Serius sedih. Sebab, haruskah sampai mengorbankan diri sendiri hanya demi terlihat putih di depan orang lain? Kenapa hanya karena ingin putih malah ngebuat kulit nggak sehat? Kenapa? Kenapa jahat sama diri sendiri?

Ngeri saya. Ngeri.

Warna Kulit Saya Belang dan Baik-Baik Saja

Yha. Kalau ngomongin warna kulit. Kulit saya ini amat sangat nggak kompak. Warnanya beda-beda. Kalau iseng buka-buka info dari internet tentang “warna kulit belang.”

Isinya paling begini;

Penyebab kulit belang dan cara mengatasinya.

Bahan alami ini bisa kembalikan warna kulit tangan yang belang.

9 cara memutihkan kulit tangan dan kaki yang belang dalam 1 minggu

Jangan panik, berikut 5 cara menghilangkan belang di wajah agar warna kulit sama lagi

Efektif! 7 cara alami untuk menghilangkan kulit belang

Menakjubkan! 8 cara alami bisa memutihkan kulit yang belang

Cara mengembalikan warna kulit yang belang terbakar matahari

Mudah dilakukan, yuk coba mengatasi kulit belang ini

Kulit belang di tangan dan kaki? Ini 3 cara mengatasinya

*ngok…

Saya bener-bener kasih judul-judul tulisan dengan kata kunci yang saya masukkan. Semuanya? “untuk mengatasi”.

Kulit belang? Salah banget gitu ya?

Tapi kok saya sudah lelah ya? sama hal-hal yang kayak begini. Memang harus rata gitu ya? kalau diterima aja gimana?

Kalau saya sendiri begini kondisi kulitnya; *ini bisa beda-beda, nggak ada yang tetap.

Kulit tangan saya ini beda banget sama kaki. Ini gambarnya, tuh kan? Bedanya jauh. Di foto keadaan tangan saya “gemukan” sebab dinfus melulu dengan warna kulit coklat. Warna kulit kaki? Bisa dilihat sendiri.

Itu baru kaki. Muka sama leher aja beda. Leher saya lebih terang dibandingkan warna kulit wajah. Itu tuh ya, seumur hidup nggak kompak. Misal, warna kulit wajah lagi agak terang. Lehernya pasti tetep lebih terang. Wkkwkw.

Saya Malah Lebih Santai Aja. Lah Emang Warna Kulit Saya Suka Berubah!

Misalnya saya bawa motor dengan kondisi musim panas seperti tahun 2019. Kondisi di mana keluar bentar aja anginnya kerasa panas itu. Terus saya nggak pakai sarung tangan. Pakai kaos lengan pendek terus. Yaaa udinlah, kulit saya belang.

Atau saya main-main sambil panas-panasan melulu. Udahlah kucel saya. Tapi saya bahagia. Gimana dong?

Dulu sih sempet kalau panas-panasan takut kebakar. Sekarang? Hayoookk aja main sampai matahari terbenam. Jangan lupa pakai sunblock sih. Heheh.

Di lain waktu beda lagi.

Pernah saya denger pertanyaan begini dari teman.

“Kamu suntik putih yaaa?”

Yaeeelaaah Maemunaaah!!!!! Saya nggak segitunya obsesi dengan warna kulit putih! Mending duitnya buat beli sepatu daripada suntik putih. Dipikir enak apa disuntik?

Ada lagi di lain kesempatan. Kejadian ini di RS, saya lagi opname, tahun berapa ya? lupa. Bukan tahun ini dan tahun lalu yang jelas. Saya nggak kenal sama Buibunya, blio langganannya Emak. Blio bilang gini;

“Bu, itu anaknya? Kok putih kayak cina?”

“Anaknya Ahok kayaknya.” Begitulah Emak saya menjawab sekenanya.

Saya pengen ngakak. Tapi waktu itu nggak bisa ketawa karena sakit perut.

Warna Kulit Tangan dan Wajah Aja Beda Kok!

Banyak orang yang suka nyinyir seperti; “Itu kulit muka sama tangan putihan muka. Pasti pakai pemutih wajah.”

“Itu kulit tangan lebih terang dari kulit muka. Mukanya nggak diurus ya?”

Begitulah orang-orang selalu komentar tentang fisik saya. Ada aja, nggak ada abisnya.

Dan lagi-lagi, warna kulit tangan dan wajah saya itu beda. Kadang lebih terang tangan, kadang lebih terang wajah. Dulu sempat minder. Mana mulut orang kayaknya lemes banget ngomongin fisik orang lain. Beginilah begitulah.

Di foto ini aja, tangan saya lebih terang dibandingkan kulit wajah yang agak kemerahan. Tapi udahlah. Saya terima. Orang-orang juga boleh ngomong apa aja.

Lha Emang Beda, Begitulah Adanya.

Kulit adalah jaringan yang terus memperbaharuhi “dirinya”.

Saya sadar, urusan warna kulit. Kulit saya belang. Kadang bisa begitu kontras karena sebab tertentu. Daripada menolak dengan usaha ini dan itu. Akhirnya saya terima. Bukan hanya belang, warnanya juga suka berubah-ubah.

Kulit belang ya nggak masalah, selagi kulit saya sehat-sehat aja. Warnanya nggak jadi perkara. Kalau lagi gelap ya bersyukur, begitu pula sebaliknya.

Intinya, kembali ke keadaan kulit. Sehat apa nggak.

Dan kulit yang sehat itu kayak kulit anak-anak, yang kulitnya nggak ada masalah. Urusan warna kulit? Jelas itu bukan masalah. Saya juga nggak berharap kulit saya bakalan sebening kristal. Glass skin? Honey skin? Saya nggak pedulilah. Punya kulit nggak uring-uringan aja sudah bagus. Punya kulit wajah nggak jerawatan aja sudah amat sangat bersyukur.

Kulit pada dasarnya adalah jaringan terluar yang melindungi kita. Sekali lagi, punya kulit sehatlah yang benar-benar anugrah. Bukan warnanya.

Gimana? Adakah yang kulitnya belang kayak saya? *mari angkat gelas.

 

10 Likes

Author: momo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 Comment

  1. “punya kulit wajah yang ga berjerawat aja udah bersyukur banget” benar sekaliiii ini mbak, 😆

    aku belang juga. karena keseringan dicium matahari. baiklah, mari angkat gelas. 😂

  2. Pastinya Mbak. Kulitku juga belang. Wajah sih lumayan putihan ketimbang SMA yang motoran terus/ pas kuliah yang beredar terus. Kalau tangan sama kaki ya putihan kaki lah. Apalagi pakai kaos kaki terus.😛😛 Trus kalau habis main panas di pantai dan renang pasti pulang2 merah, besoknya iteman. Tapi lama2 ntar putih lagi sih, ganti kulit kali ya 😁

    Tapi btw aku lebih bangga kalau tanganku agak iteman dan kasar, kalau perlu bercodet. Itu tandanya tanganku tangan kerja. Bisa jadi omong-omongan nanti di pengadilan. Ini lho Tuhan si Mulya tu punya tangan pernah bercocok tanam, pernah nyawah, pernah nganyam bambu, pernah kecodet ranting tajam waktu metik buah duku, pernah dicakar meng, pernah ngecat gapura dll. Yakin dah, si Mulya tu anak baik 😁😁

  3. Kulit saya ka momo. Gelapp. Kulit tangan gelap. Muka lebih gelap. Wkwkwk. Makhluk kegelapan udah. Eh yg penting kan hatinya. Hatinya ambyarr~ 😂🤣

      1. Cahaya cinta perlahan menyilaukan
        Itulah mimpi kehidupan kedua
        Mimpi ituuu. Dari mana datangnyaaa….🎶🎶🎶